start over Jurnalis Zimbabwe Terancam Dibui Karena Laporkan Ibu Negara Sumbang Pakaian Dalam Bekas - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Kamis, 23 November 2017

Jurnalis Zimbabwe Terancam Dibui Karena Laporkan Ibu Negara Sumbang Pakaian Dalam Bekas

Jurnalis Zimbabwe Terancam Dibui Karena Laporkan Ibu Negara Sumbang Pakaian Dalam Bekas




Fakta.co.id – Seorang jurnalis ditahan dan didakwa dengan tuduhan kriminal setelah melaporkan bahwa Ibu Negara Zimbabwe, Grace Mugabe telah menyumbangkan pakaian bekas, termasuk celana dalam kepada sejumlah pendukung partai berkuasa Zanu-PF. Reporter surat kabar Newsday, Kenneth Nyangani dilaporkan ditahan di sel polisi selama 18 jam setelah ditangkap pada Senin malam, 2 Oktober.

Organisasi hak asasi manusia internasional telah menyerukan pembebasan Nyangani dan menuduh pihak berwenang Zimbabwe berusaha untuk mengintimidasi dan melecehkan wartawan di negara bekas jajahan Inggris itu.

“Penangkapan itu adalah taktik yang disengaja untuk mengganggu dan mengintimidasi Kenneth dan jurnalis lainnya guna mencegah mereka melakukan pekerjaan mereka,” kata Direktur Eksekutif Amnesty International Zimbabwe, Cousin Zilala sebagaimana dikutip Guardian Rabu (4/10/2017).

Ketegangan di Zimbabwe meningkat setelah ekonomi negara itu memburuk dan perebutan kekuasaan untuk mencari pengganti Presiden Robert Mugabe yang telah berusia 93 tahun, semakin ketat. Grace Mugabe dan Wakil Presiden Emerson Mnangagwa menjadi calon kuat untuk duduk di kursi orang nomor satu Zimbabwe jika Robert Mugabe mundur atau meninggal.

Sebagai ibu negara, Grace Mugabe sangat tidak populer di kalangan rakyat Zimbabwe, yang marah dengan laporan pengeluarannya yang boros. Rekaman salah satu anaknya mengambil alih dua mobil Rolls-Royce mewah bulan lalu memicu kemarahan rakyat.

Pengacara Nyangani, Passmore Nyakureba mengatakan, kliennya akan hadir di pengadilan pada Rabu, 4 Oktober dant terancam hukuman hingga enam bulan penjara dan denda sebesar USD200.

“Reaksi dari pihak berwenang ini hanya karena ibu negara terlibat. Mereka ingin menyingkirkan orang-orang dari punggungnya. Dia telah menerima banyak laporan negatif di surat kabar dan mereka ingin memperbaiki citranya, ” kata Nyakureba.

Be Sociable, Share!

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan