start over Dengan Mendongeng, Hindarkan Anak dari Kesan Pasif

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Minggu, 26 Maret 2017

Dengan Mendongeng, Hindarkan Anak dari Kesan Pasif

Dengan Mendongeng, Hindarkan Anak dari Kesan Pasif




6

Pesatnya kemajuan teknologi, berdampak terhadap kemampuan daya imajinasi anak. Sebab, imajinasi anak bisa menjadi pribadi yang cerdas dan kreatif.

Dalam kelas mendongeng, diajarkan cara mendekatkan ibu dan anak. Kemudian, memancing kembali kemampuan daya imajinasi anak.

“Membangkitkan daya imajinasi anak lewat mendongeng akan sangat baik bagi pembentukan pribadi anak yang kreatif,” membiarkan anak nyaman dengan sajian instan seperti kartun dan beberapa cerita dongeng dan fiksi bisa membuat anak menjadi pasif dalam berimajinasi.

Alasannya, anak-anak menerima secara mentah sajian tanpa membedakan benar-salah, baik-buruk. “Bahkan anak-anak tidak bisa menciptakan gambaran baru terkait sebuah karakter. Mereka hanya bisa menelan apa yang tersaji, dan mengikutinya, berbeda ketika mereka mendapat hiburan dari berdongeng.”

Dengan berdongeng, anak semakin aktif berimajinasi. Mereka akan menangkap pesan tanpa visualisasi. Terpenting, menjadi pendongeng butuh ekspresi dan peniruan suara yang total.

“Karena anak akan mudah memperhatikan, ketika pendongeng bisa atraktif dan membawa anak masuk dalam ceritanya.”

Dengan cara membiasakan dongeng pada anak membuat mereka semakin aktif berimajinasi. Sehingga mereka tak pasif karena tayangan favorit mereka. Menjadi pendongeng tidak harus profesional, cukup menggunakan benda di sekitar untuk menciptakan pesan.

“Misal dengan menggunakan meja untuk memberitahukan fungsinya, menggunakan roti, berbagai benda yang bisa memberikan pesan moral, ” menjadi pendongeng yang baik bagi anak bisa dilakukan dengan beberapa hal. Selain dari niat dan suasana hati yangbaik, sebaiknya para ibu perlu menyiapkan pengetahuan alur cerita cukup dengan kombinasi dan ceritakan saja apa yang para ibu bias ceritakan, tetapi tidak keluar konteks.

Share Di Social Media:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan