FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

14 Agustus 2018

Ingin Hidup Sehat? Ini 5 Jenis Makanan yang Harus Dihindari

Ingin Hidup Sehat? Ini 5 Jenis Makanan yang Harus Dihindari




Fakta.co.id – Memasuki tahun baru, setiap orang membuat resolusi untuk jadi lebih baik, dan juga gaya hidup lebih sehat.

Menyoal gaya hidup sehat, seseorang bisa memulainya dengan menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi. Di antaranya menghindari makanan yang tak baik untuk pencernaan atau merugikan organ tubuh lainnya.

Sejumlah ahli gizi, seperti dirangkum dari sejumlah sumber, memberi bocoran akan jenis makanan yang patut dihindari jika ingin hidup sehat di 2018. Berikut beberapa di antaranya:

1. Daging olahan

Dilansir dari Harpers Bazaar, Rhian Stephenson, ahli gizi dan CEO Psycle London mengungkapkan  daging olahan berkontribusi terhadap resistensi antibiotik dan juga dapat menimbulkan masalah hormon serta mengganggu insulin. Mengkonsumsi daging olahan juga bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular, diabetes, dan pembengkakan.

Ia mengatakan, daging olahan mengandung bahan kimia karena dari pabrik telah disuntik dengan hormon, antibiotik, dan obat-obatan hewan lainnya. Bahan kimia yang digunakan bertujuan untuk menjaga daging agar tetap segar selain itu juga menambah rasa dan warna daging. Senyawa nitrat yang ada didalam bahan kimia tersebut akan diubah oleh tubuh menjadi nitrosamin yang merupakan senyawa karsinogenik yang menyebabkan tingkat kanker lebih tinggi.

Selain itu, dalam daging olahan juga terdapat senyawa penyebab kanker lainnya seperti HCA dan Polycylic Aromatic Hydrocarbons yang bisa terjadi karena metode memasak yang salah, perokok, dan bahan perasa. The World Cancer Research Fund merekomendasikan untuk sepenuhnya menghindari daging olahan, tahun baru ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengkonsumsi daging dari sumber yang lebih sehat.

2. Penambahan gula

Dr Marilyn Lenville, ahli gizi dan penulis buku Natural Alternatives to Sugar mengatakan, setiap orang baiknya mengurangi atau menghilangkan gula dalam makanan atau minuman yang akan dikonsumsi. Mengapa demikian? Gula menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan.

Jika banyak orang yang mengeluhkan rasa pusing, cemas, kebingungan, insomnia, kelelahan, kurang konsentrasi, kurang dorongan seks, sakit kepala, dan kram otot hal itu disebabkan oleh fluktasi gula darah yang disebabkan karna kadar gula darah yang tinggi atau rendah. Menyeimbangkan kadar gula darah menjadi hal yang penting karena dapat menurunkan stres.

Langkah kecil yang bisa dilakukan untuk mengurangi gula dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi makanan gurih seperti saus spaghetti, mayones, salad, kacang panggang, dan sup. Langkah selanjutnya, adalah coba berhenti menambahkan gula ke dalam minuman panas dan makanan lainnya. Jangan lupa biasakan diri anda untuk membaca label kemasan. Misalnya saat mengkonsusi yoghurt, sebenarnya yoghurt mengandung delapan sendok teh gula tambahan.

3. Garam berlebihan

Kenyataan yang sulit jika harus mengurangi penggunaan garam karena garam mengandung sodium yang memiliki peranan dalam tubuh dan menjadi salah satu komponen penting dalam setiap masakan.

Lily Soutter, ahli gizi dari London mengatakan: “Asupan garam yang disarankan maksimum enam gram perhari, namun rata-rata kita mengkonsumsi delapan gram per hari.”

Mengkonsumsi banyak garam bisa menaikkan tekanan darah yang meningkatkan resiko terkena penyakit jantung dan stroke. Garam yang dikonsumsi sebagian besar tersembunyi dalam makanan, sehingga sulit untuk mengukur berapa banyak garam yang telah dikonsumsi setiap harinya. Sebanyak 75 persen garam berasal dari roti, sereal sarapan dan makanan cepat saji.

Cara yang bisa dilakukan untuk memerikasa kandungan garam dari makanan yang dikonsumsi dengan cara membaca label makanan. Jika makanan mengandung lebih dari 1,5 gram garam per 100 gram maka makanan tersebut mengandung garam yang tinggi. Jika garamnya kurang dari 0,3 gram per 100 gram maka kandungan garamnya rendah.

Untuk mengganti penggunaan garam bisa dilakukan dengan menambahkan rempah-rempah dan bumbu lain untuk menambah cita rasa pada makanan. Gunakanan sayuran kaleng yang tidak mengandung garam, selalu perhatikan dan bandingkan label dalam setiap kemasan makanan.

4. Minyak sayur

Casandra Barns, ahli gizi dan juga penulis kesehatan menyarankan agar setiap orang mengurangi pengggunaan minyak nabati, terutama minyak goreng olahan seperti minyak bunga matahari. Minyak sayur sering disebut baik untuk kesehatan, tapi kenyataannya mereka berbahaya bagi kesehatan jangka panjang.

Hal itu karena kandungan lemak tak jenuh dalam minyak sayur rapuh dan mudah rusak saat dipanaskan dengan suhu tinggi misalnya saat digunakan untuk menggoreng. Radikal bebas berbahaya yang diciptakan akan merusak tubuh saat dikonsumsi.

Bentuk minyak nabati yang padat seperti margarin akan memberikan dampak yang lebih buruk lagi bagi tubuh karena proses mengubah minyak cair menjadi padat akan membuat lemak trans yang tidak baik bagi tubuh. Lemak trans bisa masuk ke dalam membran sel tubuh dan menggantikan lemak sehat yang dibutuhkan oleh sel tubuh untuk bekerja dengan baik.

Minyak nabati mengandung lemak omega-6 yang tinggi dan hanya mengandung sedikit lemak omega-3 bahkan ada yang tidak sama sekali. Omega-6 tidak berbahaya bagi tubuh, namun jumlahnya yang tidak seimbang dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh. Peradangan tersebut terait dengan semua kondisi kesehatan seperti artritis, penyakit jantung, hingga asma.

Ganti minyak nabati dengan menggunakan minyak kelapa. Minyak kelapa mengandung lemak jenuh yang tidak berbahaya saat dipanaskan. Sebagai alternatif lain, lebih baik mengolah makanan yang tidak menggunakan minyak seperti mengukus atau memanggang. Selain itu juga bisa menggunakan minyak zaitun namun dalam suhu yang rendah.

5. Crash Diet dan kebiasaan buruk

Gabriella Peacock, ahli gizi mengungkapkan banyak orang yang ingin menurunkan berat badan dalam waktu cepat sehingga melakukan crash diet atau diet mendadak. Diet ini akan mengurangi kalori pada tubuh, batasan kalori secara drastis dapat mengubah tubuh menjadi mode ‘bertahan’ yang membuat metabolisme tubuh menjadi lambat, semakin sulit menurunkan berat badan dan melepaskan neurotransmiter yang akan meningkatkan nafsu makan.

Sebaiknya di tahun 2018 ini memperbaiki kualitas gizi makanan dan mengurangi kebiasaan buruk. Mengurangi kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji dan coba menambahkan makanan sehat dalam porsi makanan yang akan dikonsumsi.

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan