start over 12 Hal Kecil Yang Lebih Berbahaya Dari Selingkuh - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Minggu, 24 September 2017

12 Hal Kecil Yang Lebih Berbahaya Dari Selingkuh

12 Hal Kecil Yang Lebih Berbahaya Dari Selingkuh




Fakta.co.id – Perselingkuhan kerap disebut sebagai perbuatan yang dapat memusnahkan suatu hubungan. Seringkali, selingkuh pun dianggap sebagai sebuah dosa yang tak termaafkan.

Padahal sebenarnya ada banyak sikap yang dapat memicu putusnya sebuah hubungan, selain perselingkuhan. Sekiranya ada 12 perilaku kecil yang seringkali tak terlihat dan tak disadari dilakukan dalam sebuah hubungan.

Sikap yang tadinya dianggap kecil itu kerap memicu pertengkaran yang besar dan membahayakan hubungan.

Berikut adalah 12 sikap yang seringkali menjadi pemicu berakhirnya sebuah hubungan.

1. Berbohong dan menyembunyikan sesuatu dari pasangan

Meskipun Anda melakukannnya atas nama cinta atau menjaga perasaan pasangan, menyembunyikan sesuatu dari pasangan dapat menumbuhkan masalah yang lebih besar. Dari sana bakal muncul ketidakpercayaan yang berujung merusak hubungan. “Anda harus bisa menceritakan semua hal kepada pasangan Anda. Kalau Anda menyembunyikan sesuatu, maka itu akan menyakiti mereka. Sebaiknya Anda tidak pernah berencana menyembunyikan sesuatu,” tulis Esquire.com.

2. Menahan perasaan kasih sayang kepada pasangan

Entah itu kasih sayang dalam bentuk sentuhan, menanyakan hal-hal yang bersifat personal, atau membantu satu sama lain ketika mengalami masalah; tidak mampu menunjukkan itu semua dapat menimbulkan keraguan atas hubungan.

3. Menyimpan kebencian

VoxMeretricis menuliskan, “ketika kebencian itu terungkap, maka rusak sudah hubungan itu.” Kebencian seringkali dipupuk dari sikap diam dan berakhir dalam sebuah ledakan yang menghancurkan hubungan.

4. Kurang komunikasi

Minim komunikasi tak hanya dapat diartikan dengan tidak adanya pesan singkat yang rutin dikirim setiap hari. Ketidakmampuan dalam bercerita tentang hal-hal yang menyusahkan hati juga menjadi penyebab masalah.

5. Keras kepala dan berkukuh tentang satu hal

Ini adalah bentuk lain menolak kompromi akan satu hal. Jika Anda menyukai seseorang, Anda harus rela untuk berkompromi. Pasangan yang hanya ingin didengarkan pendapatnya pada dasarnya hanya berhubungan dengan dirinya sendiri.

6. Bercekcok tentang hal-hal umum, kebiasaan sehari-hari ataupun pekerjaan

Ribut-ribut tentang giliran siapa membuang sampah sering kali dianggap sebagai hal kecil. Namun sebenarnya, ketika itu dilakukan dalam kurun waktu yang lama, maka keributan dapat berubah menjadi peperangan.

7. Sikap merendahkan

Mengeluarkan ungkapan-ungkapan yang dapat merendahkan pasangan hanyalah salah satu cara untuk menunjukkan salah satu pihak lebih kuat dari yang lain. Kekuatan yang tak seimbang itu disebut lebih parah dibandingkan dengan berselingkuh. Alasannya, sikap tersebut dapat membuat salah satu pihak merasa tersakiti secara mental, bahkan setelah hubungan sudah selesai.

8. Bertahan dari hubungan yang sudah tak lagi nyaman

Entah itu karena Anda tidak ingin mengecewakan keluarga jika hubungan Anda dengan pasangan putus, atau mungkin karena Anda sudah terlanjur memiliki rencana wisata beberapa bulan lagi, bertahan tetap berada di hubungan yang sudah tak lagi nyaman hanya akan memupuk kekesalan.

9. Manipulasi

Perasaan telah dimanipulasi oleh pasangan menjadi hal yang sangat sulit disadari oleh seseorang. Kalaupun pada akhirnya nanti disadari, maka pihak yang dimanipulasi akan kehilangan kepercayaan diri.

10. Kecemburuan

Meski tidak benar-benar ada perselingkuhan, namun kecemburuan dapat memicu kecurigaan yang akan merusak hubungan.

11. Salah menunjukkan karakter di awal hubungan

Mengatakan tidak mencari hubungan yang serius namun Anda meladeni ajakan seseorang, dipastikan dapat membuat sebuah hubungan tidak bertahan lama. Baiknya, Anda langsung menunjukkan karakter Anda pada saat hubungan baru dimulai.

12. Tetap bersama karena sudah ketergantungan

Tetap bersama karena Anda sudah menggantungkan hidup kepada pasangan, atau sekadar tak ingin berstatus single, dianggap dapat menimbulkan perasaan terganggu setiap hari. Alasannya, kala itu dipastikan sudah tak ada lagi chemistry satu sama lain.

Be Sociable, Share!

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan