start over Nasib Buruk Menjadi 'Bridesmaid' Di China - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Senin, 29 Mei 2017

Nasib Buruk Menjadi ‘Bridesmaid’ Di China

Nasib Buruk Menjadi ‘Bridesmaid’ Di China




Fakta.co.id – Di negara Barat, menjadi pengiring pengantin adalah sebuah kehormatan. Biasanya pengiring pengantin dipilih dari sahabat atau saudara terdekat. Namun kondisi ini nyatanya berbeda dengan di China.

Menjadi bridesmaid atau pengiring pengantin di China diterjemahkan sebagai maids of dishonor. Di China, menjadi bridesmaid berarti benar-benar menjadi maid atau ‘pembantu’ dalam artian sebenarnya.

Mengutip Odddity Central, bridesmaid di China harus minum minuman beralkohol dalam jumlah besar menggantikan si calon pengantin. Bukan cuma itu, mereka juga harus rela diraba-raba dan mengalami semua bentuk lain dari pelecehan. Bridesmaid juga harus mengambil bagian dalam adat tradisional China, yang sebagian besar dianggap sangat vulgar.

Pada abad pertengahan, pengiring pengantin di China akan berpakaian seperti layaknya pengantin. Hal tersebut dilakukan karena mereka akan menjadi ‘umpan’ untuk klan saingan yang ingin menculiknya.

Namun seiring berubahnya waktu dan adanya hukum pernikahan, tradisi tersebut tak lagi dilakukan. Hanya saja, bridesmaid masih berfungsi sebagai pelindung pengantin. ‘Pekerjaan’ mereka masih tetap berbahaya.

Bahkan saat ini, tak sedikit bridesmaid di China yang dipermalukan baik secara fisik atau seksual. Parahnya ada beberapa yang akhirnya kehilangan nyawanya saat berupaya menjalankan tugasnya di pesta pernikahan.

Sebagai contohnya, setiap kali pernikahan digelar di China, pengantin baru harus melakukan toast bersama setiap tamu yang hadir. Ini berarti ada banyak alkohol yang harus diminum sang pengantin. Dalam upaya untuk melindungi kehormatan pengantin perempuan, bridesmaid harus menggantikannya minum alkohol.

Banyaknya alkohol yang diminum seringkali menyebabkan si bridesmaid mengalami keracunan alkohol, dalam kasus ekstrem menyebabkan kematian. Pada September lalu, dilaporkan seorang bridesmaid berusia 28 tahun di Wenchang, provinsi Hainan, meninggal dunia setelah dipaksa minum alkohol dalam jumlah banyak.

Tapi minum dengan tamu hanyalah sebagian kecil dari tugas bridesmaid di China. Karena mereka bertindak sebagai simbol ‘rintangan’ sebelum pengiring pengantin pria bisa masuk ke kamar pengantin, sang bridesmaid kadang-kadang harus menanggung pelecehan secara verbal dan fisik dari pengiring pengantin pria atau tamu-tamu lain. Belum lagi jika ‘keluarga’ pria ini mabuk.

Dalam kasus yang lain pengiring pengantin juga harus melalui ritual yang merendahkan mereka, misalnya menjilati pisang, melucuti bajunya, dilecehkan, bahkan diserang.

Pada 2015, sebuah video pernikahan di Hainan memperlihatkan seorang pengiring pengantin yang tubuhnya diraba-raba oleh tamu laki-laki. Saat dia mencoba menghentikannya, dia justru dikeroyok banyak orang dan diraba-raba. Sedangkan dua tahun sebelumnya, pada 2013, pengiring pengantin bahkan dilaporkan diperkosa oleh dua pengiring pengantin pria.

Karena mimpi buruk ini, semakin banyak perempuan yang tak bersedia menjadi bridesmaid sekalipun untuk sahabat dan kerabatnya. Ini dianggap sebagai tugas yang berbahaya.

Hanya saja, di sisi lain, kondisi tersebut justru jadi sebuah peluang usaha, penyewaan bridesmaid profesional. Bisnis ini tengah booming di China. Banyak pengantin yang akhirnya juga menyewa pengiring pengantin profesional. Biaya sewanya mencapai 200-800 yuan (Rp388 ribu- 1,5 juta) per penikahan.

Pengiring pengantin profesional kini sudah jadi hal umum di pesta pernikahan China. Bahkan jasa mereka sudah ditawarkan di lebih dari 50 perusahaan jasa pernikahan di China. Kebanyakan adalah pekerja sampingan di akhir pekan untuk mendapat penghasilan tambahan.

Meski banyak yang menganggap mereka adalah bridesmaid palsu, namun mereka mengklaim bahwa mereka lebih siap menghadapi rintangan tersebut dibanding amatir.

“Pengiring pengantin profesional seperti saya lebih tangguh daripada amatir,” kata salah satu bridesmaid kepada The Financial Times.

“Beberapa pria terbaik akan menggoda pengiring pengantin, tapi profesional seperti saya bisa mengatasi rasa malu dengan mudah dan cepat. Itulah salah satu alasan yang menurut saya jadi alasan mengapa orang harus mempekerjakan saya, untuk melindungi teman-teman mereka.”

Share Di Social Media:

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan