start over Kasus Suap BPK, Menteri Desa Penuhi Panggilan KPK - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Senin, 20 November 2017

Kasus Suap BPK, Menteri Desa Penuhi Panggilan KPK

Kasus Suap BPK, Menteri Desa Penuhi Panggilan KPK




Fakta.co.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terhadap auditor BPK terkait pemberian opini wajar tanpa pengecualian di Kemendes PDTT tahun 2016. Eko mengaku menerima panggilan KPK untuk perkara suap BPK ini sejak pekan lalu.

“Saya memenuhi panggilan KPK, dipanggil minggu lalu. Undangannya untuk menjadi saksi dalam kasus OTT (operasi tangkap tangan) yang terjadi di Kemendes PDTT, nanti akan saya sampaikan,” kata Menteri Eko saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 14 Juli 2017.

Menteri Desa diperiksa untuk auditor utama BPK Rochmadi Saptogiri. Selain Eko, KPK juga memeriksa dua tersangka dalam kasus ini yaitu Irjen Kemendes PDTT Sugito dan Kepala Bagian Tata Usaha dan Keuangan Inspektorat Jenderal Kemendes PDTT Jarot Budi Prabowo.

“Kami menyayangkan, (perkara ini) tidak sepatutnya terjadi. Kami mengadakan perubahan besar-besaran di kementerian kami. Eselon 1 dan 2 sedang dalam proses ‘review’ semuanya supaya kepatuhan itu bisa diperbaiki. Penyerapan anggaran kami juga sudah naik dari 69 persen ke 94 persen tahun lalu. Jadi dari rangking 78 ke rangking 15 kemudian banyak yang kami lakukan seperti perbaikan tunjangan kinerja naik dari 47 persen ke 70 persen,” kata Eko menambahkan.

Ia pun mengaku sudah membentuk satuan tugas dengan mengangkat mantan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto sebagai Ketua Satgas Desa. “Saya angkat Pak Bibit Samad Riyanto, mantan pimpinan KPK dan anggota-anggotanya bekas anggota KPK, ada jenderal polisi, ada jenderal TNI, ada inspektur jenderal dari kementerian lain saya masukkan ke satgas, kerjanya sudah mulai aktif,” tutur Eko.

Dalam OTT pada 26 Mei lalu, KPK menangkap  auditor utama BPK Rochmadi Saptogiri dan Irjen Kemendes PDTT Sugito. KPK menyita menyita Rp 40 juta sebagai bagian komitmen suap Rp 240 juta untuk mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap anggaran Kemendes PDTT tahun 2016.

Di ruangan Rochmadi juga ditemukan uang Rp 1,145 miliar dan 3.000 dolar AS yang belum diketahui kaitannya dengan kasus tersebut.

Dalam perkara suap BPK ini, KPK menetapkan empat orang tersangka. Dua anak buah Menteri Desa Eko, yaitu Irjen Kemendes PDTT Sugito dan pejabat eselon 3 Kemendes Jarot Budi Prabowo ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Sementara itu, tersangka penerima suap adalah auditor utama keuangan negara III BPK Rochmadi Saptogiri yang merupakan pejabat eselon 1 dan auditor BPK Ali Sadli.

Be Sociable, Share!

Tags: , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan