start over OJK Pertimbangkan Cabut Aturan Capping Bunga Deposito - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Minggu, 22 Oktober 2017

OJK Pertimbangkan Cabut Aturan Capping Bunga Deposito

OJK Pertimbangkan Cabut Aturan Capping Bunga Deposito




Fakta.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempertimbangkan untuk menghapus ketentuan pembatasan maksimum (capping) bunga deposito. Selama ini, Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 3 dan 4 terkena aturan capping bunga deposito.

Yakni, maksimal 100 basis poin (bps) di atas bunga acuan Bank Indonesia (BI) untuk bank BUKU 4. Sementara, bank BUKU 3 dibatasi maksimum 75 bps di atas BI rate. Patut diketahui, aturan saat itu masih menggunakan instrumen BI rate bertenor 12 bulan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, capping bunga deposito tak diperlukan karena suku bunga simpanan di industri bank umum sudah turun.

“Suku bunga sudah turun. Jadi, tidak perlu lagi (capping). Bank sudah bisa lebih efisien,” ujarnya, mengutip ANTARA, Rabu (20/9).

Dengan bunga simpanan yang menurun, berarti bank sudah lebih efisien. Sehingga, tak perlu lagi berlomba-lomba menawarkan bunga deposito yang tinggi.

Namun demikian, hingga saat ini, peraturan capping bunga deposito masih berlaku. Dalam waktu dekat, OJK akan mengevaluasinya dengan mengundang para pimpinan untuk mencabut atau tidak ketentuan terkait capping bunga deposito.

“Nanti akan kami lihat, masih dievaluasi,” imbuhnya.

Sebelumnya, sejak Februari 2016, OJK menerapkan kebijakan supervisi kepada industri perbankan, khususnya kelompok bank BUKU III dan IV, yaitu dengan membatasi suku bunga dana maksimal.


Kebijakan tersebut dilatarbelakangi oleh fenomena perang suku bunga antarbank untuk memperoleh pendanaan di tengah ketatnya likuiditas, karena arus dana keluar saat itu.

Per hari ini, Rabu (20/9), suku bunga operasi moneter tenor 12 bulan sebesar 5,59 persen. Sedangkan suku bunga simpanan per Juli 2017 dengan tenor tiga, enam, dan 12 bulan masing-masing 6,56 persen, 6,89 persen, dan 7,04 persen, berdasarkan analisa uang beredar BI.

Be Sociable, Share!

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan