FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

19 Juli 2018

Selain Rokok, Ini 5 Penyebab Kanker Paru yang Harus Diwaspadai

Selain Rokok, Ini 5 Penyebab Kanker Paru yang Harus Diwaspadai




Fakta.co.id – Rokok kerap ‘disalahkan’ atas timbulnya penyakit kanker paru. Namun, kasus berbeda dialami oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Pada pertengahan Januari lalu, ia divonis mengidap kanker paru stadium 4B. Dalam sebuah pesan singkat, ia merasa syok karena tak memiliki kebiasaan merokok.

“Awalnya shock karena saya tidak merokok, genetik tidak ada, dan makan sehat. Tapi saya pikir ya sudahlah. Ini garis hidup saya. Saya jalani saja dengan ikhlas,” katanya.

Berkaca dari apa yang dialami Sutopo, orang perlu menyadari bahwa kanker paru tak hanya disebabkan oleh kebiasaan merokok. Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa penyebab kanker paru selain kebiasaan merokok.

1. Paparan benzopyrene

Meski terdengar asing di telinga, benzopyrene rupanya bisa ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Benzopyrene ialah sisa hasil pembakaran. Zat berbahaya ini masuk dalam daftar polutan yang diterbitkan oleh Environmental Protection Agency di Amerika Serikat.

Benzopyrene bersifat karsinogenik. Salah satu media yang bisa menghantar zat ini ialah udara. Benzopyrene dapat ditemukan pada asap rokok, asap kendaraan atau asap dari pembakaran hutan.

Menurut data WHO, Asia Tenggara menempati posisi kedua sebagai wilayah penyumbang polusi udara di dunia. Sekitar satu dari 100 kematian karena kanker paru diakibatkan oleh tingkat polusi yang tinggi.

Para perokok pasif atau mereka yang tidak merokok tapi terpapar asap rokok sama berisikonya dengan mereka yang menghirup udara berpolutan. Mereka yang terpapar asap rokok berisiko 20 persne lebih besar untuk terkena kanker paru daripada mereka yang tidak.

2. Paparan zat kimia

Beberapa jenis pekerjaan yang berkaitan dengan zat kimia punya risiko terkena kanker paru. Terdapat beberapa jenis zat kimia yang bersifat karsinogenik antara lain, radon, asbes, arsenik, senyawa nikel, produk batubara, limbah diesel serta eter chloromethyl.

Zat-zat kimia tersebut bisa tercampur dengan udara yang dihirup. Zat sulit dideteksi karena tak miliki bau dan rasa. Selain di tempat kerja, zat-zat kimia ini bisa saja ditemukan di rumah, misal pada perabot rumah tangga.

3. Riwayat keluarga

Bila ada anggota keluarga yang pernah mengidap kanker paru, maka ada kontribusi besar terhadap anggota keluarga lain untuk terkena penyakit serupa. Namun, hal ini bisa diimbangi dengan menghindari faktor risiko lain sehingga memperkecil kemungkinan untuk terkena kanker paru.

4. Riwayat penyakit paru

Kanker paru bisa menyerang seseorang yang pernah mengidap penyakit paru kronis. Penyakit paru kronis yang dimaksud antara lain, TBC, bronkitis kronis, dan Penyakit paru Obstruktif kronik (PPOK). Penyakit paru mampu menyebabkan peradangan dan jaringan parut di paru sehingga memicu kanker.

Selain penyakit paru, orang yang pernah menjalani radiasi ke bagian dada untuk pengobatan jenis kanker lain, bisa memicu timbulnya kanker paru. Risiko terkena kanker paru lebih besar jika orang tersebut adalah perokok aktif.

5. Pola makan tidak seimbang

Sebenarnya tubuh punya mekanisme untuk memperbaiki sel yang rusak akibat paparan zat kimia atau polusi. Namun, tubuh tak mampu terus-terusan memperbaiki diri jika paparan terus terjadi apalagi tak diimbangi dengan asupan gizi seimbang. Oleh karenanya, diperlukan pola makan tepat agar asupan gizi bisa memenuhi kebutuhan tubuh.

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan