FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

17 Desember 2017

Gerak-Gerik Mencurigakan 36 Peserta Kemah Diamankan Polisi di Banyumas

Gerak-Gerik Mencurigakan 36 Peserta Kemah Diamankan Polisi di Banyumas




Fakta.co.id – Sebanyak 36 orang diamankan ke Kepolisian Resor  Banyumas karena bersitegang dengan warga Padukuhan Kalipagu, Kelurahan Ketengger, Kecamatan Baturraden. Mereka dibawa ke kantor polisi karena dianggap berperilaku tidak menyenangkan kepada masyarakat sekitar.

“Tanggal 20 September warga sekitar menyampaikan ada sekelompok orang aktivitas camping di lokasi perkemahan. Ketika ditanya, mereka tidak menjawab,” kata Kapolres  Banyumas Ajun Komisaris Besar Aziz Andriyanto saat ditemui Tempo, Kamis, 21 September 2017.

Awalnya warga curiga karena mereka menitipkan sepeda motor sampai pukul 7.00, 21 September 2017 belum diambil. Mereka juga tidak kunjung turun dari lokasi perkemahan. “Kami menjawab keresahan itu, jangan sampai warga menghakimi sendiri,” kata Kapolres.

Polisi menyita sejumlah barang, antara lain alat perkemahan, senjata tajam, cangkul, kamera, drone, dua bendera berwarna hitam putih bertuliskan huruf Arab serta kertas berisi penolakan Perpu Ormas. “Mereka tidak mengaku dari kelompok mana. Masih kami dalami apakah mereka berpotensi melakukan perbuatan melawan hukum atau tidak,” ujar Aziz.

 

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan  Kalipagu Purnomo mengatakan masyarakat resah karena peserta kemah tidak meminta izin. Ketika ditanya alamat, jawabannya juga tidak jelas. “Mereka tidak memiliki perizinan kegiatan di hutan. Selain itu juga bersikap sinis ketika memasuki wilayah kami,” katanya

Kedatangan mereka, kata Purnomo, dilakukan secara bertahap sejak Rabu sore, 20 September 2017. Mereka langsung menuju Bukit Cendana dan menggelar kemah. Semula, kata Purnomo, mereka mengaku berjumlah 25 orang.

Namun saat diteliti ternyata jumlahnya 35 orang. “Rupanya mereka membohongi kami. Dengan pola orang yang tidak bertanggung jawab itu membuat kami jengkel karena ini wilayah kami,” katanya.

Akhirnya bersama Kepala Dusun Kalipagu, Purnomo mendatangi Bukit Cendana menemui kelompok tersebut. Saat dimintai surat pemberitahuan aktivitas di kawasan hutan, mereka tak menjawab. Padahal, izin yang diperoleh, selain mendapat legalitas kegiatan juga dapat memberikan informasi soal hutan yang menjadi lokasi kemah.

Umar, 28 tahun, salah seorang peserta kemah, mengaku tujuannya ke Bukit Cendana untuk merayakan tahun baru Islam. Kegiatan itu, kata dia, akan diisi dengan membaca dan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an.

Menurut dia perkemahan itu atas inisiatif sendiri dan tanpa ada yang mengkoordinir. Adapun bendera hitam putih bertuliskan Arab, kata dia, adalah bendera tauhid. “Bendera itu tidak mengacu organisasi tertentu. Itu bendera umat Islam atau bendera tauhid,” ujarnya.

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan