FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

20 Juni 2018

Ini Kronologi Pembunuhan Suami Istri Pengusaha Garmen di Bendungan Hilir

Ini Kronologi Pembunuhan Suami Istri Pengusaha Garmen di Bendungan Hilir




Fakta.co.id – Pasangan suami istri pengusaha garmen, Zarkasih Husni dan Zakiyah Masrur, tewas dihabisi mantan karyawannya di rumahnya, Jalan Pengairan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Minggu, 10 September 2017.

“Mulut mereka dibekap, dicekek, lalu dipukul pakai linggis,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, pada Jumat 15 September 2017.

Para pelaku adalah Ahmad Zulkifli, sopir pribadi yang sudah bekerja selama 20 tahun; Sutarto, karyawan pabrik garmen yang telah bekerja selama 30 tahun; dan Engkos Koswara, teman Sutarto.

Argo mengatakan, mantan karyawan Zarkasih dan Zakiyah itu sakit hati lantaran tak diberi pesangon. Sebabnya, pabrik garmen sudah tidak beroperasi selama 4 bulan, sebelum Idul Fitri 2017. Karenanya, pasangan suami istri itu memberhentikan para karyawannya, termasuk sopir.

Menurut Argo, niat awal pelaku adalah meminta pesangon dan meminjam uang. Sekitar pukul 18.00 WIB, para pelaku mendatangi rumah korban. Saat itu, yang ada di rumah hanya Zakiyah yang mengenakan mukena. Sedangkan suaminya, Zarkasih, sedang di musala karena menjadi imam salat Maghrib.

Menurut Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto, pelaku masuk ke rumah untuk pinjam uang, tapi berujung pada penganiayaan dengan membenturkan kepala Zakiyah ke lantai berkali-kali. Tubuh Zakiyah pun diseret ke dalam kamar pembantu.

Selanjutnya, para pelaku menunggu kedatangan Zarkasih di balik pintu garasi. Ketika korban masuk, pelaku membekapnya, membawa masuk ke dalam rumah lalu memukuli korban dengan linggis.

“Mereka aniaya hingga meninggal dunia di tempat,” ujar Didik.

Kedua mayat suami istri itu pun dibungkus selimut dan dimasukan ke dalam bagasi mobil. Para pelaku membawa kabur mobil dan harta benda di rumah itu, seperti jam tangan, emas, sertifikat tanah dan perhiasan, dan BPKB.

Zul berencana menaruh jasad di rumah korban di Pekalongan. Tapi, ia pun berubah pikiran dan membuangnya di tepi Sungai Klawing di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Sehari setelahnya, polisi pun menciduk mereka di sebuah hotel di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Ketiganya saat itu sedang mabuk dan karaoke sambil ditemani seorang perempuan.

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan