start over REI Keluhkan Harga Jual Rumah Murah Jokowi - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Rabu, 16 Agustus 2017

REI Keluhkan Harga Jual Rumah Murah Jokowi

REI Keluhkan Harga Jual Rumah Murah Jokowi




Fakta.co.id – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mulai mengeluhkan batasan harga jual maksimal rumah murah, bagian dari program 1 juta rumah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dewan Pengurus REI Jawa Tengah menyatakan harga jual rumah murah sudah tidak sesuai dengan peningkatan harga bahan bangunan saat ini.

“Konsep dari rumah sederhana itu kan yang penting sehat, tetapi banyak konsumen yang ingin beberapa materialnya lebih baik sehingga berdampak pada meningkatnya harga rumah,” kata Wakil Ketua REI Jawa Tengah Bidang Tata Ruang Joko Santoso di Semarang dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (10/2).

Joko berpendapat beberapa material yang sebetulnya dapat diganti dengan bahan lain tetapi tetap digunakan pada bangunan rumah sederhana di antaranya batu bata dan genteng beton.

“Seharusnya ini bisa menggunakan material lain misalnya batako dan genteng yang tidak perlu dari beton, tetapi ternyata konsumen tidak mau seperti itu,” katanya.

Mengingat material bangunan yang digunakan berdampak pada melonjaknya harga rumah, REI Jawa Tengah menurutnya tengah mengusulkan peningkatan harga rumah sederhana dari batasan maksimal Rp116 juta menjadi Rp200 juta.

Namun, usulan tersebut menurut Joko juga mengandung risiko. Pasalnya dengan harga jual yang lebih tinggi, maka risiko yang dihadapi para pengembang rumah murah adalah kesulitan memasarkan produknya karena program rumah murah ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kisaran Rp4,5 juta.

“Idealnya dengan harga rumah mencapai Rp200 juta, upah yang diterima masyarakat seharusnya Rp5,5 juta-Rp6 juta per bulan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Joko berharap Pemerintah dapat memahami kondisi yang dialami pengembang terutama yang mengerjakan proyek rumah murah. Salah satu bantuan yang bisa diberikan untuk menekan harga jual ke konsumen adalah dengan menyediakan tanah bagi pengembang.

Menurut dia, peningkatan harga tanah dari waktu ke waktu tidak hanya berpengaruh terhadap harga rumah tetapi juga berdampak pada sulitnya para pengembang memperoleh tanah.

“Mengenai harga tanah ini jika tidak bisa dikendalikan maka akan sulit membangun rumah murah. Dengan ditekannya harga tanah paling tidak dapat menyeimbangkan tingginya harga material bangunan yang kami gunakan,” katanya.

Program rumah murah diluncurkan Pemerintahan Jokowi sejak Mei 2015 lalu untuk memenuhi kekurangan rumah (backlog) di Indonesia sebanyak 13,5 juta. Bagi pengembang yang menggarap rumah murah, pemerintah memberikan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN). Sementara bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah murah, pemerintah memberikan bantuan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan harga relatif murah dan bunga cicilan rendah.

Harga jual rumah murah, dipatok pemerintah berbeda-beda untuk setiap wilayah yaitu:

– Jabodetabek Rp 120 juta per unit
– Pulau Jawa (non-Jabodetabek) Rp105 juta per unit
– Sumatera (kecuali Bangka Belitung) Rp105 juta per unit
– Kalimantan Rp118 juta per unit
– Sulawesi Rp110 juta per unit
– Papua dan Papua Barat Rp165 juta per unit

“Kalau rumah komersial uang muka dipatok 20 persen, rumah bersubsidi ini hanya menetapkan uang muka sebesar 1 persen dari harga jual. Begitu pula bunga kreditnya hanya sekitar 5 persen yang bisa dicicil hingga 20 tahun,” tandas Pratikno, Menteri Sekretaris Negara tahun lalu.

Be Sociable, Share!

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan