start over 3 Orang Tewas Setelah Bom Bunuh Diri Meledak di Kabul Afghanistan - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Minggu, 24 September 2017

3 Orang Tewas Setelah Bom Bunuh Diri Meledak di Kabul Afghanistan

3 Orang Tewas Setelah Bom Bunuh Diri Meledak di Kabul Afghanistan




Fakta.co.id – Bom bunuh diri meledakkan di dekat stadion kriket di Kabul, ibukota Afghanistan, Rabu (13/9). Pelaku meledakkan dirinya dan menewaskan tiga orang lain, termasuk polisi. Sementara lima orang lainnya terluka.

Pelaku meledakkan bom tersebut setelah dia dihentikan polisi di sebuah pos pemeriksaan keamanan. Polisi mencurigainya saat yang bersangkutan sedang berjalan ke tempat kriket utama Kabul, tempat pertandingan sedang berlangsung.

Kelompok Khorasan yang berafiliasi dengan ISIS di Afghanistan mengklaim serangan itu adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan mematikan di kota tersebut.

“Pasukan keamanan mengorbankan diri mereka sendiri setelah mencegah penyerang mencapai kerumunan (di dalam stadion) dan menciptakan sebuah malapetaka,” kata juru bicara polisi Basir Mujahid kepada AFP

Dua orang yang terluka adalah petugas polisi.

Beberapa ambulans terlihat melaju jauh dari tempat kejadian. Orang-orang yang terluka dibawa ke rumah sakit.

Sejumlah polisi memblokir jalan menuju stadion di mana pertandingan keenam Liga Kriket Shpageeza, sebuah turnamen T20 domestik, di antara the Boost Defenders dan Mis Ainak Knights sedang berlangsung.

Sejumlah pemain asing juga ikut serta dalam kompetisi yang dimulai Senin lalu itu.

Petenis Afrika Selatan Cameron Delport, yang bermain untuk the Boost Defenders, mengungkapkan kesedihannya atas korban ledakan, melalui akun Twitter.

“Sedih mendengar tentang Bom Ledakan saat pertandingan kami di luar stadion. Alhamdulillah kami semua aman, duka cita kepada orang-orang yang meninggal dunia,” tulisnya.

Ratusan penonton terdengar dari luar stadion saat petugas pemadam kebakaran membersihkan jalan di mana pembom meledakkan dirinya sendiri.

Juru bicara Dewan Kriket Afghanistan Farid Hotak mengatakan, pertandingan tersebut sempat terganggu dan “semua pemain dan pejabat dewan kriket selamat”. 

Kriket dilarang di Afghanistan selama pemerintahan Taliban 1996-2001. Namun olahraga tersebut mengalami perkembangan yang dahsyat dalam beberapa tahun terakhir.

Serangan besar terakhir di Kabul terjadi pada 29 Agustus ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya sebelum festival Idul Fitri. Kejadian itu menewaskan lima orang dan melukai beberapa lainnya.

Serangan hari Rabu terjadi beberapa jam setelah delapan orang Afghanistan diusir dari Jerman tiba di Kabul saat Berlin melanjutkan deportasi pencari suaka Afghanistan.

Be Sociable, Share!

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan