Wawancara Khusus Dirut BPJS TK: Menguak Manfaat Luar Biasa Jadi Peserta BPJS TK

Diposting pada


Liputan6.com, Jakarta Indonesia telah lama memiliki badan perlindungan bagi pekerja Tanah Air. Di bawah bendera Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja mendapatkan perlindungan untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu yang berbalut mekanisme asuransi sosial.

BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya bernama Jamsostek (jaminan sosial tenaga kerja), yang dikelola PT Jamsostek (Persero). Namun sesuai UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS, sejak tanggal 1 Januari 2014, Jamsostek berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan 

Jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan pun terus bertambah, mencapai 30,3 juta peserta aktif dari seluruh Indonesia.

Berbagai layanan BPJS Ketenagakerjaan juga terus meningkat. Pemberian fasilitas kredit rumah dan peluang pekerja non formal menjadi peserta. Dalam menghadapi perkembangan teknologi, BPJS ikut bertransformasi agar tak ketinggalan. 

Ingin tahu apa saja layanan yang telah disediakan BPJS Ketenagakerjaan, simak wawancara Liputan6.com dengan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto:

1. BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan Layanan Masyarakat 175 dan Layanan Cepat Tanggap, boleh dijelaskan soal layanan baru ini? apa manfaatnya buat peserta?

Kita baru saja meluncurkan layanan masyarakat 175. Ini adalah media call Center kita. Kita dulu sudah punya, tetapi nomornya panjang ada tujuh digit, susah untuk menghapal. Sekarang kita punya nomor yang baru yaitu 175.

Masyarakat bisa menghubungi BPJS Ketenagakerjaan hanya dengan menekan 175 untuk bisa mendapatkan informasi. Mungkin ada pengaduan, keluhan, pendaftaran langsung diangkat oleh contact center kita.

Jadi ini wujud dari peningkatan layanan kita untuk lebih dekat kepada masyarakat dan memudahkan masyarakat mengakses BPJS Ketenagakerjaan.

2. Adakah inovasi dan layanan yang akan terus dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya pada tahun ini?

Kita baru melakukan transformasi sistem teknologi untuk meningkatkan layanan digital kita. Kita memiliki BPJSTKU. Ini aplikasi dari BPJS Ketenagakerjaan yang berfungsi seperti kantor fisik.

Jadi kalau peserta datang ke kantor fisik bisa menanyakan saldo, pendaftaran, produk, melakukan pengaduan, bisa juga dilakukan melalui BPJSTKU. Bisa di-download di Google Playstore, ios. Jadi benar-benar semacam office online kita. Kita masih juga punya office offline.

Kita juga memperkenalkan antrean pendaftaran online. Jadi paginya kalau peserta mau ngurus klaim dan sebagainya dia harus antre.

Sekarang cukup melalui aplikasi ini. Jadi dia daftar melalui aplikasi kita, dia daftar misalnya hari Senin jam sekian, tinggal datang, semua sudah siap.

3. Di era digital, adakah pengembangan layanan yang berbasis online? Apa manfaatnya buat masyarakat?

Kita juga memperkenalkan pendaftaran secara mandiri melalui online, itu bisa menggunakan aplikasi BPJSTKU atau melalui website kita. Kita juga memberdayakan masyarakat menjadi agen kita, seperti agen asuransi, tapi ini agen jaminan sosial. Mereka kita sebut Perisai. Ini tugasnya melakukan sosialisasi, edukasi, pendaftara, klaim. Mereka dibekali dengan teknologi digital yaitu aplikasi BPJS Ketenagakerjaan.

Mereka kita berikan fee atas pendaftaran dan iuran yang masuk. Jadi ini BPJS Ketenagakerjaan menciptakan lapangan pekerjaan baru kepada kelompok-kelompok komunitas. Mereka mendaftar ke kantor kita, kita training, beri pembekalan, baru mereka bekerja seperti agen-agen kita.

4. BPJS Ketenagakerjaan mendorong pekerja nonformal untuk ikut masuk dalam perlindungan, langkah apa saja yang dilakukan selama ini?

Jadi sangat bisa bagi para pekerja mandiri.

Pada prinsipnya BPJS Ketenagakerjaan diberikan amanah untuk memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja, apapun profesinya, di mana pun dia berada, ini mereka berhak untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan.

Contohnya freelancer, petani, driver online, semua pekerja untuk mendaftar dan mendapatkan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan.

Jadi tidak hanya ini karena kewajiban undang-undang, tetapi manfaatnya memang luar biasa. Ada empat progam, yaitu program jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun.

Jaminan kecelakaan kerja, kalau pekerja mulai berangkat dari rumah sampai balik ke rumah kalau mengalami kecelakan dan perlu perawatan rumah sakit, maka BPJS Ketenagakerjaan yang akan membiayai perawatan medis tersebut, tanpa limit.

Berapa pun biayanya akan dibayar oleh BPJS Ketenagakerjaan, sampai sembuh. Selama masa perawatan kan pekerja tidak mendapatkan upah, BPJS Ketenagakerjaan yang akan memberi santunan upahnya, sampai 6 bulan pertama 100 persen.

Kemudian kalau misalnya sampai meninggal dunia, kita berikan 48 kali dari upah yang dilaporkan. Kalau meninggal, anaknya kita berikan beasiswa. Kemudian ada santunan kematian. Jaminan hari tua ini semacam tabungan untuk nanti persiapan memasuki usia tidak produktif.

Kemudian jaminan pensiun, ini bukan dominasi dari pegawai negeri, tetapi karyawan swasta pun bisa mendapatkan pensiun dengan ikut BPJS Ketenagakerjaan. Itu dibayarkan tiap bulan sampai meninggal, nanti diberikan kepada janda atau dudanya. Janda atau dudanya meninggal masih punya anak di bawah 24 tahun, diberikan kepada anak-anaknya.

Untuk program pensiun untuk saat ini baru dibuka untuk pekerja formal. Tetapi untuk jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua, itu bisa untuk semua.

5‎. Bagaimana perkembangan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) pembiayaan KPR? Berapa KPR yang sudah disalurkan hingga saat ini?

Jadi BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan manfaat dasar, termasuk manfaat layanan tambahan. Ini diberikan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan lebih satu tahun untuk mendapatkan kredit rumah.

Jadi untuk mendapatkan KPR, kredit untuk renovasi rumah, uang muka untuk pembelian rumah. Kita juga memberikan kredit kepada pengembang dalam bentuk kredit konstruksi.

Tetapi saya tegaskan, bukan BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan kredit, tetapi bekerja sama dengan bank. Bank yang memberikan kredit kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan, sumber dananya dari BPJS Ketenagakerjaan.

Kita memang belum banyak, ada sekitar 3.500 unit rumah dengan total dana sekitar Rp 700 miliar yang sudah kita salurkan.

Ini memang banyak kendala. Karena yang menentukan adalah pihak bank. Kita harus bekerja keras untuk membenahi itu supaya tersalurkan dengan baik, tetapi semua proses juga sesuai dengan ketentuan.

 

6. Apa ada rencana mengeluarkan program terkait kebutuhan pekerja lain, seperti kredit kendaraan, atau bantuan usaha?

‎Pada prinsipnya BPJS Ketenagakerjaan tidak memberikan pinjaman. Tetapi kita bekerja sama dengan pihak lain, kita kolaborasi bagaimana bisa memberikan manfaat tambahan bagi peserta. Kita bekerja sama dengan merchant-merchant untuk memberikan diskon.

Merchant-nya beragam, ada hotel, makanan, food and baverage dan lain. Kita instruksikan kepada jajaran kami untuk menjalin kerja sama dengan merchant di daerah untuk memberikan diskon khusus kepada pemegang kartu atau peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Diskonnya ada yang sampai 40 persen. Sekarang kurang lebih ada 1.000 merchant yang kita sudah kerja sama.

Umumnya merchant akan memasang stiker, atau bisa cek di aplikasi kita. Misalnya ke suatu kota, di sana bisa lihat hotel mana yang bisa ada diskon.

7. Saat ini jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan berapa banyak? Diantara angka tersebut, yang tercatat aktif berapa banyak? Berapa target pada tahun ini?

Saat ini yang sudah tercatat ada 50 juta dan yang aktif masih mengiur ada 30,3 juta peserta. Alasannya ada yang sudah memasuki usia pensiun, tidak bekerja lagi, ada juga yang pindah kerja, ada yang menunggak dan sebagainya. Itu akan bergerak terus antara yang aktif dan tidak aktif.

Target pertumbuhan peserta 2019 ini sebanyak 34,3 juta. Jadi kurang lebih 17 persen. Kita lihat kondisi bahwa saat ini jaminan hari tua diperbolehkan untuk diambil sewaktu-waktu pada saat pekerja tidak bekerja.

Sehingga faktanya saat ini banyak peserta kita yang keluar karena mengambil JHT. Sehingga kalau menambah 17 persen, kita harus menambah 2-3 kali lipat, karena kalau 5 juta, yang keluar itu berapa.

Kalau tidak ada penambahan, akan terjadi pengurangan (jumlah peserta). Kita masih optimis bisa bertambah hingga 17 persen atau setara 4 juta peserta. Berarti kami harus menambah sekitar 16 juta peserta baru.

Caranya dengan meningkatkan manfaat, layanan, melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka menambah manfaat, meningkatkan layanan dan menambah kepesertaan.

8. Hingga saat ini seberapa besar total dana kelola BPJS Ketenagakerjaan berapa? Dana kelola tersebut mayoritas dimanfaatkan dan diinvestasikan di sektor apa?

Data terakhir kita sebesar Rp 370 triliun total ada kelola kita. Jadi ini penempatannya sesuai dengan regulasi, kita tidak bisa sembarangan menempatkan.

Sudah ada regulasinya. Hanya boleh ditempatkan di sektor saham, di obligasi, Reksa Dana. Besaran maksimal berapa, itu sudah diatur, dengan Peraturan Pemerintah (PP) sehingga kita bekerja sesuai dengan koridor tersebut. Di tahun 2019 ini kita targetkan tumbuh menjadi Rp 440 triliun.

9. Terkait dengan perpanjangan batas usia pensiun pekerja yang diatur dalam PP Nomor 45 Tahun 2015 tentang Jaminan Pensiun, apa dampak kebijakan ini bagi BPJS Ketenagakerjaan?

Ini kan sudah regulasi, tentang penambahan usia pensiun. Tentunya kita sudah antisipasi dengan menghitung aktuariannya, berapa kebutuhan dana.

Hingga saat ini kita masih dalam batas aman, namun demikian untuk jangka panjang ini memang perlu dikaji ulang terutama untuk besaran iuran menyesuaikan dengan penambahan usia pensiun.

Saya tidak bicara 5-10 tahun tetapi kita berpikir untuk 20 tahun ke depan. Jadi harus kita persiapkan dari sekarang.

PP yang harus dikaji?

Iya karena untuk besaran iuran untuk pensiun bisa ditinjau kembali setiap 3 tahun menyesuaikan dengan kebutuhan dana di masa mendatang.

 

10. Jadi Dirut di BPJS Ketenagakerjaan sudah berapa lama?

Saya Februari 2016, jadi sudah 3 tahun ini.

Pernah tidak jenuh dalam bekerja?

Kalau ada jenuh itu biasa. Kita harus bisa mengantisipasi, menyiasati bagaimana mengatasi kejenuhan itu, bagaimana mengelola waktu dengan sebaik-baiknya.

11. BPJS Ketenagakerjaan punya berapa pekerja milenial?

Jumlah karyawan kita ada 6.001 karyawan. Yang milenial 70 persen.

Kita harus menyesuaikan terutama untuk human capital kita, untuk para leaders kita bekali, refreshment. Kita sesuaikan dengan perubahan yang ada, apa ekspektasi dari para milenial ini.

Kita undang para pakar untuk memberikan pembekalan kepada pimpinan kita sehingga mereka dalam berinteraksi sesuai dengan keinginan para milenial ini.

12. Hobi olahraga apa?

Saya suka stand up paddle board, surving, tetapi berdiri dan menggunakan dayung. Itu bisa di air datar, air tenang, air bergelombang sampai air yang gelombangnya besar. Saya menekuni sudah sekitar 1,5 tahun tetapi mengenalnya sudah cukup lama.

Waktu itu saya lihat film Baywatch, ini kan banyak yang main surfing, tetapi ada juga yang pakai dayung. Sama seperti olahraganya Bu Susi.

Kita membuat komunitas yaitu Stand Up Paddle Indonesia, anggota kita berbagai profesi di situ, kita selalu melakukam akfivitas paddling, yang paling sering di Ancol. Tetapi pindah-pindah juga,di Pulau Seribu, di sungai, danau, kita melakukan touring sampai 5-10 km pakai stand up paddle bard.

Ini olahraga yang mudah karena tidak memerlukan keahlian khusus, cukup dengan keberanian dan bisa berenang. Mudah dilakukan karena Indonesia punya laut yang luas, menyenangkan dan ini relatif olahraga yang murah. Kan kita main di danau, laut, sungai kan gratis. Istri saya ikut juga, hampir setiap weekend kita olahraga.

Jadi waktu gelombang tinggi 2-3 meter kita surfing, kalau airnya tenang, kita seperti orang mendayung saja. Jadi seluruh organ kita ikut berkontraksi, otot-otot kita menjaga keseimbangan.

Ini menjadikan kita sehat, berani, melatih kesabaran. Ini juga media kita untuk bersosialisasi, membangun silaturahmi juga.

Kita bersama-sama dengan teman-teman Stand Up Paddle Indonesia menyelenggarakan event internasional yaitu stand up paddle dan kayak maraton di Belitung tanggal 2-3 Agustus nanti. Event internasional ini sudah kita register menjadi kalender dunia untuk olahraga air.

Ini jadi capaian Indonesia jadi tuan rumah pertama?

Iya karena ini masih olahraga komunitas. Jadi antar komunitas kita saling berkomunikasi sehingga pada tanggal 2 Agustus akan kita selenggarakan di Belitung.

Sudah banyak yang mendata, yang mengakses juga sudah dari berbagai negara. Kita harapkan bisa membantu pariwisata Indonesia dan memperkenalkan Indonesia di mata dunia.

13. Pesan untuk pekerja baik formal maupun nonformal yang belum ikut BPJS Ketenagakerjaan?

Seluruh pekerja di Indonesia harus memastikan bahwa Anda memiliki perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan. Karena yang namanya risiko melekat pada siapa saja, bisa terjadi di mana saja, kapan saja. Kemudian harus jaga kesehatan, harus berolahraga.‎

Simak wawancara lengkapnya dalam video berikut:



Source link
(Andrew Hidayat/Fakta.co.id)
Penulis: Andrew Hidayat 
Instagram Andrew Hidayat
Pinterest Andrew Hidayat
Twitter Andrew Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *