FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

17 Desember 2017

Bank Mandiri akan Terbitkan DIRE Tahun Ini

Bank Mandiri akan Terbitkan DIRE Tahun Ini




Fakta.co.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif (KIK) berbasis Dana Investasi Real Estat (DIRE). Adapun, rencananya, aset dasar (underlying asset) yang digunakan, yaitu gedung-gedung yang dimiliki bank pelat merah tersebut.

“Kemungkinan besar gedung-gedungnya Bank Mandiri. Tahun ini insyallah,” ujar Menteri BUMN Rini Soemarno di Bursa Efek Indonesia, Rabu (20/9).

Ini merupakan salah satu cara BUMN untuk menghimpun dana, utamanya dari aset-aset tetap (fixed assets). Selain Bank Mandiri, rencananya akan ada properti milik BUMN lain yang akan menjadi aset dasar pelaksanaan DIRE.

Apalagi, penerbitan DIRE ini sudah didukung pemerintah melalui paket kebijakan ekonomi jilid XI yang mengatur pemberian fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) final berupa pemotongan tarif yang semula 5 persen menjadi 0,5 persen dari nilai transaksi. 

Selain itu, pemerintah telah menurunkan tarif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk pengalihan hak atas tanah dan bangunan yang menjadi aset DIRE.

“Kami mempersiapkan DIRE ini kan selama ini didorong pemerintah. Ini pula yang terjadi di Singapura,” paparnya.

Rini melanjutkan, investasi melalui DIRE merupakan diversifikasi permodalan untuk BUMN menggunakan skema KIK. Sebelumnya, skema investasi KIK sudah dilakukan oleh PT PLN (Persero) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, namun dalam bentuk Efek Beragun Aset (EBA).

Selain itu, BUMN juga sudah memberlakukan skema KIK untuk EBA-Surat Partisipasi bagi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, di mana sekuritisasinya akan dilakukan oleh PT Sarana Multigriya Infrastruktur (SMF).

“Kemudian, tentu saja mortgage atau KPR ini kami dorong,” pungkasnya.


Pendanaan ini akan digunakan untuk membiayai belanja modal BUMN. Di tahun ini, perusahaan pelat merah mengalokasikan belanja modal sebanyak Rp475 triliun. Angka ini akan bertambah menjadi Rp800 triliun pada 2018 nanti.

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan