start over Kisah Balita yang Alami Kerusakan Otak Akibat Ulah Pengasuhnya Menantang Harapan Medis - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Jum'at, 24 November 2017

Kisah Balita yang Alami Kerusakan Otak Akibat Ulah Pengasuhnya Menantang Harapan Medis

Kisah Balita yang Alami Kerusakan Otak Akibat Ulah Pengasuhnya Menantang Harapan Medis




FAKTA.CO.ID– Seorang ibu yang balitanya diperkirakan meninggal setelah disiksa oleh pengasuhnya, berbicara kepada khalayak umum agar orang lain dapat mencegah hal yang sama terjadi pada mereka.

Anak laki-laki Ashley Englan, Landon, kepalanya dibenturkan ke tanah oleh pengasuhnya saat ia berusia tujuh bulan.

Anak laki-laki itu menderita trauma kepala yang parah dan diperkirakan tidak bisa melihat, mendengar, atau bergerak lagi, bahkan pada satu titik, dokter mengira dia akan meninggal.

Tapi Landon, penduduk Fort Collins, Colorado itu, membuat harapan hidupnya tinggi dan kini ia berusia 18 bulan, meski pemulihannya lamban namun stabil.

Ashley Englan mengatakan bahwa ia membagikan ceritanya untuk memperingatkan ibu lain agar menjaga anak-anak mereka dari bahaya kekerasan.

Harapan mereka dapat mencegah hal serupa terjadi pada anak-anak mereka.

Di bulan Juni 2016, Caleb Collins, 24, seorang teman keluarga England, melihat Landon yang berusia tujuh bulan.

Namun, dalam sebuah wawancara dengan polisi kemucian, Collins mengakui bahwa cedera tersebut terjadi setelah Landon merangkak ke Play Station dan menarik salah satu kabelnya.

Karena tidak ingin konsol game itu jatuh, ia “terpaksa” melemparkan Landon ke belakangnya, membalikkan ke udara sebelum kepalanya jatuh, demikian menurut pengadilan, seperti dilansir dari Dailymail.com.

Akhirnya Collins didakwa dengan percobaan pembunuhan dan pelecehan anak yang menyebabkan luka berat pada tubuh Landon. Collin menerima hukuman 18 tahun penjara.

Sementara itu, Landon kecil berjuang untuk hidupnya.

Di Rumah Sakit Anak Colorado, dokter mengatakan kepada orangtuanya, bahwa Landon masih bernapas namun tidak sadar dan mengalami trauma kepala parah, tengkoraknya retak dan pendarahan otak di area lobus frontal.

Ashley Englan mengatakan bahwa dokter mengira Landon tidak akan selamat dari luka-lukanya, bahkan pada satu titik mereka menyarankan untuk menarik perawatan Landon.

Hanya, Ashley Englan dan keluarganya mengatakan bahwa itu bukanlah sebuah pilihan.

Landon menantang harapan medis dan mulai melakukan pemulihan meskipun lamban.

Kini, di umurnya yang 18 bulan, Landon sudah bisa berjalan dan merangkak.

Landon mengalami kemajuan yang luar biasa; bergulir dan mengoceh, bahkan bisa melihat lagi, setelah buta selama beberapa bulan.

Sejak akhirnya Ashley Englan tinggal di rumah untuk menjadi pengasuh penuh waktu bagi anaknya, ia bersahabat dengan detektif polisi Fort Collins, Jacklyn Shaklee.

Keduanya berharap bahwa membicarakan tentang penganiayaan anak dapat mengajarkan pada orangtua tentang bagaimana mereka dapat mencegah itu terjadi.

Be Sociable, Share!

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan