start over Too Big To Fail - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Kamis, 30 Maret 2017

Too Big To Fail

Too Big To Fail




Fakta.co.id

Jargon “too big to fail” digunakan pemerintah AS ketika meringankan beban keuangan General Motors (2008). Atau, ketika pemerintah Indonesia memberi dana talangan kepada para bankir bajingan lewat Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Jargon ini juga dipakai sebagai alasan pembenar rezim SBY yang menganggap penutupan Bank Century akan berdampak sistemik, sehingga membail-outnya Rp 6,7 triliun.

Kita sama-sama tahu, kedua contoh terakhir skenario “too big to fail” ini berujung pada skandal perbankan yang tak pernah menyentuh para aktor utamanya.

Perlakuan “too big to fail” ini takkan dirasakan, misalnya, oleh lembaga keuangan gurem seperti Credit Union di pedalaman Kalimantan yang melayani para petani karet dan buruh perkebunan kelapa sawit, karena efek dominonya dianggap tidak besar.

Struktur ekonomi seperti ini buah dari pilihan konsep pembangunan yang kapitalistik, di mana desain produksi dilakukan secara massal, bukan diproduksi oleh massa. Ekonomi “mass production” ini mensyarakatkan penguasaan modal yang besar, lahan yang luas, dan ketersediaan buruh yang cukup.

Di titik inilah, mengapa perusahaan-perusahaan besar perkebunan kelapa sawit tidak digebuk oleh rezim Jokowi walau sudah menimbulkan kebakaran hutan yang berdampak sangat besar. Pertimbangan pemerintah, jika perusahaan-perusahaan kurang ajar tersebut ditutup dan para pemiliknya dikirim ke penjara akan mempertaruhkan stabilitas perekonomian nasional. Padahal faktanya tak sedramatis itu.

Seharusnya rezim Jokowi tidak menggunakan pendekatan “too big to fail” dalam kasus-kasus semacam itu.

Oleh : El Comandante

Email : karnaketiga@yahoo.com

Share Di Social Media:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan