FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

23 Februari 2018

Inflasi Januari Tercatat Sebesar 0,62 Persen

Inflasi Januari Tercatat Sebesar 0,62 Persen




Fakta.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat 0,62 persen secara bulanan (month-to-month) di  Januari. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, inflasi ini tercatat 3,25 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan,  lonjakan inflasi ini utamanya disebabkan oleh komoditas beras yang memberikan andil sebesar 0,24 persen terhadap inflasi bulan Januari. Maka dari itu, tak heran jikainflasi bahan pangan bergejolak (volatile food) bulan lalu tercatat 2,58 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,47 persen.

Meski demikian, menurut dia, inflasi ini masih lebih rendah dibanding Januari 2017 yakni 0,97 persen. Bahkan, infasi secara tahunan ini masih lebih baik dari tahun lalu yaitu 3,49 persen.

“Memang ini sudah jelas bahwa penyebab utamanya adalah beras untuk inflasi bulan Januari kemarin,” papar Suhariyanto, Kamis (1/2).

Menurut Suhariyanto, harga beras medium Januari di tingkat penggilingan yang dibanderol Rp10.177 per kilogram (kg) atau naik 6,83 persen dibanding bulan sebelumnya. Akibatnya, harga beras grosir naik sebesar 3,7 eprsen dan harga beras eceran pun naik 6,25 persen.

“Tak hanya beras medium, beras kualitas lain juga naik harganya. Harga beras golongan rendah di penggilingan naik 5,2 persen dan harga beras premium di penggilingan juga naik 4,96 persen,” tambah dia.

Tak hanya beras, beberapa bahan pangan juga mencatat inflasi seperti daging ayam ras sebesar 0,07 persen, ikan segar sebesar 0,05 persen, cabai rawit sebesar 0,04 persen, dan sayuran di angka 0,01 persen. Namun, tak semua bahan pangan menyumbang inflasi. Telur ayam ras, contohnya, menyumbang deflasi sebesar 0,01 persen.

“Selain itu, bawang merah juga tercatat menyumbang deflasi sebesar 0,01 persen,” kata dia.

Selain bahan makanan, inflasi juga terjadi pada kelompok makanan jadi, rokok, dan tembakau dengan angka 0,43 persen secara bulanan dan memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen. Ini disebabkan karena kenaikan cukai rokok yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2018 kemarin.

Meseki golongan volatile food jadi momok inflasi bulan lalu, setidaknya inflasi dari segi harga barang-barang yang diatur pemerintah (administered prices) mencatat deflasi 0,15 persen dan komponen inflasi inti ada di angka 0,31 persen.

“Dan ada potensi deflasi dari komponen transportasi di awal tahun ini karena kemarin high season liburan di akhir tahun sudah selesai,” ujar dia

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan