FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

19 April 2018

5 Kebiasaan Pemicu Kanker Kolorektal

5 Kebiasaan Pemicu Kanker Kolorektal




Fakta.co.id – Ajakan kesadaran dan kepedulian akan kanker terus digalakan termasuk kanker kolorektal. Kanker ini menyerang kolon (usus besar) dan rektum (anus).

Meski masih terdengar asing, tetapi Global Burden of Cancer (Globocan), sebuah organisasi di bawah WHO, insiden kanker kolorektal di Indonesia adalah 12,8 per 100 ribu penduduk usia dewasa dengan tingkat kematian 9,5 persen dari seluruh kasus kanker.

Dalam sebuah seminar media, Nadia Ayu Mulansari dari Divisi Hemato Onkologi Departemen llmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM dan Profesor Aru Wisaksono Sudoyo menjelaskan bahwa kanker kolorektal berhubungan erat dengan gaya hidup. Berikut lima kebiasaan yang perlu diperbaiki demi menjauh dari risiko kanker.

1. Makan asal dan miskin serat

Nadia berkata kanker kolorektal merupakan salah satu kanker yang paling dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidup. Terdapat peran gen dalam timbulnya kanker ini, tetapi hanya 10 persen, sedangkan 90 persennya dipengaruhi lingkungan.

“Dari lingkungan ini bisa kita pecah jadi beberapa dan yang paling besar presentasenya adalah diet atau asupan makanan yakni sekitar 30-35 persen,” kata Nadia dalam seminar media di kantor pusat Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/4).

Sementara itu, menurut Profesor Aru budaya instan membuat orang kerap mengonsumsi makanan cepat saji yang kaya lemak. Padahal sistem pencernaan memerlukan asupan makanan yang kaya serat seperti sayur dan buah.

Konsumsi makanan dengan lemak berlebih dapat memicu radang kolon dan dapat menimbulkan kondisi lebih buruk bagi kanker kolorektal. lemak dapat memicu keluarnya asam empedu secara berlebih.

“Pencernaan akan melambat dan asam empedu bertahan cukup lama di usus,padahal asam ini bersifat iritatif,” lanjutnya.

2. ‘Mager’ alias malas gerak

Gaya hidup sedenter atau jarang berpindah atau bergerak memang semakin menjamur berkat kemudahan teknologi. Kegiatan belanja kini hanya tinggal ‘klik’ di gawai. Makan pun cukup memesan lewat ojek online.

Profesor Aru berkata gaya hidup sedenter ini berhubungan dengan sirkulasi darah dan obesitas. Obesitas bakal menjurus ke berbagai gangguan kesehatan. kelebihan berat dapat dapat meningkatkan faktor-faktor pemicu inflamasi sel dan berisiko membangunkan sel kanker.

3. Makan daging merah berlebih

Daging merupakan salah satu sumber protein hewani. Namun, konsumsi daging merah berlebih justru hanya akan menimbulkan masalah baru yakni timbulnya kanker. Dilansir dari Newsweek, hal ini pun diperkuat oleh studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Leeds, Inggris. Penelitian yang diterbitkan di Journal of Cancer ini melibatkan 32.147 perempuan berusia di atas 17 tahun.

Mereka diamati antara 1995 dan 1998. Peneliti menemukan total terdapat 462 kasus kanker kolorektal. Sebanyak 335 kasus berupa kanker usus besar, dan 119 kasus merupakan kanker rektum. Setelah dilihat kebiasaan dietnya, sebanyak 65 persen perempuan senang makan daging merah, 13 persen makan ikan, 3 persen unggas dan 19 persen vegetarian.

Kesimpulan para peneliti ialah vegetarian memiliki risiko paling rendah terkena kanker. Sedangkan perempuan yang punya kebiasaan makan daging merah punya risiko lebih tinggi terkena kanker kolorektal daripada mereka yang biasa makan makanan tanpa daging merah.

“Riset kami adalah satu dari beberap studi yang melihat hubungan ini (Kanker kolorektal dan diet), dan sementara diperlukan penelitian lebih lanjut, itu dapat menyediakan informasi yang bernilai untuk mereka dengan sejarah keluarga dengan kanker kolorektal dan mereka yang bekerja melakukan pencegahan,” kata Diego Rada Fernandez de Jaregui dari Nutritional Epidemiology Group, Universitas Leeds dikutip dari Newsweek.

4. Kebiasaan merokok

Bicara soal kanker mau tak mau membuat orang bicara pula soal rokok. Sebagian orang pun tak percaya bahwa kebiasaan merokok merupakan slaah satu pemicu kanker termasuk kanker kolorektal. Namun, kesaksian salah satu penyintas kanker kolorektal Albert Charles Sompie seharusnya membuat para perokok berpikir dua kali.

“Penjelasan Dokter Nadia tadi ada beberapa penyebab kanker kolorektal. Klaau saya tiga itu kebalikannya. Malas gerak, apa saya kurang gerak, saya suka olah raga. Makan daging merah, dari kecil saya tidak makan daging merah tapi ikan-ikanan. Lalu saya juga makan makanan kaya serat. Saya kemudian ingat bahwa rokok penyebabnya,” kata kakek dua cucu ini pada CNNIndonesia.com usai seminar media.

Albert atau akrab disapa Berti ini memang dulu merupakan perokok berat. Mantan atlet nasional softball ini mampu menghabiskan 60 batang rokok dalam sehari. Hal ini pula yang membuatnya kehilangan paru-paru kiri akibat kanker pula. Kini, ia pun juga kehilangan sekian sentimeter usus besarnya akibat kanker kolorektal.

5. Minum minuman beralkohol

Kebiasaan minum minuman beralkohol semakin memperbesar risiko terkena berbagai macam kanker termasuk kanker kolorektal. Dilansir dari Livescience, American Society of Clinical Oncology (ASCO) disertai laporan dari World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research menyebut minum minuman beralkohol bisa menyebabkan tujuh jenis kanker yakni kanker payudara, kanker kolorektal, kanker esofagus, kanker hati, dan kanker yang berhubungan dengan mulut.

“Kabar baiknya bahwa seperti layaknya orang mengenakan tabir surya untuk membatasi risiko kanker kulit, membatasi alkohol adalah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko perkembangan kanker secara keseluruhan,” ujar Noelle LoConte dari University of Wisconsin sekaligus ektua tim peneliti ASCO dikutip dari Livescience.

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan