start over 10 Tips Mengatakan 'Tidak' Pada Anak - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Minggu, 25 Juni 2017

10 Tips Mengatakan ‘Tidak’ Pada Anak

10 Tips Mengatakan ‘Tidak’ Pada Anak




Fakta.co.id – Seringkali mencegah sesuatu hal yang tidak diperbolehkan bagi anak membuat orang tua bingung. Penggunaan kata “Tidak” bukanlah pilihan tepat untuk membujuk anak, bahkan peneliti sepakat kata “Tidak” hanya menghantarkan anak pada kebencian dan tanda tanya yang dapat membuatnya memberontak.

Menurut Audrey Ricker, Psy.D, menggunakan kata “Tidak” terlalu sering dapat membuat anak semakin tak tahu makna di balik kata itu. Sebaiknya beri pendekatan yang tenang, ulasan yang jelas dan ringkas, mengapa tak boleh.

Untuk itu coba 10 kalimat berikut untuk menghindari kata “Tidak”:

1. “Ibu tahu adik suka es krim, tapi makan terlalu banyak tidak baik.”
David Walsh, Phd. mengatakan, jika orang tua menolak permintaan si kecil baiknya beri mereka alternatif lain yang lebih sehat, misalnya yoghurt. Hindari memberi janji, “Mungkin besok atau nanti”. Balita belum memahami waktu yang sangat baik, kapan waktu yang tepat memakan es krim, mereka hanya menginginkan apa yang sekarang diinginkan. Tawarkan dengan hangat, namun tegas untuk mengalihkan keinginannya tanpa protes darinya.

2. ”Makanan untuk dimakan bukan untuk dilempar.”
Makanan pada balita seringnya dijadikan mainanya, bahkan di antaranya dilempar dan sengaja diserakkan. Untuk itu orang tua tidak perlu berteriak menghardiknya, untuk menghabiskan makanan. Berikan penjelasan mengapa makanan tidak layak diberlakukan seperti itu. Begitupula dalam kegiatan lainnya seperti melompat-lompat di atas kasur atau melempar buku, katakan bagaimana seharusnya ia menyikapi barang-barangnya.

3. “Jangan dihancurkan, mari ibu ajarkan cara bermainnya.”
Seringkali rasa tidak sabar balita membuatnya jenuh dan mengacaukan permainannya sendiri seperti saat menyusun puzzel atau membuat lego, justru melihat mainanya hancur membuat mereka merasa senang. Kesulitannya di sini, kebanyakan balita tidak ingin diberi bantuan bagaimana caranya bermain. Namun jika orang tua berhasil meyakinkan dirinya, tidak hanya komunikasi yang berhasil upaya tersebut juga mengajarkannya empati untuk mau mendengarkan saran orang lain.

4. ”Mereka perlu tumbuh, untuk itu harus diperlakukan lembut.”
Balita banyak yang merasa gemas dengan tumbuhan atau hewan yang menurutnya unik. seringkali kita mendapati mereka sedang meremas atau memberlakukan kasar hewan dan tumbuhan. Lagi-lagi pendekatan hangat harus dijelaskan bahwa tumbuhan dan hewan juga makhluk hidup yang harus disayang agar mereka dapat tumbuh. “Bunga yang adik robek sama saja melukainya, jadi rawat bunga yang lain agar tidak terluka lagi”.

5. ”Ibu selalu menggunakan kata-kata, tidak dengan tangan.”
Kalimat tersebut lebih tepat daripada berkata “Tidak boleh memukul adikmu”, kapasitas balita masih sangat terbatas untuk memahami arti kekerasan. Bantu tenangkan mereka ketika muncul perselisihan, umumnya salah satu akan menunjukkan ekspresi berlebihan untuk menunjukan perhatian. Buat kedua saudara tersebut berbaikan dan berpelukan agar keduanya merasakan pengendalian perasaan.

6. ”Ibu tidak mengerti bila adik terus merengek, katakanlah dengan suara yang jelas.”
Banyak hal yang tidak dapat dijelaskan anak, membuatnya memberontak dan merengek, misal kakinya mengalami kesemutan. Namun karena keterbatasan perbendaharaan kata, anak tidak mengerti, kesemutan yang ia alami mengganggunya namun juga sulit ia ceritakan. Itulah alasan jangan terlalu cepat menyimpulkan untuk memarahinya. Tangani dengan perlahan, ajak ia berbicara pelan-pelan agar yang menjadi masalahnya dapat diselesaikan.

7. ”Hati-hati, ibu akan menangkapmu.”
Ungkapkan dengan gaya bergurau, karena mendisiplinkan balita yang cenderung keras kepala untuk mendapatkan perhatiannya dengan cara mengajaknya bercanda. “Jika sekali lagi membuang sampah sembarangan, ibu akan menggelitiki tanpa ampun.” peringatan setengah humor tersebut jauh lebih didengarkannya, ketimbang harus memerintahnya.

8. “Hmm, bolehkah ibu memiliki telepon, dan adik memiliki mainan ini.”
Telepon merupakan alat komunikasi penting yang tidak boleh menjadi mainan balita. Menggantikan permainannya jauh lebih baik daripada menghentikannya, karena di lain kesempatan ia tidak akan mau lagi memberi mainanya kepada ibu.

9. ”Pakai sepatumu, dan lepaskan hanya di rumah.”
Mengajarkan disiplin agar mereka menggunakan pakaian mereka di tempat yang tepat, seperti rapikan pakaianmu di rumah sebelum keluar rumah.

10. ”Berhenti itu berbahaya.” atau “Itu panas.” 
Menjelaskan sesuatu berbahaya tidak harus selalu mengandalkan nada bicara tinggi, karena akan mengantarkan frekuensi ketakutan pada anak. Peringatkan, segera ambil tindakan agar ia menjauhi obyek yang bahaya tersebut.

Share Di Social Media:

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan