start over Mengenal Rasa Nyeri dan Bahagia

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Selasa, 27 Juni 2017

Mengenal Rasa Nyeri dan Bahagia

Mengenal Rasa Nyeri dan Bahagia




rasa nyeri fakta.co.id

Apa sih Nyeri itu?? Nyeri dapat digambarkan sebagai sensasi tidak menyenangkan yang terjadi bila kita mengalami cedera atau kerusakan pada tubuh kita. Nyeri dapat terasa sakit, panas, gemetar, kesemutan seperti terbakar, tertusuk, atau ditikam.

Rasa nyeri (pain) bisa didefinisikan sebagai pengalaman sensasi dan emosional yang tidak menyenangkan yang merupakan sistem pertahanan tubuh untuk meminimalkan kerusakan fisik yang terjadi. Dari definisi nyeri yang disebutkan oleh The International Association for the Study of Pain (IASP), kita bisa mengambil kesimpulan dari Nyeri.

  1. Nyeri adalah pengalaman, baik itu sensasi (seperti panas, gemetar, kesemutan dan lain-lain) juga emosional. Sebab, nyeri didapat dari pengalaman sebelumnya, maka pembentukan ingatan terhadap pencetus nyeri adalah menjadi bagian yang penting dalam proses pembentukan rasa nyeri.

Nah, karena proses nyeri ini merupakan pengalaman pribadi orang, hal ini menjadikan nyeri bersifat sangat subjektif dan masing-masing orang memiliki ambang batas rasa nyeri yang berbeda-beda. Dalam dunia kedokteran sendiri, tidak ada alat ukur yang benar-benar valid untuk mengukur rasa nyeri ini.

  1. Nyeri merupakan sistem pertahanan tubuh untuk meminimalkan kerusakan fisik yang terjadi. Sekalipun nyeri adalah pengalaman yang tidak menyenangkan, tapi ternyata ia adalah suatu sistem proteksi tubuh. Rasa nyeri didapat jika ada salah satu jaringan atau organ tubuh yang rusak. Rasa nyeri timbul untuk memberi tahu kita bahwa, “Ini lho, ada bagian tubuh yang rusak”, sehingga tubuh segera meminimalkan kerusakan yang terjadi, baik itu dari sistem regenerasi tubuh sendiri atau dengan mengkonsumsi obat.

Bila di kupas lebih jauh, rasa nyeri ada bermacam-macam wujud dan penyebabnya. Mulai dari dicubit, digigit nyamuk, radang pada organ dalam, radang pada tenggorokan, kerusakan syaraf, hingga stres, semuanya dapat menimbulkan rasa nyeri. Namun, manifestasi nyeri itu berbeda-beda untuk setiap kasus.

Pada kasus kerusakan saraf, perwujudan nyerinya seperti rasa terbakar atau rasa panas pada organ yang berada pada jalur sel sarafnya, dan tidak hanya terbatas pada area yang terluka. Sedangkan pada kasus digigit nyamuk, dicubit, luka tergores, dan radang organ internal nyerinya bisa terasa seperti ditusuk-tusuk pada organ atau area yang luka.

Nyeri yang asalnya dari kerusakan saraf disebut sebagai neuropathic pain. Sementara Nyeri yang didapat dari digigit nyamuk, dicubit, luka tergores, peradangan organ disebut sebagai nyeri nociceptive-inflammatory. Nyeri ini dikelompokkan lagi menjadi nyeri somatis yang nyerinya berasal dari kerusakan jaringan pada otot, tulang, dan gigi, serta nyeri visceral yang berasal dari organ-organ dalam, seperti jantung, lambung (gastritis), hati (hepatitis), dan lain-lain.

Adapun nyeri akibat stres disebut sebagai psychogenic pain. Nyeri akibat stres seperti ini. biasanya tidak berasal dari kerusakan jaringan atau kerusakan saraf apapun, melainkan murni karena pikiran. Misalnya saat seseorang akan ujian, ia bisa merasa lambungnya sakit atau otot-ototnya terasa sakit.

Rangsangan nyeri diterima oleh tubuh melalui reseptor rasa nyeri yang disebut nociceptor. Nociceptor atau ujung syaraf bebas ini tersebar di seluruh tubuh, kecuali otak, dan dirangsang oleh faktor termal (suhu yang terlalu dingin atau yang terlalu panas), biologis, kimiawi, listrik, dan mekanik.

Selain reseptor, neurotransmiter (zat kimia yang dikeluarkan akibat rangsang luar) juga berperan dalam penghantaran impuls rasa nyeri ini. Neurotransmiter yang terlibat dalam hantaran nyeri antara lain histamin, prostaglandin, substansi P, leukotriens, bradikinin, dan asetilkolin. Penghantaran impuls nyeri sendiri terdiri dari 4 langkah, yaitu: “Transduksi, Transmisi, Modulasi dan Persepsi.”

Dan yang perlu diperhatikan dari penghantaran impuls saraf tadi adalah modulasi desendan–yang bertugas untuk mengurangi amplifikasi rasa nyeri ini, terdiri atas sistem yang melibatkan hormon-hormon yang disekresi tubuh saat kita merasa bahagia, misalnya serotonin, endorfin, dan dopamin.

happy fakta.co.id

Dan…apa Bahagia itu…??

Bahagia adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan? Ada yang beranggapan arti bahagia itu relatif. Ia berubah-ubah dan berbeda antara seorang individu dengan yang lain. Bagi yang sakit, sehat itu dirasakan bahagia. Apabila sudah sehat, kebahagiaan itu bukan pada kesehatan lagi, tetapi beralih kepada perkara yang lain lagi. Bagi golongan ini bahagia adalah satu “moving target” yang artinya tidak spesifik.

Jika sedang sedih atau stres, sekresi hormon-hormon tersebut tidak sebanyak saat normal atau saat bahagia, maka fungsi desendan modulasi juga akan berkurang, sehingga rasa sakit yang tadinya diamplifikasikan pada saat melewati asendan modulasi masih akan terasa berkali-kali lipat lebih nyeri saat sampai ke efektor jika dibandingkan saat kita sedang kondisi normal ataupun saat sedang senang. Kesimpulannya, berbahagialah, sehingga rasa sakit seperti apapun akan berkurang.

Share Di Social Media:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan