FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

15 Desember 2017

Bertato Buddha, Wanita Inggris Ini Dideportasi dari Sri Lanka

Bertato Buddha, Wanita Inggris Ini Dideportasi dari Sri Lanka




Fakta.co.id – Seorang wanita Inggris dideportasi dari Sri Lanka karena memiliki tato Buddha. Hal ini dilakukan karena polisi di negara tersebut merasa tersinggung dengan tato itu. Sebelum dideportasi, wanita bernama Naomi Michelle Coleman itu dipenjara selama empat hari pada 2014, tepat setelah mendarat di Colombo.

Sebagaimana diwartakan Asia One, Minggu (19/11/2017), setelah kembali ke negaranya, ia pun mengambil langkah hukum. Sebab, Coleman mengaku mendapat perlakuan tak menyenangkan selama ditahan di sana.

Pengadilan akhirnya memutuskan tidak ada dasar hukum atas penangkapannya. Mahkamah Agung meminta pemberian uang ganti kepada rugi senilai 800 ribu rupee atau sekira Rp70 juta karena perlakuan tak menyenangkan kepada Coleman.

Selain itu, petugas keamanan yang terlibat dalam penangkapan Coleman juga harus membayar ganti rugi. Dua polisi yang terbukti bertindak tidak menyenangkan harus membayar 100 ribu rupee atau sekira Rp8 juta kepada Coleman.

Coleman mengaku senang atas keputusan ini. Wanita yang bekerja sebagai perawat kesehatan mental itu tak menyesal telah mengambil langkah hukum setelah kembali ke Inggris.

Langkah ini ia tempuh karena merasa kesal dan takut karena perlakuan kasar kerap ia terima. Saat di penjara, salah seorang sipir bahkan melontarkan komentar serta ucapan cabul kepadanya. Tak hanya itu, beberapa polisi juga memaksanya memberi uang.

Sebelum ditangkap, Colemen sebenarnya telah menjelaskan bahwa tato tersebut merupakan tanda penghormatan terhadap keyakinannya. Sebab, Coleman sangat taat dengan ajaran-ajaran agama Buddha yang dianutnya. Namun, penjelasannya tak juga didengarkan hingga dia dibawa ke penjara deportasi.

Biro Promosi Pariwisata Sri Lanka telah mengganti tiket pulang Colemen ke Inggris. Mereka mengaku menyesal atas insiden yang dipublikasikan secara luas itu.

Coleman bukanlah turis pertama yang mengalami masalah karena tato yang dianggap menyinggung di Sri Lanka. Wisatawan Inggris lainnya juga dilarang memasuki Sri Lanka pada 2013 karena diduga menunjukkan rasa tidak hormat atas tato Buddha di lengannya.

Kemudian pada Agustus 2012, tiga turis Prancis juga dijatuhi hukuman enam bulan penjara karena mencium patung Buddha di sebuah pulau. Hukuman tersebut kemudian ditangguhkan.

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan