start over Batik Kudus Ingin Kembali Dengan Pewarna Alami

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Selasa, 27 Juni 2017

Batik Kudus Ingin Kembali Dengan Pewarna Alami

Batik Kudus Ingin Kembali Dengan Pewarna Alami




batik kudus fakta.co.id

Jakarta-Seperti kita ketahui , batik bukan lagi dipakai untuk acara tertentu, tetapi sudah menjadi tren untuk semua kalangan baik yang tua maupun muda saat ini. Tetapi masih ada dibeberapa daerah yang masih menjaga tradisi pembuatan batik , salah satunya adalah daerah Kudus. Sebagai upaya menjaga tradisi, para pengusaha sekaligus pecinta batik berharap Batik Kudus nantinya akan kembali menggunakan pewarna alami ketimbang buatan.

“Suatu saat Batik Kudus bisa kembali menggunakan warna alam, untuk pelestarian. Tanpa campuran bahan kimia sama sekali,” ungkap Pemilik Galeri Batik Jawa, Nita Kenzo, di Jakarta, Senin.

batik kudus2 fakta.co.id

Nita mengatakan, bahan pewarna alami yang dulu sering digunakan ialah tanaman indigo atau tarum. Tanaman ini, kata dia, menghasilkan warna biru, yang merupakan salah satu warna khas Batik Kudus.

Selain itu, kayu-kayu pohon seperti pohon mahoni juga sering digunakan pembatik sebagai pewarna alami.

Namun demikian, lanjut Nita, semenjak terjadinya Revolusi Industri, pembuatan batik tidak lagi menggunakan bahan-bahan alami, melainkan pewarna buatan. Kondisi inilah yang menjadikan tanaman indigo tak lagi dilirik, sehingga budidayanya pun terhenti.

“Kalau dulu tanaman- tanaman indigo seperti menutupi seluruh nusantara. Tetapi, semenjak adanya revolusi industri tanaman-tanaman tersebut tidak lagi dibudidayakan. Kalaupun ada, tanaman itu tumbuh liar saja,” kata Nita.

“Kami kekurangan bahan baku. Kapasitas produksi terkendala bahan baku, bahan baku harus tersedia,” tutur Nita. “Oleh karenanya mulai tahun 2006, kami mulai membudidayakan kembali tanaman indigo di lingkungan kami, seputar Yogyakarta,” tambah dia.

Begini inilah, lanjut dia, yang menjadi hambatan bagi pembatik untuk kembali ke tradisi, yakni menggunakan pewarna alami dalam batik hasil karyanya.

Share Di Social Media:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan