start over Gelisah Tanpa Ponsel? Hati-hati Gejala Nomophobia - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Rabu, 29 Maret 2017

Gelisah Tanpa Ponsel? Hati-hati Gejala Nomophobia

Gelisah Tanpa Ponsel? Hati-hati Gejala Nomophobia




Fakta.co.id – Ponsel pintar atau smartphone memang banyak membantu aktivitas kita, supaya menjadi lebih praktis, seperti berkomunikasi jarak jauh, memesan makanan, memesan kendaraan, bahkan menjadi asisten pribadi untuk segala urusan.

Tapi kenyamanan ini biasanya membuat kita jadi merasa sangat bergantung kepada ponsel. Di Indonesia penggunaan ponsel mencapai 93 persen dan 77 persen di antaranya adalah smartphone.

Anda pernah merasa gelisah ketika berada jauh dari ponsel? Bahkan ada rasa takut ketika ponsel akan kehabisan baterai atau kehilangan sinyal? Itu merupakan tanda dari apa yang disebut nomophobia.

Nomophobia merupakan gejala yang berasal dari kata no mobile phobia. Remaja adalah penderita terbanyak fobia ini. Nomophobia sendiri muncul karena tanpa sadar pengguna ponsel merasa takut kehilangan komunikasi, takut kehilangan informasi, takut putus hubungan dengan orang lain, dan takut akan menjadi susah tanpa adanya ponsel.

Secara sederhana pengguna smartphone merasa mendapatkan sesuatu hal yang baru dan sesuai dengan apa yang diharapkanya. Tanpa sadar pengguna smartphone memiliki rasa puas ketika kebutuhan tersebut dikabulkan smartphone dan sulit melepaskan diri dari smartphone.

Di Inggris, perusahaan survey merilis bahwa warganya 66 persen mengalami nomophobia. Biasanya para pengguna mengecek ponselnya dalam sehari sebanyak 34 kali, dan 41 persen memiliki lebih dari satu ponsel. Sementara di Australia 9 dari 10 pengguna ponsel mengaku merasa gelisah bila jauh dari ponselnya.

Di Indonesia sendiri belum ada angka pasti pengindap nomophobia. Meski begitu tidak sedikit orang yang merasakan gejala ini.

Merasa gelisah ketika jauh dari ponsel merupakan gejala yang menyusahkan diri sendiri. Anda perlu menyadari kehadiran teknologi merupakan inovasi untuk membantu pekerjaan, bukan salah satu anggota tubuh yang perlu dicemaskan.

Kurangi obsesi untuk mengecek ponsel dengan memperhatikan keadaan lingkungan sekitar. Bicara dengan orang secara langsung merupakan komunikasi yang lebih efektif.

Menatap layar ponsel secara rutin membuat pandangan matamu terlalu dekat sehingga mata akan terasa rabun bila melihat objek yang jauh dan pedih karena radiasi layar ponsel.

Jadi, setelah selesai membaca artikel ini, beri jarak dari ponselmu dan lihat dunia yang lebih luas.

Share Di Social Media:

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan