start over Gunung Kidul Mulai Dipenuhi Bunga Amarilis yang Mekar - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Senin, 20 November 2017

Gunung Kidul Mulai Dipenuhi Bunga Amarilis yang Mekar

Gunung Kidul Mulai Dipenuhi Bunga Amarilis yang Mekar




Fakta.co.id – Musim mekar buka tak hanya terjadi di Jepang atau Belanda. Di Indonesia, dengan iklim yang tropis, musim mekar berbagai bunga bisa dinikmati sepanjang tahun.

Di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ada musim mekar Bunga Amarilis yang dikemas menjadi atraksi wisata.

Tepatnya di Kecamatan Patuk, musim mekar bunga berwarna merah dan putih ini tidak kalah cantik dengan musim mekar Bunga Sakura atau Bunga Tulip.

“Bulan ini, Bunga Amarilis mulai bermekaran. Kami berharap, musim mekar ini menjadi atraksi wisata yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Gunung Kidul,” kata Bupati Gunung Kidul Badingah, seperti yang dilansir dari Antara pada Senin (17/7).

Badingah menjelaskan, kalau awalnya Bunga Amarilis dianggap sebagai tanaman pengganggu sawah dan ladang.

Namun, sekelompok warga berinisiatif untuk membuat kebun terpisah, sehingga Bunga Amarilis dapat tumbuh tanpa mengganggu tanaman lain.

“Saya mengapresiasi inisiatif warga yang mau melestarikan Bunga Amarilis ini. Mereka melakukannya secara swadaya,” ujar Badingah.

Setelah berhasil dilestarikan di Kecamatan Patuk, pemerintah setempat lalu meminta masyarakat di Kecamatan Salam untuk ikut melestarikan Bunga Amarilis, sehingga pilihan berwisata akan semakin beragam.

“Pelestarian Bunga Amarilis bisa mengubah pandangan tandus dan gersang di Gunung Kidul. Masyarakat bisa ikut mendapat keuntungan dari menjual bibit bunga, membuka tempat makan atau membuka lahan parkir,” kata Badingah.

Salah satu warga yang melestarikan Bunga Amarilis, Sukadi, mengatakan kalau ia menanam sekitar 500 ribu bibit Bunga Amarilis di lahan pekarangan rumahnya yang seluas 3.000 meter persegi.

“Sekali tumbuh, bisa dua sampai tiga tangkai bunga. Satu tangkai bunga saya jual Rp3.000 kepada wisatawan yang datang,” ujar Sukadi.

“Belum lama ini, istri dari mantan Wakil Presiden Budiono sempat melihat-lihat dan katanya ingin membeli 5.000 bibit bunga,” lanjutnya.

Demi mengantisipasi kerusakan akibat kunjungan wisatawan, Sukadi dan warga lain yang memiliki kebun membuat pagar pembatas berikut jalan setapak mengelilingi kebun.

Ia juga meminta agar wisatawan tak menginjak atau meniduri tanaman hanya demi berfoto.

Sukadi berharap, cuaca tahun ini berlangsung normal seperti tahunnya, sehingga Bunga Amarilis bisa mencapai puncak musim mekarnya pada akhir November sampai pertengahan Desember.

“Bulan ini sudah mulai bermekaran, namun belum seluruhnya. Puncaknya akan terjadi di akhir tahun. Di masa itu, pemandangan kebun ini akan jauh lebih rimbun,” pungkas Sukadi sambil tersenyum.

Be Sociable, Share!

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan