start over 10 Faktor Penyebab Pembekuan Darah - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Sabtu, 21 Januari 2017

10 Faktor Penyebab Pembekuan Darah

10 Faktor Penyebab Pembekuan Darah




pembekuan darah

JAKARTA. Pembekuan darah merupakan hal yang menakutkan dan bisa menyebabkan kematian.

Tentu siapa pun tak ingin hal tersebut terjadi pada tubuhnya.

Namun, apa sebenarnya pembekuan darah ini dan siapa saja yang berisiko?

Menurut Prevention.com, darah merupakan cairan dan ketika ia membeku dan mengeras menjadi padat, itu dianggap sebagai bekuan darah.

Ada beberapa jenis pembekuan darah.

Ada yang terbentuk di vena dalam bagian bawah tubuh, seperti bagian kaki yang memicu deep vein thrombosis (DVT).

Ini adalah jenis bekuan darah yang dapat terlepas dan berjalan ke bagian paru serta menyebabkan embolisme paru (PE) dan memicu kematian.

“Risiko kematian adalah nyata, terutama jika pembekuan ini tidak segera diatasi,” kata Nesochi Okeke-Igbokwe, MD, seorang dokter penyakit dalam di NYU Langone Medical Center.

Ketahui 10 faktor paling umum yang bisa meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah.

1. Duduk dalam waktu lama

Biasanya ini terjadi ketika kita berpergian dengan pesawat, mengemudi atau mengendarai mobil atau menghabiskan waktu yang lama di depan komputer ,di tempat kerja atau rumah.

“Berdirilah dan bergerak setiap 30 atau 40 menit waktu duduk Anda. Menggunakan otot-otot kaki dapat membantu menjaga darah vena Anda tetap mengalir. Meregangkan dan memanjangkan kaki dapat membantu dengan baik,” kata dokter Glenn Harnett.

2. Kehamilan

Jumlah estrogen yang berlebihan dan bersirkulasi dalam tubuh selama kehamilan bisa meningkatkan sejumlah faktor pembekuan darah.

Selain itu, kehamilan meningkatkan tekanan di bagian vena panggul dan kaki.

“Risiko pembekuan darah dari kehamilan dapat berlanjut hingga 6 minggu setelah melahirkan,” kata Harnett.

Atasi dengan aktif bergerak – berjalan, prenatal yoga dan latihan fisik lainnya selama masa kehamilan dan setelah melahirkan.

3. Tinggi dan berat badan

Obesitas membuat risiko terkena DVT meningkat akibat penurunan mobilitas yang disertai sirkulasi yang buruk.

Selain itu, banyak orang yang tidak tahu bahwa tinggi badan juga memainkan peran.

“Perempuan yang tingginya lebih dari 170 cm dan laki-laki lebih dari 180 cm risikonya lebih tinggi karena makin tinggi, makin jauh bagi darah melakukan perjalanan melakukan grativasi. Penurunan sirkulasi darah dapat menyebabkan darah terkumpul sehingga memicu pembekuan,” kata Harnett.

4. Memiliki irama jantung tak teratur

Irama jantung yang tidak teratur biasanya tidak menimbulkan gejala dan sering tak terdeteksi.

Padahal, kondisi ini dapat meningkatkan risiko pembekuan darah.

Irama jantung tak teratur mungkin menghalangi darah yang dipompa ke ventrikel.

Darah dapat menjadi lamban dan mulai menggenang di ruang atas, berpotensi menyebabkan pembentukan bekuan.

5. Pil KB

Estrogen dan progestin dalam kontrasepsi oral tertentu juga dapat meningkatkan faktor-faktor konsentrasi pembekuan darah.

Demikian juga dengan beberapa terapi pengganti hormon yang dapat meningkatkan risiko penggumpalan.

6. Kanker

Beberapa jenis kanker meningkatkan jumlah zat tertentu di dalam darah yang menyebabkan pembekuan.

Menurut penelitian, kanker otak, ovarium, pankreas, usus, perut, paru-paru dan ginjal memiliki risiko tertinggi untuk terkena DVT.

Selain itu, beberapa bentuk kemoterapi dan pengobatan pencegahan kanker juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena DVT.

Pembuluh darah yang rusak akibat kemoterapi akan melepaskan zat pro-penggumpalan yang bisa menyebabkan darah mengumpul dan membentuk gumpalan.

7. Merokok

Bahan kimia tertentu dalam asap rokok dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang mengarah ke risiko peningkatan DVT.

8. Pasca operasi

Operasi besar, terutama untuk pinggul Anda, perut bagian bawah dan kaki, meningkatkan risiko DVT Anda, kata Harnett.

Operasi tersebut akan membuat Anda sementara waktu tidak bergerak.

Selain itu, setiap trauma besar atau cedera kaki dapat meningkatkan risiko cedera pembuluh darah yang mengarah ke produksi darah beku.

9. Riwayat keluarga

Beberapa orang mewarisi gangguan yang membuat darah mereka mudah membeku.

Menurut penelitian Mayo Clinic, kondisi ini mungkin tidak menyebabkan masalah kecuali dikombinasikan dengan satu atau lebih faktor risiko.

Kondisi lainnya yang mungkin dapat meningkatkan risiko pembekuan darah adalah penyakit ginjal tertentu, sindrom antifossolipid (kondisi autoimun) dan masalah dalam vena cava inferior (vena besar yang membawa darah dari tubuh bagian bawah ke jantung).

10. Usia

Meskipun DVT dapat terjadi pada semua usia, semakin tua Anda, risikonya semakin tinggi.

Be Sociable, Share!

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan