start over Pria California Tinggalkan Kuliah Kedokteran Demi Jadi Chef Ganja - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Minggu, 19 November 2017

Pria California Tinggalkan Kuliah Kedokteran Demi Jadi Chef Ganja

Pria California Tinggalkan Kuliah Kedokteran Demi Jadi Chef Ganja




Fakta.co.id – Bagi sebagian orang, titel dokter tentu membanggakan. Namun tidak demikian halnya bagi Chris Sayegh. Ia lebih nyaman memakai kostum putih ala chef, ketimbang jas putih khas dokter.

Sebagaimana dikabarkan laman Metro, Chris meninggalkan kuliah kedokteran, padahal baru memasuki tahun ke-dua. Ia merasa dunia medis tak sesuai untuknya. Ia pun memutuskan menjadi chef: memadukan kegemaran memasak serta menikmati mariyuana.

“Saya sedang kuliah tahun ke-dua di University of California, Santa Cruz, AS, saat melihat visi diri saya sendiri memasak di dapur keren seluruh dunia. Saat itu juga saya memutuskan tidak akan membiarkan seorang pun membuat keputusan untuk saya.”

Chris bertekad mempertanggungjawabkan kehidupannya sendiri. “Dengan kata lain, sejak saat itu, kehidupan saya berubah drastis,” kata Chris. Ia tak gentar, sekalipun pekerjaan dapur juga tidak lebih mudah dari pekerjaan medis.

Diakui Chris, tayangan televisi yang memperlihatkan chef kawakan Gordon Ramsay naik pitam di dapur, memarahi timnya, itu bukan mengada-ada. “Itu benar-benar terjadi,” katanya. Tapi ia sudah bertekad jadi chef, dan siap menanggung risikonya.

Chris rela bekerja 15 jam sehari, enam hari seminggu, sekalipun merasa babak belur, demi menggapai mimpi menjadi chef. “Setiap hari bernilai,” kata pemilik sekaligus pemimpin The Herbal Chef, yang terkenal lewat racikan menu berbahan baku ganja.

Hampir tiap menu yang dibuat Chris dibubuhi ganja. Tentu saja, tak sembarang orang bisa masuk dan bersantap di restoran milik Chris. Hanya mereka yang telah berusia 21 tahun dan bisa memperlihatkan kepemilikan kartu medial marijuana.

Chris membuat masakan menggunakan minyak yang mengandung ekstrak tetrahydrocannabinol (THC), komponen psikoaktif dari ganja. Meski begitu, ia menjamin cita rasa ganja tidak menonjol di setiap menu masakan yang dibuatnya.

Lalu, benarkah pengunjung restorannya tidak sadarkan diri? Dengan lugas, pria California ini menjawab, “Ya! Menyenangkan melihat perubahan kala malam. Semula orang-orang berbincang. Lama-kelamaan mereka terkekeh di sofa.”

Be Sociable, Share!

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan