start over 10 Hal Yang Tidak Harus Diucapkan pada Anak - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Minggu, 25 Juni 2017

10 Hal Yang Tidak Harus Diucapkan pada Anak

10 Hal Yang Tidak Harus Diucapkan pada Anak




Peran orangtua sangatlah penting. Orangtua seringkali mendidik anak dengan menasihati agar sang anak tidak “salah langkah”. Namun, ketika sedang menasihati harus berhati-hati. Dan inilah ke 10 kalimat yang tidak harus diucapkan ke sang anak.

Anak yang Baik
Penelitian menunjukkan bahwa melemparkan ungkapan kalimat seperti “Anak yang baik” atau “perjalanan masih panjang” setiap kali anak anda menguasai sebuah keahlian membuat ia tergantung kepada anda dibandingkan dengan motivasi dirinya sendiri. Hasil penelitian ini diungkap oleh Jenn Berman, seorang penasihat orangtua dan juga penulis buku The A to Z Guide to Raising Happy, Confident Kids.

Practice makes perfect
Tentunya sudah tidak asing dengan ungkapan yang satu ini, bukan? Memang benar bahwa semakin sering anak anda menghabiskan waktunya untuk latihan, akan semakin tajam bakatnya. Tetapi, pepatah ini dapat meningkatkan beban yang membuat ia merasa harus menang atau unggul. Sebaiknya, dorong anak anda untuk bekerja keras karena ia akan memperbaikinya dan merasa bangga akan kemajuan yang ia alami.

Kamu baik-baik saja
Ketika anak anda mengalami luka di lututnya dan ia menangis kesakitan, naluri anda mungkin akan meyakinkan ia bahwa ia tidak terluka parah. Tetapi memberitahu anak anda bahwa ia baik-baik saja sebenarnya hanya membuat ia merasa lebih buruk. Tugas anda adalah membantu supaya ia mengerti dan mampu menghadapi emosinya, bukan untuk mengabaikannya. Coba untuk memeluk dia dan membenarkan apa yang ia rasakan dengan berkata seperti,” Oh, memang jatuhnya cukup keras dan menyakitkan ya!” Kemudian cobalah bertanya apakah ia mau untuk diperban, diobati, dan sebagainya.

Cepatlah!
Anak anda mengulur waktu pada saat sarapan, dan anda bersikeras untuk menyuruh ia mengikat tali sepatunya karena takut terlambat. Tetapi melakukan hal seperti ini dapat membuat ia stress, kata Linda Acredolo, penulis buku dari Baby Minds. Cobalah untuk melembutkan nada bicara anda dengan berkata,”ayo cepat,” dimana pesan ini menunjukkan bahwa anda dan anak anda berada pada situasi yang sama.

Saya sedang diet
Sedang menjaga berat badanmu? Cobalah untuk merahasiakannya. Jika anak anda melihat anda menimbang berat badan setiap hari dan mendengar anda berkata bahwa anda “gemuk”, ada kemungkinan ia mengembangkan citra tubuh yang tidak sehat. Hal ini dikatakan oleh Marc S.Jacobson, seorang professor epidemiologi di Universitas Nassau Medical Center, New York. Lebih baik untuk berkata, “ Saya makan makanan yang sehat karena saya merasa suka”, “Saya harus berolahraga” , “ Di luar cuacanya sedang baik, saya mau jalan-jalan sejenak”, dan hal-hal positif lainnya. Hal ini dapat menginspirasi ia untuk ikut bergabung dengan anda.

Kita Tidak Mampu untuk Membelinya
Hal ini mudah dikatakan ketika anak anda memohon untuk membeli mainan yang diinginkannya. Tetapi dengan berkata demikian akan memiliki makna bahwa “anda tidak mengatur keuangan anda”, yang dimana bisa membuat anak merasa takut. Hal ini dikatakan oleh Jayne Pearl, seorang penulis dari Kids and Money. Pilih jalan alternatif lain untuk menyampaikan ide yang sama, seperti “ Kita tidak akan membelinya karena kita sedang menabung untuk kepentingan lain”. Jika ia bersikeras berdiskusi lebih jauh tentang itu, maka anda mempunyai kesempatan yang baik untuk memberitahu ia bagaimana untuk mengatur keuangan.

Jangan Berbicara Dengan Orang Asing
Nancy McBride, direktur pelaksana dari National Center for Missing&Exploited Children, kantor daerah Florida, di Lake Park berkata bahwa ini adalah konsep yang sulit untuk dipahami anak-anak. Meskipun orang tersebut tidak dikenal, anak anda akan berpikir bahwa ia bukanlah orang asing karena ia bertindak baik terhadap anak anda. Juga, anak-anak mungkin melaksanakan peraturan ini ke jalan yang salah dan menolak bantuan dari polisi atau pemadam kebakaran yang mereka tidak kenal. Daripada memperingatkan anak anda terhadap orang asing, cobalah untuk membuat skenario. Misalnya, “Apa yang akan kamu lakukan jika seorang pria yang tidak kamu kenal menawarkan kamu sebuah permen dan ingin mengantarkan kamu pulang”, jelaskan padanya apa yang seharusnya ia lakukan, lalu pandulah ia untuk melakukan hal yang seharusnya.

Hati-Hati
Mengatakan kalimat ini pada saat anak anda sedang bermain jungkat-jungkit di sebuah taman bermain sebenarnya bisa membuat ia benar-benar akan terjatuh. Deborah Carlisle Solomon, penulis Baby Knows Best berkata bahwa perkataan anda mengganggu ia dari apa yang ia lakukan, yang membuat ia kehilangan konsentrasinya. Jika anda merasa cemas, cobalah untuk tetap berada dekat di sisinya, tetaplah tenang, diam sebisa anda. Maka anda tetap bisa mengawasinya tanpa harus merasa khawatir.

Tidak Ada Dessert Selagi Kamu Belum Menyelesaikan Makan Malammu
Penasihat orangtua David Ludwig, serta direktur dari New Balance Foundation Obesity Prevention Center di Boston Children Hospital dan penulis Ending the Food Fight berkata bahwa memakai ungkapan seperti ini dapat mengurangi kenikmatan dari apa yang ia makan. Gantilah kalimat tersebut dengan: “ Pertama, kita akan makan dan setelah itu kita akan makan dessert.” Kalimat yang diubah akan jauh lebih memiliki dampak positif pada anak anda.

Mari Saya Bantu
Ketika anak anda sedang kesulitan untuk menyusun puzzle, hal yang wajar jika anda akan membantunya. Tetapi jangan. “Jika anda menolongnya terlalu cepat, hal ini dapat merusak kemandirian anak anda karena ia akan selalu mencari orang lain untuk mendapat jawabannya,” kata Myrna Shure, professor psikologi di Drexel University, Philadelphia dan penulis Raising a Thinking Child. Sebaliknya, tanyalah pertanyaan yang akan membantu ia mengatasi masalahnya, seperti “Apakah potongan puzzle yang besar atau kecil yang harus berada di bawah? Kenapa kamu berpikir begitu? Mari kita coba,ya.” Dan lain-lain.

Anak yang Baik
Penelitian menunjukkan bahwa melemparkan ungkapan kalimat seperti “Anak yang baik” atau “perjalanan masih panjang” setiap kali anak anda menguasai sebuah keahlian membuat ia tergantung kepada anda dibandingkan dengan motivasi dirinya sendiri. Hasil penelitian ini diungkap oleh Jenn Berman, seorang penasihat orangtua dan juga penulis buku The A to Z Guide to Raising Happy, Confident Kids.

Practice makes perfect
Tentunya sudah tidak asing dengan ungkapan yang satu ini, bukan? Memang benar bahwa semakin sering anak anda menghabiskan waktunya untuk latihan, akan semakin tajam bakatnya. Tetapi, pepatah ini dapat meningkatkan beban yang membuat ia merasa harus menang atau unggul. Sebaiknya, dorong anak anda untuk bekerja keras karena ia akan memperbaikinya dan merasa bangga akan kemajuan yang ia alami.

Kamu baik-baik saja
Ketika anak anda mengalami luka di lututnya dan ia menangis kesakitan, naluri anda mungkin akan meyakinkan ia bahwa ia tidak terluka parah. Tetapi memberitahu anak anda bahwa ia baik-baik saja sebenarnya hanya membuat ia merasa lebih buruk. Tugas anda adalah membantu supaya ia mengerti dan mampu menghadapi emosinya, bukan untuk mengabaikannya. Coba untuk memeluk dia dan membenarkan apa yang ia rasakan dengan berkata seperti,” Oh, memang jatuhnya cukup keras dan menyakitkan ya!” Kemudian cobalah bertanya apakah ia mau untuk diperban, diobati, dan sebagainya.

Cepatlah!
Anak anda mengulur waktu pada saat sarapan, dan anda bersikeras untuk menyuruh ia mengikat tali sepatunya karena takut terlambat. Tetapi melakukan hal seperti ini dapat membuat ia stress, kata Linda Acredolo, penulis buku dari Baby Minds. Cobalah untuk melembutkan nada bicara anda dengan berkata,”ayo cepat,” dimana pesan ini menunjukkan bahwa anda dan anak anda berada pada situasi yang sama.

Saya sedang diet
Sedang menjaga berat badanmu? Cobalah untuk merahasiakannya. Jika anak anda melihat anda menimbang berat badan setiap hari dan mendengar anda berkata bahwa anda “gemuk”, ada kemungkinan ia mengembangkan citra tubuh yang tidak sehat. Hal ini dikatakan oleh Marc S.Jacobson, seorang professor epidemiologi di Universitas Nassau Medical Center, New York. Lebih baik untuk berkata, “ Saya makan makanan yang sehat karena saya merasa suka”, “Saya harus berolahraga” , “ Di luar cuacanya sedang baik, saya mau jalan-jalan sejenak”, dan hal-hal positif lainnya. Hal ini dapat menginspirasi ia untuk ikut bergabung dengan anda.

Kita Tidak Mampu untuk Membelinya
Hal ini mudah dikatakan ketika anak anda memohon untuk membeli mainan yang diinginkannya. Tetapi dengan berkata demikian akan memiliki makna bahwa “anda tidak mengatur keuangan anda”, yang dimana bisa membuat anak merasa takut. Hal ini dikatakan oleh Jayne Pearl, seorang penulis dari Kids and Money. Pilih jalan alternatif lain untuk menyampaikan ide yang sama, seperti “ Kita tidak akan membelinya karena kita sedang menabung untuk kepentingan lain”. Jika ia bersikeras berdiskusi lebih jauh tentang itu, maka anda mempunyai kesempatan yang baik untuk memberitahu ia bagaimana untuk mengatur keuangan.

Jangan Berbicara Dengan Orang Asing
Nancy McBride, direktur pelaksana dari National Center for Missing&Exploited Children, kantor daerah Florida, di Lake Park berkata bahwa ini adalah konsep yang sulit untuk dipahami anak-anak. Meskipun orang tersebut tidak dikenal, anak anda akan berpikir bahwa ia bukanlah orang asing karena ia bertindak baik terhadap anak anda. Juga, anak-anak mungkin melaksanakan peraturan ini ke jalan yang salah dan menolak bantuan dari polisi atau pemadam kebakaran yang mereka tidak kenal. Daripada memperingatkan anak anda terhadap orang asing, cobalah untuk membuat skenario. Misalnya, “Apa yang akan kamu lakukan jika seorang pria yang tidak kamu kenal menawarkan kamu sebuah permen dan ingin mengantarkan kamu pulang”, jelaskan padanya apa yang seharusnya ia lakukan, lalu pandulah ia untuk melakukan hal yang seharusnya.

Hati-Hati
Mengatakan kalimat ini pada saat anak anda sedang bermain jungkat-jungkit di sebuah taman bermain sebenarnya bisa membuat ia benar-benar akan terjatuh. Deborah Carlisle Solomon, penulis Baby Knows Best berkata bahwa perkataan anda mengganggu ia dari apa yang ia lakukan, yang membuat ia kehilangan konsentrasinya. Jika anda merasa cemas, cobalah untuk tetap berada dekat di sisinya, tetaplah tenang, diam sebisa anda. Maka anda tetap bisa mengawasinya tanpa harus merasa khawatir.

Tidak Ada Dessert Selagi Kamu Belum Menyelesaikan Makan Malammu
Penasihat orangtua David Ludwig, serta direktur dari New Balance Foundation Obesity Prevention Center di Boston Children Hospital dan penulis Ending the Food Fight berkata bahwa memakai ungkapan seperti ini dapat mengurangi kenikmatan dari apa yang ia makan. Gantilah kalimat tersebut dengan: “ Pertama, kita akan makan dan setelah itu kita akan makan dessert.” Kalimat yang diubah akan jauh lebih memiliki dampak positif pada anak anda.

Mari Saya Bantu
Ketika anak anda sedang kesulitan untuk menyusun puzzle, hal yang wajar jika anda akan membantunya. Tetapi jangan. “Jika anda menolongnya terlalu cepat, hal ini dapat merusak kemandirian anak anda karena ia akan selalu mencari orang lain untuk mendapat jawabannya,” kata Myrna Shure, professor psikologi di Drexel University, Philadelphia dan penulis Raising a Thinking Child. Sebaliknya, tanyalah pertanyaan yang akan membantu ia mengatasi masalahnya, seperti “Apakah potongan puzzle yang besar atau kecil yang harus berada di bawah? Kenapa kamu berpikir begitu? Mari kita coba,ya.” Dan lain-lain.

Share Di Social Media:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan