start over 'Train To Busan' Dinobatkan Sebagai 'Asian Blockbuster Film 2016' - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Senin, 23 Oktober 2017

‘Train To Busan’ Dinobatkan Sebagai ‘Asian Blockbuster Film 2016’

‘Train To Busan’ Dinobatkan Sebagai ‘Asian Blockbuster Film 2016’




Fakta.co.id – Film Korea Selatan ‘Train to Busan’ dinobatkan sebagai ‘Asian Blockbuster Film 2016’ dalam ajang International Film Festival & Award Macao.

Film yang disutradarai Yeon Sang-ho (Seoul Station) itu meraih sukses besar tidak hanya di negara asalnya, tapi juga berhasil mengumpulkan total raihan hingga US$ 80,1 juta dari penjualan tiket.

Di beberapa negara di kawasan Asia, film ini juga menjadi film yang sukses mencuri perhatian dan diminati.

Mengutip Variety, sukses film ini di Asia membuatnya juga akan didaur ulang dalam versi Bahasa Inggris oleh studio film Gaumont, Perancis.

Film tersebut juga menjadi salah satu fokus pembahasan dalam diskusi yang digelar bertajuk, ‘Development of Genre Cinema in Asia-Train to Busan: Return ticket for Asian commercial cinema’.

Panelis dalam pembahasan tersebut akan mengupas keterkaitan sukses film ini dan genre film yang dapat menjadi acuan sukses di sinema Asia.

Sebagai pembicara, hadir produser film Lee Dong-ha dan perwakilan dari distributor film Asia.

Penghargaan sebagai Film Blockbuster Asia tahun ini diberikan pada malam penghargaan yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Desember mendatang. Dikabarkan selain produser Lee, sejumlah pemeran juga turut hadir, antara lain Kim Su-an, Kim Eui-sung dan Choi Woo-sik.

Film Train to Busan menceritakan tentang perjuangan bertahan hidup sejumlah penumpang dari kejaran orang-orang yang terkena virus misterius di kereta cepat menuju Busan. Film ini sukses mengaduk-aduk emosi sepanjang film.

Didaur ulang

Studio film Gaumont Perancis telah membeli hak untuk daur ulang film Train to Busan dalam versi bahasa Inggris.

Ketertarikan akan film ini muncul ketika film ini tayang perdana di Festival Film Cannes pada Mei lalu, dan dengan cepat mencuri perhatian studio film besar lainnya, termasuk Fox, Sony, Studiocanal dan EuropaCorp. Gaumont memenangkan hak akan film ini.

Mengutip Blastr, CEO Gaumont, Sidonie Dumas mengatakan keinginan untuk daur ualng film ini muncul di Cannes ketika hampir semua kru menyukainya. dan tak sabar untuk memulai pengambilan gambar adaptasinya di Los Angeles, AS.

Be Sociable, Share!

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan