start over Hasil Survei "Persepsi Pemilik Suara Munas Partai Golkar" - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Senin, 29 Mei 2017

Hasil Survei “Persepsi Pemilik Suara Munas Partai Golkar”

Hasil Survei “Persepsi Pemilik Suara Munas Partai Golkar”




Fakta.co.id – Pusat Penelitian dan Pengembangan Fakta (Puslitbang Fakta) Bidang Polhukam telah berhasil mengadakan survei tentang Persepsi Pemilik Suara Munas Partai Golkar, yang betujuan untuk melihat beberapa pandangan dari para pemilik suara Munas Golkar terkait gelaran Munas yang dipercaya akan dilakukan selambat-lambatnya pada bulan Mei 2016 mendatang.

Survei ini dilakukan antara 24 Februari – 4 Maret 2016 dengan menggunakan 100 orang responden. Responden adalah para ketua DPD II Partai Golkar Munas Riau yang dipilih secara acak (probability sampling) dengan menggunakan proses pengambilan Sampling Acak Klaster (Cluster Random Sampling) yang artinya Komposisi responden di ambil mempertimbangkan proporsi antara jumlah DPD II Partai Golkar di setiap daerah.

Dengan menggunakan 100 responden, Margin of Error (MoE) survei ini sebesar +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Proses pengumpulan data dilaksanakan dari tanggal 24 Februari – 4 Maret 2016, dengan mewawancarai responden melalui sambungan telpon dan menggunakan kuesioner terstruktur. Responden diketahui adalah para Ketua DPD II Partai Golkar hasil Munas Riau  saat survei dilakukan.

Dalam survei ini Puslitbang Fakta memberikan 7 pertanyaan terstruktur terhadap 4 persepsi penting pemilik suara terhadap Partai Golkar.

  1. Persepsi Responden Tentang Kondisi Partai Golkar.

Dalam beberapa survei dan opini yang berkembang, Partai Golkar sudah mengalami penurunan elektabilitasnya dimata masyarakat dikarenakan perpecahan internal dan beberapa skandal yang melibatkan kader partai. Hal ini tentu menjadi catatan penting bagi internal partai dikarenakan Partai Golkar adalah salah satu partai pemenang pemilu 2014 dengan total raihan suara 18.432.312 (14,75 %) pada Pemilu yang lalu.

Dengan dasar pandangan di atas maka Puslitbang Fakta memberikan pertanyaan kepada responden sebagai berikut:

“ Beberapa survei menyatakan bahwa suara Golkar saat ini sudah terpuruk karena perpecahan, apakah anda setuju? “

Atas pertanyaan tersebut responden yang menjawab setuju sebesar 72% dan yang menjawab tidak setuju sebesar 28%

  1. Persepsi Responden Tentang Munas sebagai Jalan Keluar

Dualisme kepengurusan yang melibatkan dua kubu yakni kepengurusan Munas Bali dan kepengurusan Munas Ancol delam satu setengah tahun terakhir telah membuat ketidak stabilan di dalam tubuh partai beringin tersebut. Terbukti saat gelaran pilkada serentak kemarin Golkar tidak dapat bicara banyak, karena Golkar hanya berhasil memenangkan pemilihan di 49 daerah.

Dengan dasar pandangan di atas maka Puslitbang Fakta memberikan pertanyaan kepada responden sebagai berikut:

“ Munas yang akan datang dipercaya akan membuat Golkar menjadi lebih baik, apakah anda setuju? “

Atas pertanyaan tersebut 100% responden menyatakan setuju. Dalam kata lain seluruh responden menginginkan munas sebagai satu satunya jalan keluar atas kondisi Golkar saat ini.

  1. Persepsi Responden Tentang Money Politics dalam tubuh Golkar.

Dalam beberapa pemberitaan baru baru ini masyarakat dihebohkan dengan anggapan bahwa munas Golkar cenderung berbau money politics dalam sebagian prosesnya dan mengesankan hal itu sudah menjadi tradisi di dalam gaya permainan politik Golkar. Tentu hal ini tentu sangat merugikan bagi image partai Golkar itu sendiri. Berdasarkan isu diatas maka Puslitbang Fakta memberikan pertanyaan kepada responden sebagai berikut:

“ Apakah anda setuju bahwa Munas Golkar kali ini harus bebas dari Money Politics? “

Atas pertanyaan tersebut 95% menjawab setuju, 2% menjawab Tidak setuju dan 3% tidak bersedia menjawab.

“ Berapakah biaya transport untuk daerah yang anda anggap sebagai money politics? “

  1. Diatas 10 juta
  2. Diatas 20 juta
  3. Diatas 30 juta

Atas pertanyaan tersebut  11% menjawab diatas 10 juta, 11% menjawab diatas 20 juta, 29% menjawab diatas 30 juta, dan yang menjadi menarik adalah 49% responden tidak bersedia menjawab.

  1. Persepsi Responden Tentang Caketum Ideal

Ketua umum Partai golkar yang terpilih nanti diharapkan sanggup membawa golkar ke arah yang lebih baik. Tentu hal ini menuntut Ketum terpilih nanti harus memberikan kontribusi secara total terhadap partai Golkar. Atas pertimbangan tersebut maka Puslitbang Fakta memberikan pertanyaan kepada responden sebagai berikut:

“ Ketum Golkar terpilih nanti harus memberikan100% waktunya untuk Golkar sehingga dia tidak boleh rangkap jabatan, apakah anda setuju? “

Atas pertanyaan ini 59% responden menjawab setuju dan, 41% responden menjawab tidak setuju.

Mengingat 40% lebih pemilih di Indonesia memiliki latar belakang suku Jawa, dan 58% pemilih juga ada di pulau Jawa. maka muncul konsep pemikiran bahwa Golkar akan tetap besar apabila Golkar dipimpin oleh orang Jawa. Atas dasar konsep tersebut maka Puslitbang Fakta memberikan pertanyaan kepada responden sebagai berikut:

“ Ada persepsi apabila Golkar dipimpin oleh orang jawa akan membuat Golkar lebih besar, apakah anda setuju? “

Atas pertanyaan ini sebesar 38% responden mengatakan setuju dan 62% mengatakan tidak setuju.

Mengingat banyaknya Caketum golkar pada munas mendatang, maka Puslitbang Fakta berusaha merangkum daftar Caketum menjadi 8 besar Caketum yang dianggap Potensial dalam pertarungan menuju Golkar 1. Dari 8 Nama yang disebutkan, para responden diminta menyebut masing-masing 3 nama yang mereka anggap Caketum terbaik versi mereka. Berikut adalah hasil dari pertanyaan tersebut.

 

Ade Komarudin             :           48 %

Priyo budi Santoso        :           38 %

Idrus Marham               :           37 %

Setya Novanto             :           35 %

Erlangga Hartato          :           32 %

Mahyudin                     :           28 %

Aziz Syamsudin            :           28 %

Syahrul Yasin Limpo     :           15 %

Atas pertanyaan terakhir sebanyak 13 orang responden tidak bersedia untuk menjawab.

Melihat paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Golkar sudah menyadari bahwa mereka harus bangkit dari keterpurukan dan perpecahan yang melanda partai tersebut. Semua responden percaya bahwa Golkar membutuhkan sebuah gelaran Munas sebagai sarana membawa partai kearah yang lebih baik. Figur pemimpin yang memiliki ide dan gagasan yang tajam tetap dinantikan oleh partai ini, dan faktor suku juga tetap mendominasi penilaian sebagian responden dalam memberikan suaranya nanti.

Peta kekuatan elektabilitas para calon yang disebutkan oleh responden juga tidak kalah menarik, Puslitbang Fakta melihat akan ada pertarungan sengit dalam perebutan kursi Golkar 1 nanti. Mengingat cara berpolitik para kader Golkar yang sudah sangat matang hingga di level daerah sekalipun, maka hasil diatas masih sangat mungkin berubah disaat-saat waktu mendekati Munas.

(Red.)

Share Di Social Media:

Tags: , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

10 Responses

  1. Taufik Hidayat Priyatna10 Maret 2016 at 21:19Reply

    M T S’ = Mâs’ Tômmy SoéHártô !

  2. Saizipopung10 Maret 2016 at 21:41Reply

    Bung tomy,,,ayo bangkit

  3. Reyhan Yvci10 Maret 2016 at 21:51Reply

    brita ng penting….mw jungkir balik orang partai biarin…pd ng urus rkyat.,mlah ributin posisi…

  4. Denis Mahesa Sugiarto10 Maret 2016 at 22:27Reply

    Ngewe

  5. Muslim Jefri10 Maret 2016 at 23:36Reply

    tomy suharto anak nya presiden yg otoriter…dan koruptor…
    dicendana banyak uang negara…
    yg dirampas sama bpaknya..
    disitu bsa kta menyipulkan orang saja bnyak diculik dan dibunuhnya dan diilangkan…
    apa lgi uang negara….

  6. Muslim Jefri10 Maret 2016 at 23:38Reply

    negara harus usut uang tomy suharto dan kembalikan kenegara

  7. Aditya Rizzi Irawan11 Maret 2016 at 01:15Reply

    Klo parai ini punya moral dn malu, thun 98 udh mmbubarkan diri, prtai yg mrusak indonesia slama lbih dri 30thun, sarang pnyamun..

  8. Robert Radja11 Maret 2016 at 06:35Reply

    Doaku golkar kembali rukun, damai,bersatu padu,kuat,perkasa,dan jaya spt dahulu kala dgn membuang sgl keegoan,keangkuhan,dan ketamakan dr semua anggota dan simpatisan golkar krn golkar bukan milik kita ttp milik anak cucu yg akan datang.

  9. Andi Herman Patarai11 Maret 2016 at 07:05Reply

    Tommy Slamatkan Indonesia

  10. Kamal Syam11 Maret 2016 at 07:10Reply

    Hayo bung REBUT KEMBALI..!!!

Tinggalkan Balasan