start over 10 Seniman Terkenal Yang Meninggal Dunia Pada 2016 - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Minggu, 25 Juni 2017

10 Seniman Terkenal Yang Meninggal Dunia Pada 2016

10 Seniman Terkenal Yang Meninggal Dunia Pada 2016




Fakta.co.id – Dunia kehilangan sejumlah talenta di bidang seni pada 2016. Mulai aktor, musisi, hingga penulis dari dalam dan luar negeri meninggalkan karya dan nama di Tahun Monyet Api ini. Berikut 10 seniman terkenal yang meninggal tahun ini:

1. David Bowie (69)

Penyanyi legendaris bergaya nyentrik asal Inggris, David Bowie tutup usia karena penyakit kanker hati yang dideritanya selama 18 bulan. Pelantun Space Oddity itu meninggal pada 10 Januari 2016, hanya berselang tiga hari setelah hari ulang tahunnya.

Bowie merintis kariernya sejak 1962 dengan merilis album perdana berjudul David Bowie. Kariernya semakin melejit ketika album ke-duanya, The Rise and Fall of Ziggy Stardust and the Spider from Mars dirilis pada 1972. Album itu sering dipanggil sebagai album alien, karena Bowie mencampurkan musik moden Inggris dan gaya Kabuki dari Jepang dengan apik.

Bowie menjadi simbol dari musik rock sekaligus pop di tahun 1980-an. Sepanjang 40 tahun berkarier di industri musik, pria bernama asli David Robert Jones ini telah merilis 26 album. Slbum teranyarnya, Blackstar dirilis 8 Januari 2016, dua hari sebelum ia meninggal.

Setelah ia meninggal, musik-musiknya justru semakin dikenal. Beberapa musisi yang menjadikannya inspirasi, membuat tribute untuknya. Pameran di museum-museum pun digelar.

2. Alan Rickman (69)

Aktor asal Inggris ini terkenal dengan peran-peran antagonisnya. Salah satu karyanya yang legendaris adalah perannya sebagai Profesor Severus Snape, tokoh antagonis di film Harry Potter. Ia meninggal 14 Januari 2016 di London karena kalah dari kanker yang dideritanya.

Rickman berbagi layar bersama Bruce Willis di film Die Hard (1988) sebagai tokoh teroris keji bernama Hans Gruber. Peran kecil itu membuat namanya melejit di Hollywood. Di awal ’90-an, ia membintangi lebih dari 10 film blockbuster, di antaranya Close My Eyes, Truly, Madly, Deeply, dan Robin Hood: Prince of Thieves. Di film Robin Hood, Rickman kembali memerankan tokoh antagonis yang masih abadi hingga kini, Sheriff of Nottingham.

Dari Vicomte de Valmont, Hans Gruber hingga Sheriff Nottingham, Rickman semakin terkenal sebagai spesialis tokoh antagonis. Tapi popularitasnya mencapai puncak saat ia membintangi Harry Potter. Peran Snape melontarkannya ke ranah selebriti berharga jutaan dolar.

Selain delapan sekuel Harry Potter, Rickman juga memerankan film besutan Tim Burton, Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street (2007) dan Alice in Wonderland (2010).

3. Harper Lee (89)

Pengarang novel fenomenal To Kill a Mockingbird, Harper Lee meninggal dunia pada 18 Februari 2016 lalu dalam usia 89 tahun.

To Kill a Mockingbird yang dipublikasikan 11 Juli 1960 digarap Lee berdasarkan pantauannya terhadap kampung halamannya di Alabama pada 1939, saat dia berusia 10 tahun. Ia berkisah soal rasialisme dan kesenjangan antarkelas di mata dua karakter anak di dalamnya.

Lee menerima Penghargaan Pulitzer atas novel tersebut setahun setelah terbit. Tahun 1962, novel itu diadaptasi ke layar lebar dan menuai kesuksesan. Pada 2015, Lee merilis sekuel berjudul Go Set a Watchman. Tapi novel itu sebenarnya adalah edisi pertama yang dia tulis pada 1950-an. Saat itu editornya memutuskan menerbitkan novel ke-dua terlebih dahulu.

Karya Lee termasuk dalam salah satu literatur terbaik Amerika Serikat dan dia mendapatkan Medali Kebebasan dari Presiden George W. Bush pada 2007 silam.

4. Prince (57)

Pada 21 April 2016, penyanyi pop asal AS, Prince ditemukan tidak bernyawa di dalam lift kediaman sekaligus studionya di Paisley Park, pinggiran kota Minneapolis.

Prince dikenal sebagai penyanyi yang inovatif serta penulis lagu yang berpengaruh di Amerika Serikat karena musiknya menggabungkan nuansa jazz, funk, dan disko. Ia piawai memainkan beberapa instrumen, termasuk gitar, keyboard dan drum.

Pemilik nama asli Prince Rogers Nelson ini mulai dikenal pada akhir 1970. Selama tiga dekade berikutnya ia dikenal sebagai salah satu kekuatan eksentrik dalam musik pop AS. Ia menjual 100 juta rekaman selama kariernya, memenangi tujuh penghargaan Grammy, dan masuk dalam Rock and Roll Hall of Fame, pada 2004.

Keterangan resmi dari pihak berwajib menyatakan bahwa Prince mengonsumsi obat pereda nyeri dari resep dokter sebelum meninggal dunia. Dikutip dari NBC, obat pereda nyeri yang ditenggak Prince berjenis Percocet. Akhir Oktober lalu, mengutip NME, Pemerintah Kota Chanhassen akhirnya menandatangani peralihan Paisley Park menjadi museum untuk publik.

5. Anton Yelchin (27)

Bintang muda karismatik yang terkenal karena bermain sebagai Chekov di film Star Trek ini meninggal pada usia sangat muda, 27 tahun. Ia tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang fatal pada 19 Juni 2016 pagi.

Dilaporkan The Guardian, teman-teman Yelchin memberitahu polisi ketika ia tidak kunjung datang untuk latihan yang dijadwalkan mulai beberapa jam sebelumnya. Polisi menemukan aktor tersebut di jalan menuju tempat latihan, sekitar pukul 01.00 waktu setempat.

Yelchin lahir sebagai anak tunggal pada tahun 1989 di Rusia. Meski usianya masih muda, Yelchin telah lama mengukir karier di industri film mainstream.

Karier Yelchin dimulai dengan peran dalam film indie dan berbagai macam acara televisi, sebelum merangsek di layar lebar seperti film thriller Alpha Dog, The Beaver, dan film pemenang festival Sundance, Like Crazy. Peran utama terbesarnya adalah Star Trek.

Sebelumnya, ia memenangi banyak penghargaan untuk perannya dalam horor Green Room, yang tayang awal tahun ini. Yelchin juga pernah bekerja sama dengan sutradara seperti Michael Haneke, Lars von Trier dan Pedro Almodovar. Ia juga pernah diarahkan oleh Martin Scorsese dan Jim Jarmusch pada 2013, dalam film asmara vampir Only Lovers Left Alive.

6. Edhi Sunarso (83)

Pejuang kemerdekaan RI ini juga dianugerahi bakat seni rupa, terutama lukis dan pahat patung. Ia merupakan perupa kesayangan Presiden Soekarno.

Sang Presiden memercayakan tugas pendirian berbagai monumen ‘raksasa’ dan diorama sejarah kepada Edhi. Karyanya menghiasi Jakarta hingga kini. Ruhnya bisa dilihat di Patung Selamat Datang, Patung Pembebasan Irian Barat, Patung Pancoran, Diorama Lubang Buaya, Monumen Tugu Muda, Diorama Museum Pahlawan 10 November, Patung Komodor Yos Sudarso, Diorama Monumen Yogya Kembali, Monumen Sultan Thaha Syaifuddin, dan Monumen Pahlawan Tak Dikenal.

Patung-patung monumental Edhi hingga kini menjadi penanda kota yang menggambarkan kebesaran bangsa. Tak mengherankan bila ia meraih banyak penghargaan dan medali.

Pada 2003, dia dianugerahi Piagam Bintang Budaya Dharma dari pemerintah RI. Selain itu, pada 2010, Senat ISI Yogyakarta mengangkatnya menjadi Empu Ageng.

Namun pada 4 Januari  2016, Edhi berpulang ke pangkuan Ilahi. Ia meninggal pukul 22.53 WIB dan disemayamkan di rumah duka Griya Seni Kustiyah Edhi Sunarso, Sleman, Yogyakarta.

7. Budi Anduk (47)

Komedian Budi Anduk menghembuskan napas terakhir pada 11 Januari 2016 pukul 14.25 WIB di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta karena kanker paru-paru stadium 4.

Jenazahnya dimakamkan di TPU Kemang, Jati Cempaka, Kota Bekasi tepat di sebelah makam ibundanya. Pria bernama asli Budi Prihatin ini mengawali karier sebagai figuran pada program Ngelaba (Patrio) pada 1996. Masyarakat mulai mengenalnya lewat sitkom Tawa Sutra.

Lulusan Jurusan Ilmu Budaya Universitas Indonesia ini juga pernah membintangi film layar lebar, di antaranya Tiren: Mati Kemaren (2008), Tulalit (2008), Ku Tunggu Jandamu (2008), Pesantren & Rock n’ Roll (2011), dan ABG Jadi Manten (2014).

8. Deddy Dores (65)

Penyanyi dan pencipta lagu slow rock legendaris di Indonesia, Deddy Dores menutup mata untuk selama-lamanya dalam usia ke-65 tahun di Rumah Sakit Premier, Bintaro, Tangerang Selatan pada 17 Mei 2016 pukul 23.45 WIB. Penyakit jantung menjadi alasan kematiannya.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh akun Facebook grup band rock God Bless. Deddy memang sempat tercatat sebagai mantan personel band itu. Semasa hidup, pria bernama asli Dedi Suriadi ini terbilang aktif bermusik. Tak hanya God Bless, ia juga merupakan personel band Super Kids bersama Deddy Stanzah dan Jelly Tobing pada era 70-an.

Keberuntungan berpihak padanya setelah menggubah banyak lagu untuk Nike Ardilla pada ’90-an. Namun, seniman yang berpenampilan khas dengan kacamata hitamnya itu dikabarkan sempat mengalami kesulitan keuangan. Kebiasaannya menclak-menclok hotel menyebabkannya bangkrut.

9. Mike Mohede (32)

Mike Mohede yang mempunyai nama lengkap Michael Prabawa Mohede, merupakan salah satu juara Indonesian Idol. Sejauh ini, dia sudah mempunyai tiga album solo: Mike (2005), Kemenanganku (2010), Kedua (2015). Berkat suara emas yang dia miliki, Mike akhirnya tergabung dalam kelompok musik pria bernama Idol Divo.

Tak hanya itu, Mike pun berhasil menjadi wakil Indonesia di ajang Asian Idol pada 2007. Ia terpilih menjadi kontestan setelah ‘bertarung’ melawan jawara Indonesian Idol lainnya.

Langkah Mike tak berhenti di ajang-ajang pencarian bakat saja. Ia kerap diundang untuk tampil di sejumlah festival bergengsi, seperti Java Jazz Festival. Di festival itu, ia berkolaborasi dengan beberapa musisi dunia, seperti Dave Koz dan Vinnie Valentino.

Meski namanya sudah melambung tinggi, namun Mike bukanlah sosok yang tinggi hati. Ia dikenal sebagai orang yang selalu tersenyum dan memiliki energi positif.

Keindahan suara Mike pun terdengar hingga ke Cikeas, Bogor. Keluarga besar Susilo Bambang Yudhoyono sepakat mengundangnya untuk tampil bernyanyi bersama Vina Panduwinata dan Lala Karmela pada acara 40 Tahun Pernikahan SBY dan Ani, Sabtu (30/7) di Djakarta Theater, Jakarta. Salah satu lagu yang ia nyanyikan adalah Juwita Malam karya Ismail Marzuki.

Sayang, beberapa jam usai penampilannya, Mike harus berpulang akibat serangan jantung. Ia dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2016, pukul 18.00 WIB di ruang UGD RS. Premier Bintaro. Jenazahnya kemudian disemayamkan di rumah duka di Jalan Kuricang Raya, Bintaro.

10. Eddy Silitonga (65)

Musisi senior Eddy Silitonga meninggal pada 25 Agustus 2016. Pelantun Biarlah Sendiri karangan Rinto Harahap itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Sebelumnya, kondisi Eddy turun karena penyakit jantung dan diabetes.

Sempat membaik, pria kelahiran Pematangsiantar, Sumatera Utara, 17 November 1950 ini harus menjalani tindakan medis berupa pengeluaran racun dari tubuh.

Penyanyi bernama asli Charles Edison Silitonga ini tercatat pernah memenangi ajang Penyanyi Seriosa Sumatra Utara pada 1967 dan Pop Singer di Medan. Ia pun menyabet gelar juara ke-4 Festival Lagu Populer di Taman Ismail Marzuki dengan lagu hit Biarlah Sendiri.

Selain lagu-lagu pop, Eddy pun gemar menelurkan karya berupa rekaman lagu daerah dan lagu rohani. Ia pernah membentuk Eddy’s Group pada puncak kejayaannya di 1976-1979, ia menjadi sekretaris Paguyuban Artis Jakarta Selatan yang diketuai komedian Ateng dan Is Haryanto.

Share Di Social Media:

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan