start over Badai Hantam Wilayah Filipina, 3 Orang Dilaporkan Tewas - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Sabtu, 18 November 2017

Badai Hantam Wilayah Filipina, 3 Orang Dilaporkan Tewas

Badai Hantam Wilayah Filipina, 3 Orang Dilaporkan Tewas




Fakta.co.id – Setidaknya tiga orang dilaporkan tewas dengan enam lainnya hilang usai badai menghantam wilayah Filipina pada Selasa 12 September 2017. Badai itu juga memicu penutupan gedung-gedung pemerintahan dan sekolah-sekolah setempat.

Sebagaimana dikutip dari AFP, Rabu (13/9/2017) badai yang dipicu oleh depresi tropis itu telah menyebabkan banjir hingga setinggi dada orang dewasa di sejumlah titik di luar wilayah Kota Manila. Para korban jiwa akibat bencana tersebut berasal dari kalangan orang-orang kurang mampu yang tinggal di wilayah zona berbahaya.

“Otoritas setempat kami terus memperingatkan mereka bahwa tempat tinggal mereka merupakan lokasi yang acap kali terjadi longsor namun mereka tetap memutuskan untuk tinggal di sana,” ujar otoritas dari pertahanan sipil Filipina, Ronnie Mateo.

Komentar Mateo itu disampaikan usai tanah longsor yang dipicu badai mengubur dua remaja di wilayah timur Manila. Satu korban jiwanya lainnya merupakan perempuan berusia 12 tahun yang tenggelam akibat luapan sungai di wilayah pemukiman Manila.

Badai yang diberi nama Maring itu dilaporkan pertama kali menghantam Kota Mauban kemudian berlanjut ke Pulau Luzon dan melewati Kota Manila. Kota Calamba yang berlokasi tidak jauh dari Manila mengalami banjir bandang yang menyebabkan sebuah gubuk tersapu dan memicu enam orang di dalamnya hilangnya.

“Mereka merupakan pemukim informal yang tinggal di samping sungai. Ada banjir bandai dan menyapu rumah dua lantai mereka,” tutur Kepala Manajemen Tanggap Darurat Kota Calamba, Noriel Habana.

Habana menyebut pihaknya kurang cepat memberikan respons akibat banjir yang terjadi secara tiba-tiba. “Di banjir sebelumnya, kami melakukan evakuasi pencegahan. Ini terjadi secara cepat banjir bandang tersebut dan mereka tidak memiliki waktu untuk bereaksi,” tambah Habana.

Peramal cuaca di Filipina, Renito Paciento menyebut bahwa Badai Maring membawa angin kencang dengan kecepatan 100 kilometer per jam namun bergerak dalam kecepatan 15 kilometer per jam. Karena gerakan yang lambat itulah, badai itu memicu hujan deras yang lebih lama di lokasi yang dilewatinya.

Be Sociable, Share!

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan