start over Larangan Double Swipe Buat Konsumen Batalkan Transaksi - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Senin, 20 November 2017

Larangan Double Swipe Buat Konsumen Batalkan Transaksi

Larangan Double Swipe Buat Konsumen Batalkan Transaksi




Fakta.co.id – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyebut telah terjadi pembatalan transaksi selama dua hingga tiga hari berturut-turut, setelah pihak regulator membicarakan kembali larangan menggesek kartu kredit atau ATM/debit sampai dua kali (double swipe) di mesin kasir.

Ketua Aprindo Roy Nicholas Mandey mengungkapkan, mayoritas hal ini terjadi di daerah. Masyarakat merasa ketakutan datanya tersebar, sehingga menolak kartu kredit dan ATM/debitnya digesek dua kali.

“Ini viral. Beberapa transaksi batal oleh konsumen. Ada yang batal dan menahan transaksi. Pernyataannya multitafsir, masyarakat jadinya mau transaksi yang tak pakai swipe, padahal tidak bawa uang tunai,” ujarnya, Rabu (13/9).

Berdasarkan laporan yang ia terima, beberapa konsumen ada yang menahan belanjanya untuk mengambil uang tunai di rumah. Hanya saja, Aprindo tak mendapatkan data lebih jelas apakah mereka kembali untuk membayar atau tidak.

“Kembali atau tidak itu nggak bisa dimonitor,” imbuh Roy.

Pembatalan ini jelas merugikan peritel. Pendapatan toko secara otomatis berkurang dalam beberapa hari itu. Padahal, saat ini, kondisi industri ritel tengah melorot. Roy menganggap, perlu dukungan dari regulator ataupun pemerintah.

“Jadinya mengakibatkan terdilusinya transaksi, dan ini mengakibatkan juga penurunan konsumsi masyarakat,” terang dia.

Namun demikian, Roy mengaku, Aprindo belum mendapatkan data terkait jumlah kerugian peritel di daerah karena adanya multitafsir di masyarakat.

Ia menjelaskan, kegiatan menggesek kartu di mesin kasir dilakukan sebagai bentuk validasi otomatis. Hal ini dilakukan agar konsumen tidak perlu mengantre lama di meja kasir.

Pasalnya, jika perusahaan ritel menggunakan skema validasi secara manual, yakni dengan mencatat nomor kartu kredit/debit di komputer kasir, kegiatan itu akan memakan waktu 15 detik-20 detik.

Dengan begitu, perusahaan memutar otak agar dapat memberikan layanan terbaik kepada konsumen. Meski demikian, Aprindo tetap akan mendukung aturan BI dengan mengimbau seluruh anggota tidak menggunakan skema validasi secara otomatis.

“Tapi, kembali lagi kami tetap berpikir bagaimana ke depan, mungkin ada teknologi lain yang bisa dicoba, misalnya kartu di foto,” ucapnya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) telah merilis larangan double swipe dan menggesek di mesin kasir dalam Peraturan BI nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.


Dalam pasal 34 huruf b, tertulis larangan penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan infomasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran selain untuk tujuan transaksi pemrosesan pembayaran. Di dalam pasal itu juga tertulis larangan pengambilan data melalui mesin kasir di pedagang.

Adapun, Roy berharap, ada komunikasi yang lebih baik dari regulator terkait aturan larangan tersebut agar tak lagi terjadi multitafsir di masyarakat, khususnya di daerah.

Be Sociable, Share!

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan