start over Dua Kali Makan di Warteg Bu Haji Djunah, Jokowi Sudah Penuhi Tiga Permintaan Pemilik Warung - FAKTA.CO.ID

FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

Kamis, 23 November 2017

Dua Kali Makan di Warteg Bu Haji Djunah, Jokowi Sudah Penuhi Tiga Permintaan Pemilik Warung

Dua Kali Makan di Warteg Bu Haji Djunah, Jokowi Sudah Penuhi Tiga Permintaan Pemilik Warung




FAKTA.CO.ID – Jakarta – Bulan ini, Joko Widodo sudah tiga tahun memerintah sebagai Presiden Indonesia.
Dari tiga tahun itu, ada sederet janji yang belum dipenuhi dan yang sudah dipenuhi.
Dari sekian banyak janji yang sudah dipenuhi, di antaranya adalah janji kepada Bu Hajah Djunah.
Perempuan yang akrab disapa Bu Haji ini adalah pemilik Warung Tegal (Warteg) di depan Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.
Sudah tiga permintaan Bu Djunah yang dipenuhi Jokowi.
Tiga janji itu antara lain memberikan Surat Ijin Usaha Perdagangan, membetulkan warung, dan tidak melupakan Bu Haji jika kelak Jokowi sukses.
Tiga kali sudah juga Bu Haji bertemu dengan Jokowi. Dua kali di warung dan satu kali di Istana Presiden.
Di rumahnya yang berada di Jl. Muria Ujung, Menteng, Jakarta Selatan, Bu Haji menceritakan kembali ketika pertama kali Jokowi bertemu dengannya.
Ketika masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2012, Jokowi sempat mampir ke warungnya yang berada di sebelah kiri pintu masuk Masjid Sunda Kelapa.
Warung itu diapit oleh sebuah toko kelontong si sebelah kiri dan gerobak soto di sebelah kanannya.
Sebelum sampai ke etalase berisi lauk pauk seperti ayam bakar, ikan goreng, sayur asem, gorengan tempe dan lain-lain, terdapat sebuah meja makan berwarna biru dan kursi panjang yang berwarna senada.
Di etalase kaca tersebut memang tidak ada nama atau merek.
Apa yang ada di sana hanya sebuah sticker berukuran setengah ponsel pintar yang dijual di pasaran.
Sticker merah itu bertuliskan huruf W berwarna kuning besar dan tulisan “Warteg, I’m loving it” memotong huruf W besar itu.
Warung itu begitu teduh karena terdapat sebuah payung besar berwarna biru menaungi pengunjung yang ingin makan atau sekedar ngopi di sana.
Tampak beberapa pengunjung berpakaian batik rapih bercelana hitam atau kemeja berbagai macam rupa sedang makan di atas meja itu.
Ada juga pengunjung yang mengenakan kaos oblong dan tidak mengenakan sepatu tengah mendekati etalase untuk memesan.
Di belakang etalase terdapat dua orang laki-laki muda sedang meladeni pembeli dan seorang ibu muda tengah menulis di atas kertas bon.
Di belakang mereka masih ada sebuah kursi panjang juga meja panjang berwarna biru yang menempel di dinding.
Di dinding bagian atas tampak beberapa foto perempuan dengan beberapa tokoh politik nasional dan internasional.
Beberapa foto itu tampak sedikit blur seperti dipotret dengan ponsel.
Beberapa lainnya tampak lebih jelas seperti dipotret dengan kamera professional.
Semua foto itu dibingkai dengan bingkai berwarna emas.
Seorang perempuan tua berkerudung terlihat di hampir semua foto itu.
Perempuan itulah sang pemilik warteg itu, Bu Haji.
Bu Haji mengungkapkan bahwa janji pertama yang ditepati Jokowi adalah memberikan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) jika Jokowi terpilih menjadi Gunernur DKI Jakarta.
Beberapa waktu setelah Jokowi dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 15 Oktober 2012, Jokowi kembali mendatangi warteg Bu Haji untuk makan sekaligus memberikan SIUP yang pernah dijanjikannya.
Ketika itu Bu Haji memohon bantuan kepada Jokowi untuk membetulkan warungnya yang sering bocor.
Jokowi pun kembali berjanji untuk membetulkan warung itu.
Menurut Bu Haji janji itu pun akhirnya ditepati oleh Jokowi. Atap dan beberapa bagian warung Bu Haji dibenahi.
Pada pertemuannya yang kedua kali dengan Jokowi, Bu Haji juga sempat berkata kepadanya untuk tidak melupakannya jika nanti sudah sukses.
Beberapa pekan setelahnya, Bu Haji pun diundang ke Istana oleh Pak Jokowi.
“Berapa kali saya makan di tempatmu?” kata Bu Haji menirukan Jokowi ketika di Istana Presiden.
“Dua Pak,” ungkap Bu Haji mengingat jawabannya ketika itu.
“Sekarang kamu yang makan di tempat saya ya,” kata Bu Haji kembali menirukan Jokowi.
Sampai hari ini Bu Haji masih mengirim makanan setiap hari untuk sekitar 20 staf presiden.
“Lumayan barang lima ratus ribu sehari. Buat saya segitu gede,” ungkap Bu Haji sambil memeluk bingkai foto bergambar dirinya dengan Jokowi ketika di Istana.
Seumur hidupnya berdagang warteg, perempuan kelahiran Tegal tahun 1945 itu mengungkapkan kalau baru pertama kalinya ia diundang ke Istana Negara oleh presidennya.
Bu Haji juga mengungkapkan kalau dirinya telah berdagang warteg itu sejak berumur masih kanak-kanak membantu ibunya.
Warteg yang sering disambangi tokoh-tokoh nasional yang tidak ingin ia sebutkan namanya itu sendiri adalah warisan dari orang tuanya.
Terhitung Bu Haji adalah generasi kedua yang mengurus warteg itu.
Kini, pada tiga tahun pemerintahan Jokowi tepat 20 Oktober ini, Bu Haji berharap agar pemerintahan Jokowi langgeng dan tetap berpihak kepada rakyat kecil sepertinya.
“Harapan saya ke Pak Jokowi ya, siapa sajalah yang memerintah dan ngebantu saya, namanya orang jalanan, saya doain biar dia sukses,” ungkap Bu Haji.(*)

Be Sociable, Share!

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan