FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

15 Desember 2017

Sekjen PBB: Status Yerusalem Harus Diselesakain Melalui Perundingan

Sekjen PBB: Status Yerusalem Harus Diselesakain Melalui Perundingan




Fakta.co.id – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengkritik keputusan presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan menegaskan bahwa status Yerusalem hanya bisa diselesaikan lewat negosiasi antara Israel-Palestina.

Guterres juga menegaskan dirinya “menentang setiap tindakan sepihak yang akan membahayakan peluang perdamaian bagi Palestina dan Israel.

“Sejak hari pertama sebagai Sekretaris Jenderal PBB, saya terus-menerus telah menentang setiap tindakan sepihak yang akan membahayakan prospek perdamaian bagi Palestina dan Israel,” kata pemimpin PBB tersebut kepada wartawan, seperti dikutip dari AFP.

“Status akhir Yerusalem harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara kedua pihak dengan dasar resolusi terkait Sidang Majelis Umum dan Dewan keamanan, dengan memperhatikan kepentingan sah kedua pihak, Palestina dan Israel,” kata Guterres.

Pada Rabu malam waktu AS, Trump secara resmi mengumumkan keputusannya mengenai Yerusalem, meskipun ada peringatan dari pemimpin Arab dan Uni Eropa bahwa itu akan mengobarkan ketegangan serta menyulut kerusuhan di Timur Tengah.

Trump juga berencana memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Dewan Keamanan PBB merencanakan akan sidang pada Jumat ini terkait keputusan Trump tersebut, atas permintaan delapan dari 15 anggota DK.

Dikabarkan Reuters, Perancis, Bolivia, Mesir, Italia, Senegal, Swedia, Inggris dan Uruguay meminta Antonio Guterres untuk secara terbuka memaparkan situasi terkini.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas pun mengecam keputusan Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Abbas mengatakan, keputusan Trump tersebut bertentangan dengan upaya AS untuk menjadi penengah dalam upaya damai antara Israel dan Palestina.

“Dengan pengumuman ini, pemerintah Amerika memilih untuk melanggar semua resolusi dan kesepakatan bilateral juga internasional, dan mereka juga memilih untuk melanggar konsensus internasional,” tutur Abbas.

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan