start over Gara-Gara Videonya Soal Rohingya, Gelar Miss Myanmar Dicopot - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Kamis, 23 November 2017

Gara-Gara Videonya Soal Rohingya, Gelar Miss Myanmar Dicopot

Gara-Gara Videonya Soal Rohingya, Gelar Miss Myanmar Dicopot




Fakta.co.id – Mulutmu adalah harimaumu adalah peribahasa yang tepat untuk kasus ini. Seorang perempuan harus merelakan gelar ratu kecantikan Myanmar setelah mengklaim bahwa kelompok militan yang membela Muslim Rohingya adalah ‘pertanda teror dan kekerasan’ dalam konflik yang sedang berlangsung di negara bagian Rakhine.

Seperti yang dilansir dari Daily Mail, Rabu (4/10/2017), Shwe Eain Si (19) Miss Grand Myanmar, mem-posting sebuah video di Facebook pada minggu lalu yang menggambarkan kelompok militan Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA) sebagai kelompok yang tengah berusaha mendirikan gaya khalifah di Myanmar dan mengatakan akan menggunakan ketenarannya untuk ‘mengungkapkan kebenaran’.

Selain itu, dalam video tersebut, Shwe juga menyatakan bahwa ARSA adalah organisasi teroris yang justru biang dari konflik itu sendiri. Ia juga mengatakan jika Rohingya bersikap seolah-olah mereka adalah orang-orang yang tertindas dan mengatakan bahwa serangan baru-baru ini tidak proporsional.

Namun, pihak penyelenggara kontes kecantikan tersebut kecewa dengan sikap Shwe Eain Si yang dinilai tidak mencerminkan suri tauladan. Mereka terpaksa mencopot mahkotanya dan membatalkan kontrak. Tidak tinggal diam, pihak Shwe membantah klaim penyelenggara kompetisi tersebut dan mengatakan tidak ada satu pun tuduhan serius yang dapat melepaskan gelarnya.

Sekadar diketahui, lebih dari setengah juta Muslim Rohingya melarikan diri dari tindakan militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine ke Bangladesh pada akhir Agustus. Aksi yang dipercaya merupakan tindakan genosida tersebut telah dikecam oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan dunia.

Namun Myanmar membantahnya, dengan mengatakan bahwa pihaknya memerangi teroris Rohingya yang telah mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan keamanannya. Pemerintah Myanmar tersinggung dengan laporan yang menyebut militernya melakukan pembersihan etnis atau genosida terhadap minoritas muslim Rohingya. Di forum Majelis Umum PBB di New York, Myanmar menyampaikan keberatannya.

Duta Besar Myanmar untuk PBB Hau Do Suan mengatakan bahwa pihaknya keberatan kepada negara-negara yang telah menggunakan kata-kata genosida untuk menggambarkan situasi di negara bagian Rakhine.

Hau Do Suan menggunakan ”hak jawab”-nya pada akhir pertemuan enam hari para pemimpin dunia di Majelis Umum PBB. Dalam pidatonya, diplomat Myanmar ini mengatakan tuduhan genosida atau pembersihan etnis adalah ucapan yang tidak bertanggung jawab dan tuduhan yang tidak berdasar.

“Tidak ada pembersihan etnis. Tidak ada genosida,” tukas Hau Do Suan.

Be Sociable, Share!

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan