start over Gara-Gara Kucing, Seorang Pria Alami Masalah Gangguan Ereksi - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Minggu, 24 September 2017

Gara-Gara Kucing, Seorang Pria Alami Masalah Gangguan Ereksi

Gara-Gara Kucing, Seorang Pria Alami Masalah Gangguan Ereksi




Fakta.co.id – Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang banyak dipilih masyarakat. Selain menggemaskan, kucing dianggap hewan yang ramah terhadap manusia.

Tapi, kejadian tidak mengenakan terjadi di Belgia. Dilansir dari Daily Mail, Kamis (14/9/2017), gara-gara kucing, seorang pria berusia 23 tahun yang tidak ingin disebutkan namanya mengalami masalah gangguan ereksi. Kenapa bisa?

Diketahui, anak muda itu terluka akibat cakaran kucing di rumahnya. Setelah mendapat cakaran tersebut, pria tersebut kehilangan kemampuan untuk bercinta. Gejala yang dialami berupa rasa sakit pada testisnya, demam, dan berkeringat hebat pada malam hari sebelum mengunjungi rumah sakit.

Setelah mendapatkan pertolongan di rumah sakit, dokter menemukan bahwa dia memiliki masalah yang dinamakan “penyakit cakaran kucing” setelah melalui berbagai tes lab. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang disebut Bartonella henselae yang ditemukan di mulut dan cakar kucing.

Karena bakteri itu juga, makanya pria muda itu mengalami demam, kelelahan, sakit kepala, dan kelenjar getah beningnya membengkak. Dalam kasus ekstrim, pasien bahkan bisa mengalami pembengkakan otak dan infeksi jantung yang mematikan.

Nah, yang dilakukan pihak rumah sakit untuk penanganan pria tersebut adalah pembersihan infeksi menggunakan antibiotik. Setelah pengobatan itu, ereksi pasien semakin membaik. Tapi, mungkin Anda penasaran, bagaimana bisa cakaran kucing mengakibatkan disfungsi ereksi?

Diungkapkan dokter di BMJ Case Reports, hubungan infeksi cakaran kucing dengan disfungsi ereksi, diketahui relatif jarang terjadi. Dokter tidak dapat memastikan bagaimana luka tersebut mampu menyebabkan hilangnya kemampuan ereksi. Bahkan, pada kasus sebelumnya, infeksi ini mampu memicu kelumpuhan wajah.

Para dokter mengatakan bahwa mekanisme biologis ini memang bisa memicu disfungsi ereksi dan nyeri testisnya. Terkait dengan penanganan masalah, Dokter di Clinique Saint-Pierre Ottignies memberi pasien antibiotik selama tiga minggu penuh.

“Gejala dengan cepat dapat lenyap dan dia benar-benar mendapatkan kembali ereksinya,” kata tim medis. Pihak rumah sakit juga menambahkan, dalam kasus ini pasien tidak dapat merasakan ereksi meski akan terjadi selama periode gejala tenang.

Kemudian, seberapa umum penyakit cakaran kucing ini?

Angka resmi menunjukkan sekitar 12.000 orang Amerika mengidap penyakit ini setiap tahunnya. Setelah itu, Watchdog sebelumnya telah memeringatkan bahwa gigitan dan cakaran kucing bisa sangat berbahaya, dalam hal ini terkait infeksi yang tidak diobati segera.

Sementara itu, ada pertanyaan lebih mendalam mengenai masalah kucing ini. Salah satunya mengapa gigitan kucing lebih serius?

Pernyataan ini muncul setelah sebuah penelitian pada Desember mengungkapkan bahwa memiliki seekor kucing dapat memiliki beberapa implikasi serius pada preferensi seksual. Penelitian tersebut, oleh para ilmuwan di Charles University di Prague, mengemukakan bahwa memiliki seekor kucing peliharaan dapat dikaitkan dengan Ketertarikan seseorang pada BDSM.

Ini karena Toxoplasma gondii – parasit otak kucing yang menyebabkan toksoplasmosis pada manusia – telah dikaitkan dengan gairah seksual karena ketakutan dan bahaya. Angka resmi menunjukkan bahwa sekitar 350.000 orang Inggris menderita infeksi semacam itu setiap tahun. Kemudian, lebih dari 30 juta orang Amerika menderita masalah tersebut.

Be Sociable, Share!

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan