start over Dubes Korut Klaim AS Miliki Aset Nuklir di Semenanjung Korea - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Kamis, 23 November 2017

Dubes Korut Klaim AS Miliki Aset Nuklir di Semenanjung Korea

Dubes Korut Klaim AS Miliki Aset Nuklir di Semenanjung Korea




Fakta.co.id – Duta Besar Korea Utara (Korut) untuk PBB Ja Song Nam mengklaim bahwa Amerika Serikat (AS) memberlakukan blokade ekonomi di negaranya. Selain itu, Ja juga mengatakan bahwa AS memiliki aset nuklir di Semenanjung Korea yang ditujukan untuk menjatuhkan pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un.

Ja juga mengatakan bahwa dorongan AS kepada negara-negara lain untuk memberlakukan sanksi PBB adalah ilegal dan tidak dapat dibenarkan. Ia juga mengatakan bahwa AS melakukan hal tersebut akibat panit terhadap Korut adalah bagian dari kepanikan AS.

“AS berpegang pada ancaman nuklir dan pemerasan, sanksi ekonomi dan blokade yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menolak hak dan eksistensi kita (Korut), namun hal tersebut hanya menghasilkan kewaspadaan kami dan keberanian lebih tajam,” ungkap Ja kepada komite Majelis Umum yang menangani masalah ekonomi dan keuangan, dikutip dari ABC News, Rabu (4/10/2017).

Sekadar diketahui, PBB telah memberlakukan sanksi terberat yang pernah ada di Korut dalam menanggapi senjata nuklir dan uji coba rudal balistiknya, dengan tujuan menekan Pemerintah Korut untuk kembali melakukan perundingan mengenai denuklirisasi Semenanjung Korea.

Langkah-langkah tersebut mencakup larangan negara-negara yang mengimpor batubara, bijih besi, dan tekstil asal Korut dan batasan baru impor produk bahan bakar. Namun tekanan ekonomi tidak memiliki dampak yang nyata pada negara tertutup tersebut. Justru Korut tampaknya mempercepat tujuannya yaitu menyerang AS dengan senjata nuklirnya.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Korut, Ri Yong-ho, menuding Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan perang terhadap negaranya. Kepada para reporter di New York, Ri mengatakan bahwa dengan deklarasi perang tersebut, Korut berhak menembak jatuh pesawat pengebom AS.

Diktator muda Korut Kim Jong-un pun marah karena negaranya diancam akan dihancurkan total oleh Presiden AS Donald Trump. Kim mengatakan, pemimpin Gedung Putih itu “gila” dan akan membayar mahal atas ancamannya.

“Trump tidak layak untuk memegang hak prerogatif dari sebuah komando tertinggi sebuah negara,” tukas Kim Joung-un.

Be Sociable, Share!

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan