FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

22 Mei 2018

Dua Wartawan Dari Myanmar yang Ditahan di Bangladesh Dibebaskan Dengan Jaminan

Dua Wartawan Dari Myanmar yang Ditahan di Bangladesh Dibebaskan Dengan Jaminan




Fakta.co.id – Dua wartawan dari Myanmar, yang telah ditahan di Bangladesh sementara melaporkan arus ribuan Muslim Rohingya, telah dibebaskan dengan jaminan, kata seorang perwira polisi pada Sabtu (23/9/2017).

Kedua wartawan tersebut ialah Minzayar Oo dan Hkun Lat, yang ditahan pada awal September di kawasan perbatasan Bangladesh, Cox’s Bazar, tempat pengungsi tiba dari Myanmar untuk menyelematkan diri dari operasi militer terhadap para pemberontak.

“Satu pengadilan membebaskan mereka setelah ada jaminan tetapi mereka belum boleh kembali ke negaranya sekarang,” kata Ranajit Kumar Barua, perwira polisi itu, kepada Reuters yang menghubunginya melalui telepon.

Ditambahkan bahwa pengadilan akan memutuskan apakah kedua wartawan tersebut dapat meninggalkan negara itu pada sidang terpisah yang bisa berlangsung pada waktu yang akan ditentukan kemudian pekan depan.

Keduanya ditangkap karena melanggar undang-undang imigrasi tetapi belum ada tuduhan yang dikenakan kepada mereka, kata Barua, yang membantah laporan-laporan bahwa keduanya telah dituduh melakukan kegiatan mata-mata.

Seorang pengacara kedua wartawan itu juga membenarkan pembebasan mereka tetapi tidak memberi rincian lebih jauh.

Kepolisian Bangladesh mengatakan kedua wartawan itu ditahan karena melakukan tugas jurnalistik untuk sebuah majalah Jerman, sementara mereka menggunakan visa turis.

Sebanyak 429.000 pengungsi dari Myanmar telah menyelamatkan diri ke Bangladesh sejak 25 agustus, ketika para militan Rohingya melancarkan serangan-serangan atas pos-pos keamanan yang memicu aksi balasan oleh tentara Myanmar.

Majalah GEO dari Jerman, yang menugaskan Minzayar Oo untuk meliput krisis Rohingya, mengatakan dia telah pergi ke Bangladesh pada 6 September dan ditahan hari berikutnya.

Minzayar Oo merupakan salah seorang fotografer paling terkenal di Myanmar dan bekerja untuk berbagai media, meliput kebangkitan negara itu dari kekuasaan militer. Ia sebelumnya bekerja dengan kantor berita Rueters berdasarkan kontrak.

Hkun Lat juga fotografer terkenal di Myanmar dan telah meraih sejumlah penghargaan atas liputannya di kawasan-kawasan konflik.

Permushan dari warga Dari Sittwe, Myanmar, Reuters melaporkan pada Sabtu lembaga-lembaga bantuan yang berusaha keras untuk mencapai ratusan ribu Muslim Rohingya yang terlantar akibat kekerasan di bagian barat laut Myanmar menghadapi permusuhan dari kaum umat Budha etnis Rakhine.

Mereka menuduh PBB dan kelompok-kelompok bantuan asing hanya membantu kaum Muslim.

Sejauh ini, pemerintah Myanmar hanya memberikan akses kepada organisasi Palang Merah ke kawasan itu. PBB menangguhkan kegiatannya dan mengevakuasi stafnya setelah pemerintah menyatakan pihaknya telah mendukung aksi menumpas pemberontakan Rohingya.

Palang Merah yang sudah menghadapi cuaca buruk, lapangan yang sulit dan birokrasi yang berbelit-belit juga harus mengatasi massa yang marah. Mereka yakin lembaga-pembaga bantuan asing telah menafikan penderitaan kaum Buddha Rakhine di negara bagian termiskin Myanmar itu.

Pada Rabu sekelompok massa di Sittwe, ibu kota negara bagian Rakhine, berusaha memblok sebuah kapal yang membawa bantuan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) ke wilayah utara, tempat serangan-serangan oleh militan Rohingya pada 25 Agustus mendorong para jenderal Myanmar memerintahkan serangan kontra pemberontakan.

Massa itu dipersenjatai dengan pentungan, pisau dan bom-bom bensin dan hanya bubar setelah polisi melepaskan peluru-peluru karet.

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan