start over Pemikiran Secara Induksi dan Deduksi

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Selasa, 17 Januari 2017

Pemikiran Secara Induksi dan Deduksi

Pemikiran Secara Induksi dan Deduksi




 

images (4)

Terdapat dua cara penyimpulan yang terdapat dalam logika. Itu adalah Induksi dan Deduksi. Sebenarnya pola berfikir ini sudah sering kita lakukan namun tidak kita sadari. Karena pola ini menggambarkan pola kerja otak kita, induksi dan deduksi sangat penting bagi penelitian dalam ilmu pengetahuan.

Induksi adalah pola pikir dari khusus ke umum. Artinya, dia melihat sesuatu secara kasus-kasus sebelum menyimpulkan gambaran umum. Misalnya kita masuk ke sebuah ruang, lalu kita melihat dokter, lalu melihat tempat tidur putih dan kemudian melihat rak jendela, kita lalu menyimpulkan bahwa kita berada di rumah sakit. Contoh lainnya yang klasik adalah masalah logam. Kita meneliti mengenai logam. Lalu kita mengetes bagaimana logam logam itu bereaksi terhadap panas. Logam emas, memuai, logam perak memuai, logam besi memuai. Kesimpulannya logam memuai.

Deduksi adalah pola berfikir dari umum ke khusus. Pola ini sering kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. Kita melihat gambaran besar sebelum ke gambaran yang lebih spesifik. Contoh kita memikirkan soal Domba. Domba memiliki ciri-ciri berkaki empat, berbulu tebal. Maka kesimpulannya, Domba memiliki kaki empat, berbulu tebal bukan berkaki dua atau bersayap.

Kedua pemikiran ini tidak hanya penting bagi ilmu pengetahuan namun juga penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Pemikiran Induksi (Induktif) untuk melakukan generalisasi dari penelitian penelitan. Pemikiran Dedukasi (Deduktif) digunakan untuk menguji hipotesis-hipotesis. Kedua pemikiran tersebut sering kali digunakan ke sebuah penelitian walau nampaknya penelitian itu cenderung terlihat murni induksi (induktif).

Be Sociable, Share!

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan