start over 'Sindrom Baby Blues' Pada Wanita Setelah Melahirkan, Wajar Atau Tidak? - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Kamis, 30 Maret 2017

‘Sindrom Baby Blues’ Pada Wanita Setelah Melahirkan, Wajar Atau Tidak?

‘Sindrom Baby Blues’ Pada Wanita Setelah Melahirkan, Wajar Atau Tidak?




Fakta.co.id – Hamil anak pertama merupakan sensasi luar biasa bagi calon ibu. Meski begitu, kehamilan akan memiliki banyak peran untuk wanita.

Perut yang semakin besar selama 9 bulan selalu dinantikan dengan sabar oleh sang ibu. Tetapi, seusai melahirkan, sindrom baby blues menjadi masalah utama bagi hampir 80 persen wanita di luar sana. Tanda-tanda baby blues antara lain rasa sedih, cemas, mudah tersinggung pasca-melahirkan.

“Ada sebuah kejadian ibu memutilasi anaknya itu awalnya karena baby blues,” jelas psikolog anak, Ajeng Raviando Psi.

Baby Blues adalah hal yang wajar sebenarnya karena diawali oleh perubahan peran bagi wanita menjadi ibu baru. Perubahan peran itu seiring dengan waktu akan menyesuaikan.

“Tetapi kalau baby blues-nya sudah kena ke psikiotik maka ibu tersebut sudah mengalami gangguan jiwa,” jelasnya.

Oleh karena itu, ibu harus banyak percaya diri dengan dirinya sebagai orang tua baru, dikarenakan semua tidak ada yang sempurna.

“Kunci utama adalah kepercayaan diri, dikarenakan dari sana itu adalah kunci untuk mengatasi baby blues,” tuturnya.

Share Di Social Media:

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan