FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

17 Desember 2017

Krisis Zimbabwe, Sekjen PBB Minta Diselesaikan Secara Damai

Krisis Zimbabwe, Sekjen PBB Minta Diselesaikan Secara Damai




Fakta.co.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Gutteres meminta sebuah solusi damai untuk menyelesaikan krisis Zimbabwe. Hal ini dilakukan agar stabilitas di negara tersebut kembali tercipta setelah pasukan militer melakukan kudeta atas pemerintahan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe.

“Gutteres khawatir. Ia tidak ingin melihat adanya destabilisasi lagi,” ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric, sebagaimana dikutip dari Xinhua, Sabtu (18/11/2017).

Gutteres mengaku terus mengikuti perkembangan atas krisis yang tengah terjadi di Zimbabwe. Ia pun meminta masyarakat untuk tetap tenang.

Sekjen PBB menggarisbawahi pentingnya penyelesaian perbedaan pandangan politik melalui cara damai. Gutteres menganjurkan seluruh pihak melakukan dialog bersama untuk menemukan jalan keluar yang sesuai dengan konstitusi negara tersebut.

“Sekjen menyambut baik upaya yang diprakarsai oleh Komunitas Pembangunan Afrika Selatan yang memfasilitasi solusi damai terhadap situasi tersebut. Dia terus berhubungan dengan Ketua Komisi Uni Afrika dan para pemimpin regional untuk mendukung upaya tersebut,” jelas Dujarric dalam sebuah pernyataan.

Sekjen PBB akan terus menerapkan komitmen PBB dalam membantu menyelesaikan kasus di Zimbabwe. PBB mendukung upaya Zimbabwe untuk mengonsolidasikan tata pemerintahan yang demokratis.

Situasi politik di Zimbabwe saat ini memang sedang memanas setelah pasukan militer mengambil alih kantor penyiaran berita negara tersebut pada Rabu 15 November 2017. Hal itu dilakukan sebagai upaya melengserkan Presiden Mugabe.

Presiden berusia 93 tahun itu memang telah mengambil alih pemimpinan di Zimbabwe selama 37 tahun. Demi mendapat pemimpin yang baru, berbagai upaya dilakukan untuk melengserkan Mugabe. Namun, jalan demokratis selalu gagal karena Pemilu Zimbabwe diduga selalu penuh dengan kecurangan.

Kudeta ini dilakukan setelah Mugabe memecat Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa pada pekan lalu. Pemecatan ini dilakukan saat Mnangagwa disebut-sebut akan menjadi penerus Mugabe.

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan