Cerita Andrew Hidayat: Cadas Pangeran Jalan yang Terbuat Dari Batu Cadas

Diposting pada
Cerita Andrew Hidayat Cadas Pangeran Jalan yang Terbuat Dari Batu Cadas - Andrew Hidayat (AndrewHidayat.com)
Cerita Andrew Hidayat Cadas Pangeran Jalan yang Terbuat Dari Batu Cadas – Andrew Hidayat (AndrewHidayat.com)

Fakta.co.idCerita Andrew Hidayat: Cadas Pangeran Jalan yang Terbuat Dari Batu Cadas. Cerita Rakyat Jawa Barat. Cadas Pangeran adalah nama sebuah jalan yang menghubungkan Bandung dan Sumedang. Namun jalan ini sekarang sudah tidak dipakai lagi. Dinamakan Cadas karena jalan ini dibuat dengan menghancurkan batu cadas. Salah satu sisi jalan ini adalah tebing cadas dan sisi lain adalah jurang.

Nama Pangeran adalah untuk mengenang Pangeran Kusumahdinata. Beliau adalah bupati Sumedang saat jalan ini dibuat. Perjuangan beliau melawan pemerintah Belanda patut dihargai karena bisa menyelamatkan rakyat Sumedang kala itu.

Saat itu tepatnya tahun 1811-1816 Herman Williem Daendels memegang pemerintahan Hindia Belanda. Hindia Belanda adalah nama Indonesia pada saat masa penjajahan Belanda. Untuk melancarkan roda pemerintahan dan juga perdagangan, maka dibuatlah jalan daeri Anyer (Banten) hingga Panarukan.

Pembangunan jalan itu dengan mengerahkan orang-orang Indonesia. Mereka bekerja ranpa dibayar. Para Bupati yang berkuasa disetiap daerah wajib mematuhi perintah tersebut. Karena kalau tidak maka Daendels tidak segan-segan untuk menghukumnya.

Pembuatan jalan yang menghubungkan Bandung dan Sumedang sangatlah berat. Para pekerja harus menghancurkan batu-batu cadas. Pangeran Kusumahdinata sebagai bupati Sumedang tidak tega melihat penderitaan rakyatnya. Oleh karena itu ia pun memerintahkan rakyatnya untuk menghentikan pembuatan jalan.

Pada suatu saat Daendels mendengar bahwa pembuatan jalan di Sumedang tidak dilaksanakan. Ia pun segera datang kesana. Namun sambutan bupati Kusumahdinata ternyata sangat mengejutkan. Beliau menyalami Daendels dengan tangan kiri sementara tangan kanannya memegang keris.

“Saya siap menusukkan keris ini kepada anda jika anda memaksa rakyat Sumedang meneruskan pekerjaan pembuatan jalan. Orang-orang ini tidak sanggup jika harus memecahkan batu cadas . Itu pekerjaan yang sangat berat.”

Mendengar ucapan bupati Kusumahdinata Daendels tidak marah. Ia justru mengirimkan peralatan berupa mesin untuk memecah batu cadas. Maka pekerjaan membuat jalan itu pun dilanjutkan. Adanya mesin-mesin milik Belanda itu sangat membantu pekerjaan orang-orang Sumedang.

Hikmah Cerita :

Pemimpin yang baik akan selalu melindungi rakyatnya dan membela rakyatnya dari penindasan pihak luar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *