FAKTA.CO.ID

Portal Berita Terpercaya. Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Olahraga, Otomotif, Hiburan dari nasional hingga mancanegara.

22 Mei 2018

Ketum KNPI Versi Kongres Papua Rifai Darus Terseret Kasus Penipuan Dana Pesantren

Ketum KNPI Versi Kongres Papua Rifai Darus Terseret Kasus Penipuan Dana Pesantren




Fakta.co.id – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat yang juga Ketua Umum KNPI versi Kongres Papua Muhammad Rifai Darus terseret kasus dugaan penipuan.

Rifai telah dilaporkan Ketua Dewan Pembina Pesantren Khafidul Qur’an Zahindun AlHalim ke Polda Metro Jaya pada 1 Agustus 2016.

“Saya sudah lapor ke Polda (Polda Metro Jaya). Dia pinjam uang sudah hampir dua tahun tidak dibalikin,” kata Zahindun yang saat itu hadir pada Musda VI DPD KNPI Bangka Belitung di Novotel Bangka, Sabtu (7/1/2017).

Zahindun AlHalim mengatakan telah menyampaikan kepada pimpinan Partai Demokrat terkait persoalannya dengan Rivai Darus.

Zahindun mengatakan pada Maret 2015, Rifai meminjam dana sebesar Rp 900 juta secara bertahap. Rifai menjanjikan dalam kurun waktu satu bulan dana tersebut akan dikembalikan.

“Sudah lebih dari setahun, dia belum juga mengembalikan uang itu,” kata Zahindun beberapa waktu silam di Polres Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2016).

Zahindun melanjutkan saat pencairan cek sebesar Rp 200 juta, Rifai hanya mengirim sopirnya. Sikap itu membuat Zahindun curiga dan melaporkannya ke pihak yang berwajib.

Setelah ditelusuri, ternyata supir yang dikirim Rifai adalah supir mobil rental. Supir itu sudah bekerja selama tujuh tahun bersama Rifai. “Ada penelusuran dari kepolisian, ternyata supir itu supir mobil rental,” kata Zahindun.

Zahindun meminta Partai Demokrat membantunya mendesak Rifai mengembalikan dana tersebut. Beberapa kali sebelum dilaporkan, Zahindun mencoba menghubungi beberapa politisi partai tersebut untuk meminta bantuan. Namun, hasilnya nihil, padahal uang yang dipinjam Rifai merupakan dana operasional pesantren.

“Saya berharap kepada Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) bantu kami, kader bapak telah memakan uang kami. Bahkan beberapa hari lalu kami akan dibunuh,” kata Zahindun.

Zahindun berencana akan menemui Kapolres Jakarta Selatan pada hari Senin (14/5/2018), untuk mendorong percepatan penyelesaian kasus ini, karena kasus ini sudah dilaporkan sejak Januari tahun lalu.

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan