start over Tentara Myanmar Bawa 2 Juta Butir Narkoba Saat Bertugas di Rakhine - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Jum'at, 24 November 2017

Tentara Myanmar Bawa 2 Juta Butir Narkoba Saat Bertugas di Rakhine

Tentara Myanmar Bawa 2 Juta Butir Narkoba Saat Bertugas di Rakhine




Fakta.co.id – Dua tentara Myanmar (Tatmadaw) dimintai keterangan setelah tertangkap tengah membawa hampir dua juta pil yaba di negara bagian Rakhine yang tengah bergolak. Perdagangan obat terus berlanjut meski terjadi kekerasan dan konflik.

Dua tentara tersebut ditahan setelah 1,88 juta butir narkoba senilai USD2,8 juta atau Rp32 miliar ditemukan di sebuah kendaraan militer di Kota Maungdaw pada 1 Oktober. Hal tersebut disampaikan oleh perwira senior anti-narkoba yang menolak memberikan identitas.

Maungdaw adalah pusat konflik yang menyebabkan ratusan orang tewas dan membuat 500 ribu warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

Menurut laporan, Rabu (4/10/2017), tentara Myanmar telah memenuhi daerah tersebut sejak 25 Agustus dalam sebuah serangan besar yang dirancang untuk mengusir Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA). Namun kehadiran mereka tampaknya gagal memperlambat perdagangan narkoba.

Yaba, bahasa Thailand yang berarti ‘obat gila’ adalah ramuan methamphetamine dan kafein yang telah populer di kalangan anak muda di Bangladesh. Zona perbatasan barat Myanmar dibanjiri dengan methamphetamine. Banyak desas-desus tentang militan, pasukan keamanan, dan pengusaha lokal menjadi kaya dengan perdagangan narkoba.

Sekadar diketahui, konflik Rohingya mengakibatkan lebih dari 400 ribu warga etnis Rohingya mengungsi ke perbatasan Bangladesh. Mayoritas warga Rohingya, tewas dalam ketegangan di Rakhine. Sekretaris Pemerintah Myanmar Ting Maung Swe sempat tidak mengizinkan Deputi Asisten Menteri Luar Negeri Patrick Murphy pergi ke distrik Maungdaw yang menjadi titik konflik di Rakhine.

Bangladesh juga telah membuka pembicaraan dengan negara Myanmar pada Senin 2 Oktober. Pembicaraan tersebut dilakukan untuk menjamin kembalinya lebih dari setengah juta pengungsi Muslim Rohingya ke Myanmar yang sebagian besar telah tiba di Bangladesh sejak akhir Agustus.

Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina menyerukan diakhirinya kekerasan dan berdirinya zona aman di Myanmar untuk memungkinkan pengungsi kembali.

Selain itu, PM Hasina juga meminta misi pencarian fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pergi ke Myanmar dan menerapkan rekomendasi untuk memecahkan masalah di Rakhine yang disusun oleh sebuah tim yang dipimpin oleh Mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan.

Be Sociable, Share!

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan