start over Sejumlah Pria Mendadak Memukuli Perempuan di Pertemuan Pemilu Kenya - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Minggu, 24 September 2017

Sejumlah Pria Mendadak Memukuli Perempuan di Pertemuan Pemilu Kenya

Sejumlah Pria Mendadak Memukuli Perempuan di Pertemuan Pemilu Kenya




Fakta.co.id – Sejumlah pria disebut mendadak masuk ke hotel di Kenya yang tengah mengadakan pertemuan mengenai pemilu. Para pria itu kemudian memukuli perempuan yang menghadiri pertemuan tersebut.

Sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (14/9/2017) Kenya sebenarnya sudah mengadakan pemilihan presiden, legislatif dan setempat pada 8 Agustus 2017. Namun, tiga pekan kemudian Mahkamah Agung membatalkan hasil pemilihan presiden dengan klaim ada penyimpangan dalam proses perhitungan.

Bila sesuai rencana maka pemilihan ulang akan diadakan pada 17 Oktober 2017. Banyak pihak di Kenya yang berharap pemilihan ulang tersebut akan memulihkan kepercayaan pada institusi dalam negerinya demi mengurangi munculnya kekerasan politik jangka panjang.

Pejabat Kepolisian Kisumu, Joseph Keitany, mengatakan bahwa pada Rabu 13 September 2017, organisasi perempuan Kristen Kenya mengadakan pertemuan untuk membahas mengenai pemilu ulang ketika sejumlah pria merangsek masuk ke hotel yang menjadi lokasi pertemuan tersebut.

Reuters mewartakan, wilayah Kisumu merupakan markas dari para pendukung ketua oposisi, Raila Odinga.

“Kami mengerahkan polisi dan mereka menembakkan gas air mata serta peluru ke udara dan mengejar sejumlah pemuda tersebut. Sebelum polisi tiba, para pemuda itu memukuli para perempuan dan mencuri laptop serta uang mereka,” ujar Keitany.

Saksi di lokasi menceritakan melihat para pemuda menyerang para peserta pertemuan dengan kursi di lokasi. “Saya sedang memberikan presentasi ketika mereka menginterogasi kami dan memukuli kami atas klaim kami membeli kartu identitas,” jelas Pastor Alice Atieno.

Keitany menduga para pemuda itu melakukan aksinya setelah mendapatkan kabar angin melalui aplikasi ponsel pintar mengenai pertemuan itu diadakan untuk membahas mengenai rencana peminjaman kartu identitas warga demi menggelembungkan suara.

Hal ini tentu saja dibantah oleh para perempuan yang menjadi korban pemukulan. Mereka mengklaim pertemuan itu diadakan untuk mendorong pemilihan yang damai.

Be Sociable, Share!

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan