FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

17 Desember 2017

Kemlu Australia Keluarkan Travel Warning ke Bali, Menyusul Aktifnya Gunung Agung

Kemlu Australia Keluarkan Travel Warning ke Bali, Menyusul Aktifnya Gunung Agung




Fakta.co.id – Ribuan warga Negeri Kanguru harus menunda perjalanan mereka ke Bali, Indonesia, setelah Kementerian Luar Negeri Australia mengeluarkan peringatan perjalanan atau travel warning ke Pulau Dewata. Peringatan ini dikeluarkan menyusul aktifnya Gunung Agung yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali Timur.

“Pihak berwenang Indonesia telah menangguhkan sementara semua kegiatan di luar ruangan seperti kegiatan hiking dan berkemah di dekat kawah,” ujar Kementerian Luar Negeri Australia, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Minggu (24/9/2017).

Kementerian Luar Negeri Australia meminta para pelancong untuk menjadwal ulang perjalanan mereka ke Bali dengan maskapai penerbangan. Pernyataan ini dideklarasikan setelah pihak berwenang di Indonesia mengeluarkan periode darurat selama satu bulan.

“Pantau laporan media lokal dan ikuti instruksi dari pihak berwenang setempat. Letusan Gunung Agung bisa berdampak pada perjalanan udara di wilayah ini. Hubungi operator penerbangan atau tur Anda untuk mengonfirmasi rencana perjalanan,” lanjut Kementerian Luar Negeri Australia.

Pihak otoritas di Indonesia sendiri telah meningkatkan status Gunung Agung ke level IV atau tertinggi. Dengan status tersebut, letusan bisa segera terjadi di gunung aktif itu.

Sejak Sabtu 23 September, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat ada lima letusan kecil yang terdeteksi berasal dari gunung tersebut. Abu vulkanis setinggi 1.000 meter terlihat keluar dari Gunung Agung.

Meski pemerintah Australia telah mengeluarkan travel warning, dua maskapai Negeri Kanguru yang memiliki rute perjalanan langsung ke Bali, yakni Jetstar dan Qantas, tetap mengoperasikan penerbangan ke tempat wisata populer itu. Menurut juru bicara Jetstar, semua penerbangan dari dan ke Bali akan berjalan sesuai jadwal, namun mereka akan terus memantau aktivitas Gunung Agung.

“Namun, kami akan memonitor situasi,” ujar juru bicara maskapai Jetstar.

Sama seperti Jetstar, maskapai Qantas yang melakukan penerbangan seminggu sekali ke Bali mengatakan masih melakukan perjalanan sesuai jadwal. Ahli meteorologinya akan terus memantau aktivitas Gunung Agung.

Saat ini, banyak warga Australia yang berencana mengunjungi Pulau Dewata. Pasalnya, liburan sekolah sedang berlangsung di New South Wales, Victoria, Queensland, dan Western Australia. Sementara untuk sekolah di Australia Selatan, Tasmania, dan Northern Territory, liburan baru dimulai pekan depan.

Indonesia memang menjadi tempat tujuan favorit warga Australia setelah Selandia Baru. Pada 2016, sekira 1,2 juta orang Australia tercatat pergi mengunjungi Indonesia. Salah satu destinasi favorit mereka adalah Bali.

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan