start over Bahaya Menggunakan Maskara Setiap Hari - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Minggu, 22 Oktober 2017

Bahaya Menggunakan Maskara Setiap Hari

Bahaya Menggunakan Maskara Setiap Hari




Fakta.co.id – Pakai maskara memang bagus untuk melentikkan dan mempertebal bulu mata, sehingga penampilan lebih menarik. Hanya saja, ada efek sampingnya jika diaplikasikan setiap hari lho.

Ya, sepasang mata bisa menyampaikan jutaan hal. Mulai dari perasaan Anda sampai apa yang sedang dipikirkan.

Tak heran bila mata adalah salah satu bagian tubuh yang paling diperhatikan, khususnya bagi orang yang suka dandan atau hobi bereksperimen dengan kosmetik. Nah, salah satu alat make-up yang bisa dibilang wajib dimiliki pecinta kosmetik adalah maskara.

Penggunaan alat make-up yang satu ini memang sudah pasti membuat pemakainya tampil cantik dan percaya diri, karena bisa menghasilkan bulu mata yang lentik, lebat, dan tajam. Sayangnya, di balik kelebihan maskara yang bisa mempercantik penampilan Anda setiap hari, Anda tetap harus hati-hati. Pasalnya, pemakaian maskara yang terlalu sering bisa menimbulkan beberapa risiko.

Bahaya menggunakan maskara setiap hari:

1. Bulu mata rontok

Memang, maskara waterproof (tahan air) bikin bulu mata Anda tetap sempurna seharian. Namun, tahukah Anda jika penggunaan maskara waterproof setiap hari hanya akan membuat bulu mata rontok?

Hal ini terjadi karena produk kecantikan yang tahan air mengandung bahan kimia yang menyebabkan bulu mata jadi lebih kaku. Akibatnya ketika dibersihkan, Anda membutuhkan sedikit usaha untuk menghilangkan bekasnya. Hal ini berisiko membuat bulu mata lebih rentan rontok.

2. Sarang jamur dan bakteri

Tanpa disadari, tempat maskara Anda adalah lingkungan yang lembab dan gelap, sudah terkontaminasi dengan air mata beserta keringat sehari-sehari yang dipindahkan melalui kuas ke dalam tabung. Lingkungan seperti ini menciptakan tempat yang nyaman bagi bakteri dan jamur untuk tumbuh dan berkembang biak.

Sebenarnya tidak hanya maskara, hampir seluruh alat make-up Anda juga berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan yang nyaman untuk jamur dan bakteri.

Tidak hanya itu, kebanyakan wanita juga cenderung malas atau lupa membersihkan make-up di area mata karena sudah kelelahan dan ingin segera beristirahat. Nah, kebiasaan inilah yang ternyata bisa menyebabkan bulu mata menjadi tempat yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak sehingga bisa memicu gatal-gatal. Bahkan, hal ini juga bisa membuat jamur berwarna keputihan muncul dan memicu kelopak mata mengalami alergi.

3. Infeksi

Sebuah studi yang dilakukan oleh International Journal of Cosmetic Science yang meneliti 40 sampel maskara menemukan bahwa 79 persen dari sampel tersebut terkontaminasi bakteri staph yang menyebabkan infeksi staph pada mata. Infeksi staph adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus sp.

Gejalanya antara lain muncul ruam atau bisul di area mata atau wajah Anda. Ya, infeksi bakteri ini juga bisa menyebar ke bagian wajah Anda yang lain, tak cuma area mata.

4. Beberapa maskara mengandung bahan kimia yang berbahaya

Ada banyak bahan kimia berbahaya yang bisa ditemukan dalam maskara. Namun, beberapa yang paling banyak ditemukan adalah paraben, phtalate, serbuk alumunium, dan propilen glikol. Bahan-bahan kimia tersebut berfungsi sebagai bahan pengawet dan mencegah bakteri tumbuh dalam maskara. Sayangnya, mereka juga memiliki dampak negatif pada tubuh.

Misalnya, beberapa jenis paraben diketahui bisa berubah menjadi racun apabila terpapar oleh sinar ultraviolet, antara lain metil dan etil paraben, yang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan penuaan dini. Bahkan, penggunaan kosmetik jangka panjang yang mengandung paraben juga dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai jenis kanker.

Selain itu, berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, kandungan neurotoksin dalam serbuk alumunium dianggap jauh lebih membahayakan dibandingkan merkuri karena bisa mengganggu berbagai proses seluler dan metabolik di sistem saraf dan jaringan tubuh lainnya.

Sedangkan beberapa orang yang sensitif terhadap kandungan propilen glikol, terlebih bagi mereka yang memiliki jenis kulit sensitif, akan lebih berisiko kena iritasi seperti dermatitis kontak. Dermatitis kontak adalah reaksi alergi pada kulit yang disebabkan oleh kontak langsung dengan alergen (penyebab alergi). Reaksi alergi ini akan menimbulkan ruam merah dan peradangan yang disertai rasa gatal serta nyeri ringan. Namun, pada kasus yang parah, kulit seseorang bisa saja melepuh dan berpotensi menyebar ke area lainnya di tubuh.

Be Sociable, Share!

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan