start over Terkait Kasus Sabu Satu Ton di Anyer, Kepala BNN: Kita Pernah Kebobolan Lebih Besar - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Sabtu, 18 November 2017

Terkait Kasus Sabu Satu Ton di Anyer, Kepala BNN: Kita Pernah Kebobolan Lebih Besar

Terkait Kasus Sabu Satu Ton di Anyer, Kepala BNN: Kita Pernah Kebobolan Lebih Besar




Fakta.co.id – Penyelundupan sabu yang jumlahnya lebih besar dari penemuan sabu di Anyer, Kabupaten Serang ternyata pernah masuk ke Indonesia. Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan pihaknya pernah kecolongan sebelum membongkar penyelundupan satu ton narkoba jenis sabu di Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

“Beberapa bulan lalu kita malah kebobolan yang lebih besar daripada jumlah ini,” ujar Budi di sela acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2017 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Kamis, 13 Juli 2017.

Budi menyebut kecolongan itu disebabkan oleh kemampuan teknologi yang dimiliki BNN belum memadai. Jaringan pengedar narkoba dari luar Indonesia, kata dia, beraksi dengan bantuan teknologi yang lebih canggih dari yang dimiliki pemerintah saat ini. “Kita harus akui jaringan internasional (narkoba) yang bekerja di kita (Indonesia) ini memiliki kekuatan luar biasa,” ujarnya.

Pergerakan penyelundupan sabu yang terungkap di Anyer, Kamis, 13 Juli 2017i, sebenarnya telah terpantau BNN selama dua bulan terakhir. Namun, para pelaku kerap lolos dari penyergapan petugas karena jaringan ini bekerja berpindah-pindah. Mereka mengetahui aparat mencegat mereka ketika akan ke Riau. Begitu pun di Kepulauan Riau. “Lalu mereka mengubah (lokasi),”  kata Budi.

Budi memastikan pihaknya masih mendalami lebih lanjut kasus penyelundupan sabu tersebut. Dari empat pelaku yang ada, kata dia, terdapat tiga orang yang dibekuk sementara sementara satu lainnya tewas tertembak. “Barang (selundupan) ini dari Tiongkok, dan pelakunya juga ada dari sana. Ini sedang pengembangan, sedang kita hitung betul jumlah barang itu, diperkirakan ada satu ton jenis sabu,” tuturnya.

Penyelundupan narkoba jenis sabu itu digagalkan oleh Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih dari Polda Metro dan Polres Depok di dermaga eks Hotel Mandalika Jalan Anyer Raya, Serang, Banten, Kamis, 13 Juli 2017.

“Kami sudah menyelidiki sejak lima pekan lalu,” ujar Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Putu Kholis. Dia memperkirakan, sabu asal Taiwan itu nilainya mencapai Rp 2 triliun.

Be Sociable, Share!

Tags: , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan