FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

15 Desember 2017

Pria di India Bunuh Istrinya yang Telah Dinikahi 10 Tahun Karena Menolak Berhubungan Badan

Pria di India Bunuh Istrinya yang Telah Dinikahi 10 Tahun Karena Menolak Berhubungan Badan




Fakta.co.id – Seorang pria di India tega membunuh istrinya sendiri hanya karena masalah sepele. Pria berusia 35 tahun yang tinggal di Negara Bagian Haryana, India Utara itu membunuh sang istri yang telah ia nikahi selama satu dekade karena menolak ajakan untuk berhubungan badan.

Pria bernama Sanjiv Kumar itu diketahui membunuh sang istri dengan cara mencekiknya hingga kehabisan napas. Insiden pembunuhan itu tepatnya terjadi si sebuah desa di dekat Kota Jyotisar di distrik Kurukshetra. The Times of India melaporkan, istri Kumar yang bernama Suman telah menolak ajakan berhubungan badan lebih dari satu kali.

“Tersangka mengatakan jika istrinya telah menolak berhubungan badan untuk sementaa waktu. Tapi pelaku kembali meminta hal tersebut dan kembali ditolak. Ia kesal dan kemudian mencekik istrinya,” ujar seorang petugas polisi, Ramesh Jaglan sebagaimana dikutip dari Strait Times, Sabtu (18/11/2017).

Pasangan ini diketahui telah memiliki 2 orang anak dari pernikahan mereka. Sementara itu, Daily Mail melaporkan jika Suman menolak untuk berhubungan seksual dengan suaminya bukan tanpa alasan. Ibu rumah tangga itu dilaporkan menolak berhubungan badan karena Kumar yang mengalami gejala penyakit demam berdarah.

India adalah salah satu negara dengan tingkat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perempuan tertinggi di dunia. Hampir dalam setiap 5 menit sekali, Kepolisian India menerima laporan tentang kasus kekerasan terhadap perempuan maupun KDRT. Namun, para aktivis menilai kasus kekerasan di India jumlahnya lebih banyak dari yang dilaporkan mengingat banyak korban yang memilih tidak melapor.

Pada 2005, India telah memperkenalkan undang-undang baru untuk melindungi perempuan dari kekerasan dalam rumah tangga. Namun undang-undang ini dinilai gagal memperbaiki situasi karena kasus yang dilaporkan kerap ditangani polisi karena dinilai bukan sebuah tindak kejahatan. Salah satu yang tak dihitung sebagai KDRT adalah pemaksaan hubungan seksual antarsuami-istri.

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan