start over Protes Kekerasan Pada Referendum, Puluhan Ribu Warga Catalunya Gelar Demonstrasi - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Kamis, 23 November 2017

Protes Kekerasan Pada Referendum, Puluhan Ribu Warga Catalunya Gelar Demonstrasi

Protes Kekerasan Pada Referendum, Puluhan Ribu Warga Catalunya Gelar Demonstrasi




Fakta.co.id – Puluhan ribu orang turun ke jalan-jalan di Catalunya dan menggelar demonstrasi memprotes kekerasan yang dilakukan polisi Spanyol pada referendum kemerdekaan yang digelar akhir pekan lalu. Akibat demonstrasi itu, lalu lintas di Catalunya terganggu, stasiun kereta bawah tanah di Barcelona ditutup dan para pegawai pemerintah melakukan mogok sebagai respons atas seruan dari kelompok pro-kemerdekaan.

Kelompok pro-kemerdekaan yang mengendalikan pemerintahan daerah Catalunya menggelar referendum pada Minggu, 1 Oktober, menentang keputusan Pengadilan Spanyol yang menyatakan langkah itu sebagai tindakan ilegal. Sekira 900 orang mengalami luka-luka pada hari pemungutan suara ketika polisi menembakkan peluru karet dan menyerbu kerumunan dengan pentungan untuk menggagalkan referendum.

Warga Catalunya yang berpartisipasi dalam pemungutan suara itu condong memilih kemerdekaan. Hasil itu telah diperkirakan karena warga yang tetap bersama Spanyol memilih untuk memboikot referendum.

“Apa yang terjadi pada 1 Oktober telah melepaskan perasaan kemerdekaan yang tidak akan pernah mati,” kata Monica Ventinc, seorang pelajar yang mengikuti demonstrasi pada Selasa, 3 Oktober sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (4/10/2017).

Raja Spanyol, Felipe VI akan memberikan pidato di televisi kepada rakyat pada Selasa, 3 Oktober waktu setempat. Hal itu disampaikan keluarga kerajaan setelah raja bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Mariano Rajoy untuk membahas situasi di Catalunya.

Pemimpin Catalan Carles Puigdemont mengatakan bahwa referendum tersebut valid dan hasilnya harus dilaksanakan. Namun, Mahkamah Konstitusi Spanyol melarang pemungutan suara tersebut dan  berpihak kepada Madrid yang berpendapat bahwa hal tersebut bertentangan dengan konstitusi 1978 yang melarang pemisahan dalam negara.

Be Sociable, Share!

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan